Kamis, Februari 06, 2014
3
SURABAYA-(IDB) : Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) adalah satuan tempur matra laut terbesar di Indonesia yang memiliki nilai strategis dalam penyiapan sumber daya manusia maupun Alutsista. Penyiapan prajurit pengawak kapal perang yang militan dan profesional harus senantiasa dipertahankan dan ditingkatkan melalui berbagai program pembinaan yang berkelanjutan.

Koarmatim memiliki nilai strategis yang signifikan dalam mengamankan yurisdiksi dan kepentingan nasional kehormatan bangsa. Sewajarnya jika Pangarmatim, Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum selaku pemimpin tertinggi di Koarmatim, mengajak dan turut bersama-sama olah raga lari bersama para prajuritnya beserta seluruh pejabat teras Koarmatim, pagi itu, Selasa (04/2). Hal tersebut disamping menunjukan kebersamaan, juga memberi contoh dan tauladan bahwa menjaga stamina kesamaptaan prajurit TNI menjadi kewajiban setiap prajurit TNI tanpa mengenal pangkat.

“...seluruh prajurit harus memiliki kesamaptaan jasmani yang baik, harus lolos tes kesehatan dan kemampuan tempur bagi yang mengawaki Alutsista, tidak mengenal pangkat dan jabatan...baik tamtama, bintara maupun perwira termasuk Panglima seperti saya harus memiliki stamina dan kesehatan yang baik...bagaimana kalian akan memenangkan pertempuran jika kalian tidak memiliki stamina yang baik...” tegas Pangarmatim dihadapan prajuritnya yang dibalas dengan sorak prajurit.

Pekik Bung Tomo saat mengobarkan semangat arek - arek dalam pertempuran Surabaya seolah membahana kembali mengiringi derap langkah lari prajurit pagi itu. Sebab diantara ribuan prajurit tersebut, terdapat prajurit pilihan yang akan menyebrangkan KRI Bung Tomo - 357 dari Barrow in Furness Inggris ke Indonesia dibawah Komandan Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, S.T. Untuk pertama kalinya  “Mars KRI Bung Tomo - 357” diperdengarkan oleh prajurit-prajurit pilihan tersebut mengiringi derap langkah dalam olah raga pagi itu. KRI Bung Tomo – 357 merupakan kapal perang baru jenis Multi Role Light Fregate yang akan memperkuat jajaran TNI AL dibawah pembinaan Koarmatim.

Beberapa waktu lalu, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI DR. Marsetio, saat memimpin rapat rencana penyebrangan KRI Bung Tomo – 357  menyampaikan bahwa  simbol - simbol yang ada di kapal tersebut harus mencerminkan kearifan lokal yang menggambarkan gigihnya kepahlawanan dan militansi Bung Tomo, Mars KRI Bung Tomo dapat membangkitkan semangat dan jiwa korsa serta heroisme prajurit pengawaknya. 




Sumber : Koarmatim

3 komentar:

  1. Harus ada Mars "Usman Harun" juga biar tambah gerah tuh sangiparu ,,, akakakakakakakakakaka

    BalasHapus