Sabtu, Maret 30, 2013
81
JAKARTA-(IDB) : Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Pramono Edhie menganggap wajar ketika anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tidak diizinkan masuk kedalam markas Kopassus Kandang Menjangan, Sukoharjo, Jawa Tengah. Pasalnya, Komnas HAM memang tidak memiliki izin untuk memasuki markas Grup-2 Kopassus itu.
Pramono pun membantah ada upaya menghalangi penyelidikan Komnas HAM terkait dugaan keterlibatan anggota Kopassus dalam insiden Lapas Cebongan, Yogyakarta. Menurutnya, larangan itu sudah sesuai dengan prosedur

"Ada satu aturan andai seseorang masuk camp militer, apalagi hendak melakukan suatu kegiatan, harus ada izin dari Panglima TNI lalu KSAD," kata Pramono  dalam jumpa pers di Mabes AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (29/3).

Ketentuan ini, lanjutnya, berlaku di setiap fasilitas TNI. Ketentuan ini juga berlaku bagi semua pihak bahkan petinggi negara. "Anak sekolah mau outbond saja harus izin. Jangankan Komnas HAM, DPR Komisi I yang merupakan mitra kita saja harus izin dulu," ujarnya.

Pramono justru memuji ketegasan anak buahnya dalam menjalankan peraturan. Menurutnya, apabila anggota Komnas HAM diizinkan masuk maka Komandan Kandang Menjangan akan mendapat hukuman.

"Saya setuju dengan apa yang dilakukan Kartosuro (Kopassus Kandang Menjangan) karena memang belum ada izin. Kalau masuk justru jadi pelanggaran SOP berat," pungkasnya.

Seperti diketahui, tim investigasi dari Komnas HAM gagal bertemu Kopassus di markas Grup-2 Kopassus Kandang Menjangan, Sukoharjo. Komnas HAM bermaksud meminta keterangan Kopassus untuk mengusut pelanggaran HAM dalam kasus penyerangan lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Jogjakarta yang menyebabkan empat orang tahanan meninggal.

Keempat tahanan adalah Dicky Sahetapi alias Dicky Ambon, Dedi, Ali, dan YD alias Johan. Mereka merupakan tersangka pengeroyokan terhadap anggota Kopassus, Sertu Heru Santosa.

KSAD Lindungi Pangdam IV Diponegoro

KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo melindungi pernyataan Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen Hardiono Saroso yang di awal kejadian sudah menyatakan tidak ada anggota TNI yang terlibat.
"Saat itu sudah benar. Tolong dilihat waktunya, itu kan hanya sesaat , jangan sampai semua panik. Bukan berarti menutupi. Kondisi yang disampaikan pangdam sesuai dengan kondisi situasi saat itu.  Dia harus beri jaminan  rasa aman di Jawa Tengah," kata Pramono kepada wartawan, Jumat (29/3)
   
Mantan ajudan presiden Megawati ini menjelaskan, tim investigasi dibentuk dan dipilih dari  penyidik militer terbaik.  "Mereka  adalah orang-orang yang memungkinkan untuk memperlancar kegiatan. Ada juga Pom daerah, juga ada dari Kopassus," kata Pramono yang sejak perwira pertama banyak berkarir di Korps Baret Merah ini.
   
Pramono mengakui sekaligus meralat pernyataan Kepala BIN Marciano Norman yang menyebut senjata dengan peluru kaliber 7,62 mm adalah senjata yang tidak lagi dipakai TNI. "Soal senjata ini harus jujur saya nyatakan bahwa 7,62 masih kami gunakan," katanya menjawab pertanyaan wartawan.
   
Mantan Pangkostrad itu menjelaskan, kaliber 7,62 mm adalah kaliber besar. "Kalau yang standar 5,56 mm produk Pindad juga kita gunakan, terutama di satuan infanteri," katanya. Sedangkan kaliber 7,62 digunakan di kalangan tertentu di TNI-AD. "Misalkan untuk sniper, karena ini bisa untuk jarak jauh dan lebih akurat,"tambahnya.
   
Dia menyebut beberapa varian yang menggunakan kaliber 7,62 mm. "Misalkan G-3, SP, dan AK 47," katanya. G-3 yang dimaksud KSAD adalah senjata serbu Heckler and Koch G3 buatan Jerman.  Sedangkan SP adalah Spetsialnyj Patron buatan Rusia. "Itu senjata masih ada yang kita gunakan, baik di kewilayahan, bantuan tempur, maupun satuan tempur. Sejujurnya, masih," kata Pramono. 






