Selasa, April 23, 2013
3
SURABAYA-(IDB) : Dihadapkan dengan perkembangan lingkungan strategis, maka tugas Koarmatim kedepan semakin berat dan menantang. Demikian disampaikan oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksda TNI Agung Pramono SH. M. Hum pada saat memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Satuan Kapal Cepat (Dansatkat) Koarmatim. Senin (22/4) dalam upacara militer yang dilaksanakan di dermaga Madura, Koarmatim, Ujung, Surabaya.


Oleh karenanya, kata Pangarmatim, dibutuhkan kinerja organisasi yang mampu merespon dan mengantisipasi setiap perkembangan yang terjadi. Dalam kapasitas ini maka Satuan Kapal Cepat Koarmatim sebagai komando pelaksana pembinaan yang bertugas melaksanakan pembinaan kekuatan dan kemampuan tempur unsur-unsur organiknya dalam bidang peperangan anti kapal permukaan, anti serangan udara serta anti bawah permukaan, harus terus dibina dan ditingkatkan kemampuan tempur Koarmatim.


“Yang menjadi tolok ukur keberhasilan tugas tersebut,  sangat ditentukan oleh meningkatnya kesiapan operasional unsur organik Satkat Koarmatim yang memiliki kemampuan sesuai fungsi asasinya, “ kata Pangarmatim.


Serah terima jabatan yang berlangsung dalam upacara militer itu, mengangkat Kolonel Laut (P) Rachmad  Jayadi sebagai pejabat baru Komandan Satkat Koarmatim  menggantikan pejabat lama Kolonel Laut (P) Syufenri, S. Sos., M.Si. Sebelum menjabat Komandan Satkat Koarmatim, Kolonel Rachmad Jayadi adalah Komandan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Oswald Siahaan-364 dari Satuan Kapal Eskorta Koarmatim, sedangkan pejabat lama Kolonel Laut Syufenri, S. Sos., M.Si. sudah menempati Jabatan barunya sebagai Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor ) Koarmatim.


Hadir dalam serahterima jabatan ini antara lain Kepala Staf Koarmatim (Kasarmatim) Laksma TNI Darwanto S.H. M.A.P, para Asisten Pangarmatim, para Kasatker, para Komandan Satuan, para Komandan Unsur serta para Perwira dan undangan lainnya. 






Sumber : Koarmatim

3 komentar:

  1. Resiko Prajurit.. TETAP SEMANGAT!!! Indahnya mengelilingi laut antar pulau INDONESIA. Perekat Pemersatu. Di laut kita jaya!!! Maka, lebih banyak lagi kapal pesiar keliling Indonesia. Aman.

    BalasHapus
  2. tugas semakin berat karena jumlah alutsista terbatas n kualitas KW-2 pisan.....
    komplit.....

    BalasHapus
  3. Benar Ano 02.58, bagaimana tidak berat secara politis diminta professional, tapi di aspek anggaran tidak terdukung dg baik dan nyata, nanti kalau ada deviasi di kancah penugasan di hajar "HAM" dan segala bentuk hujatan.
    Namun saya percaya, prajurit TNI pandai dalam menyikapi hal tsb.

    BalasHapus