Sumber : JPNN

81 komentar:

  1. Terlepas dari kopassus atau bukan pembantai lp cebongan saya secara pribadi mendukung kasus ini..karena yg dibantai adalah memang SAMPAH yg harus dibersihkan,mudah2an ada efek jera pada para SAMPAH...hidup kopassus!!!

    BalasHapus
  2. tetep ane bangga sama kalian semua...
    preman sampah yg udh d gerogotin ama belatung *udh mati seperti itu memang harus d berantas...

    kata org betawi nyawa harus d bayar dengan nyawa...
    Jayalah TNI ku jaya terus Kopassus ku..
    saya tetap bangga kepada kalian..

    BalasHapus
  3. siapapun pelaku pembunuh yg di lapas cebongan saya mendukung, habisin aja sampah masyarakat itu, skalian habisin juga komnas ham nya. negara ini gag akan maju klo ada komnas ham!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul gan..komnas ham...tu antek2 barat..

      Hapus
  4. Dimana Komnas HAM ketika ada anggota Kopassus terbunuh kok gak berkoar-koar?????

    BalasHapus
  5. Setuju ano 07.33 dan ano yg laennya. Komas HAM harus melihat juga pelanggaran HAM dari ke 4 korban yg sdh membunuh anggota kopassus. Semua media massa juga elektronik semuanya melihat dan mengekspos hanya penyerangan lapas dan keempat korban saja,mereka hanya melihat dari satu sisi kacamata mereka tanpa mau melihat/mengekspos keluarga dari korban anggota kopassus tsb,mereka jg bs menuntut keadilan dan ham. Tentunya anak dan istrinya kehilangan kepala keluarga dan tulang punggung ekonomi keluarganya. TNI pun kehilangan prajurit berkemampuan khusus yg sulit didapat dan mahal pendidikannya.

    BalasHapus
  6. komnas HAM itu apa to? ANEHHH

    BalasHapus
  7. Yang perlu kita ketahui,bahwa setiap prajurit tni apabila dia dirumah maka keluarganya ya anak,istri,orangtua dll. Sedang kalo dimarkas ya keluarganya ya sebatalyon,sekompi,sepeleton,seregu. Komandan dan wadan adalah ortu,yang lain adalah sesaudaranya. Satu disakiti apalagi dibunuh maka saudara2nya semarkas tidak akan terima dan pasti akan membalas. Itulah rasa persaudaraan yang kuat semarkas tni yg mkn tidak diketahui awam.

    BalasHapus
  8. Bagi keluarga keempat korban jgn berharap keadilan,karena mereka sdh membunuh orang juga (anggota kopassus/intel kodam4). Lihat juga keluarga yg mereka bunuh pastinya juga punya perasaan yang sama kehilangan keluarga yang mereka cintai jg. Kalopun pelaku dari tni,akan sulit buat diungkap krn pasti akan dilindungi karena dianggap tdk salah krn yg mereka bunuh adalah pembunuh saudaranya dimarkas tni,kalopun bsa ditangkap/dipenjara,maka sidang di mahmil,terus ketok palu,masukkan penjara militer,dan saat sikon aman dah ga ada lagi urusan masalah ini maka prajurit tni trsb dilepaskan dan dikembalikan lagi ke markasnya lagi. Bereskan...

    BalasHapus
  9. penegak hukum di indonesia lagi mabok suka sliweran gak pernah ada kata jelas, yg kaya pasti menang. Yg miskin?? Udah pulang kandang.

    Ane setuju hukum alam lebih bagus dan akan terus berlaku di dunia ini.. Lebih tegas dan tak pandang bulu. Mempunyai efek jera yg paling ampuh untuk meminimalisir angka kejahatan yg mulai timbul dri awal reformasi hingga kini !!

    Pembunuh = yah harus di bunuh

    korupsi = harus mengembalikan hasil rampasanya ke negara. klo tidak?? Ya bunuh aja apa susahnya.

    Atau Penghianatan ya harus dbuang kenegara orang.

    layunya hukum di indonesia, dan suburnya para pengacara, hakim dan jaksa.
    Undang2 kamnas yg terlupakan huh ngenes uey.

    pokonya Kampretlah buat komnas HAM.

    BalasHapus
  10. sewaktu tes pengambilan sabuk hitam 1 di komplek kopassus (jadi ingat dlu)
    tmn2 ane ktauan ngerokok di kamar mandi umum tipa2 ketauan sama anggota
    di dobrak lah pintu itu sambik teriak2 di dpn muka tmn w
    * kalian ini tau aturan disini tidak??? dari awal dibilang dilarang merokok. push up 100 sekarng

    sambil push up teriak2 lagi
    * kalo kalian anggota kopassus sudah saya gampar2in semua. anggota disini sejak memakai baret 1 kali HAM sudah dicabut

    dalam hati HAM buat kopassus dicabut (sambil ketawa2 liat tmn w baru push up 50 aja dah engos2an)

    BalasHapus
  11. Setuju mas bro sob 2 ano 08:36...

    BalasHapus
  12. HAM itu Himpunan Anti Militer...
    Cobalah tengok kembali sewaktu 8 prajurit dibantai di Papua,oknum komnas HAM malah menyalahkan TNI karena dianggap kerjananya hanya kongkow2 yang kemudian menyulut kemarahan panglima TNI...
    saya setuju jika keempat orang itu dimatiin mengingat kejahatan-kejahatan sebelumnya,hanya tidak setuju dengan tempat dimatikannya keempat orang itu... karena lapas merupakan simbol dan fasilitas negara...
    siapapun oknum TNI AD yang diduga terlibat,SALUT buat mereka...karena telah melindungi rakyat indonesia paling tidak dari kejahatan 4 orang BIADAB itu....
    RAKYAT MENCINTAIMU TENTARAKU...

    BalasHapus
  13. komnas HAM,wes edan...HAMKHACAN...

    BalasHapus
  14. SEANDAINYA nanti terbukti ada oknum kopassus yang terlibat maka demi menjaga kewibawaan negara (karena menyerang lapas,bukan karena membunuh penjahat) ,mereka perlu diberi "hukuman",tapi bukan dipecat atau dipenjara,hukumannya bisa berupa tugas ke perbatasan selama kurun waktu tertentu... sangat disayangkan jika gara-gara membersihkan bumi pertiwi dari penjahat biadab,para prajurit pilihan ini dipecat...lagian bukankah selama ini paraprajurit pilihan ini sudah membela negara dengan jiwa raganya saat mereka mengemban misi-misi rahasia??? mari kita dukung tentara kita...

    BalasHapus
  15. setuju, itu hukum syariat nyawa=nyawa

    BalasHapus
  16. KOMNAS HAM gak lebih dari kerjaan antek asing, jangan biarkan kopasus dipecah belah oleh mereka.

    BalasHapus
  17. Sampah msyarakat aj di belain.. KOMNAS HAM tdk ubahny sprti sampah2 msyarakat. Ane paling muak yg nmany KOMNAS HAM. busuk,antek asing.

    BalasHapus
  18. saya pribadi bingung kenapa teman2 diatas mendukung para pelaku penembakan. saya setuju persaudaraan itu harus dijunjung tinggi dan kita harus mendukung tentara kita, tapi ingat bung, di dunia ini tidak ada yang memperbolehkan kita main hakim sendiri. bagi saya mereka yang 'membantai' tersangka di lapas itu sama buruknya dengan orang yang membunuh anggota kopasus itu, mereka layak disebut teroris karena menyerbu dan membantai orang-orang di lapas. ingat, kita ini negara hukum, dan meskipun hukum di negara kita belum sepenuhnya adil, tetap kita harus patuh sama hukum dinegara kita. ane nggak mau negara kita kayak meksiko yang dimana2 orang main hakim sendiri, pelaku penyerbu lapas ini harus dihukum seberat-beratnya, bila perlu dikeluarkan dari TNI (apabila peakunya orang TNI)..... kita ini manusia, dan seberapa buruk orang melakukan hal jahat terhadap kita, nggak ada orang didunia ini yang memberi kita hak untuk membunuh sesama.... ingat, kita ini manusia bung, ada yang membedakan kita dari mahkluk hidup yang lain. jangan sampai rasa kemanusiaan kita hilang gara2 orang melakukan hal keji ke kita atau teman kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya pribadi juga bingung penembakan terhadap tentara di papua targetnya yg gk bawa snjata api
      pengkroyokan 1vs 4 dan yg 4 bawa pecahan bitol

      klo brani 1 by 1
      jngn kroyokan

      ane tau di yogya sbagian orng timur apa krjanya
      ingat mreka pendatang
      mau di depirtasi lagi dari bumi yogya macem2 sama cah yogya???

      Hapus
  19. saya pribadi bingung kenapa teman2 diatas mendukung para pelaku penembakan. saya setuju persaudaraan itu harus dijunjung tinggi dan kita harus mendukung tentara kita, tapi ingat bung, di dunia ini tidak ada yang memperbolehkan kita main hakim sendiri. bagi saya mereka yang 'membantai' tersangka di lapas itu sama buruknya dengan orang yang membunuh anggota kopasus itu, mereka layak disebut teroris karena menyerbu dan membantai orang-orang di lapas. ingat, kita ini negara hukum, dan meskipun hukum di negara kita belum sepenuhnya adil, tetap kita harus patuh sama hukum dinegara kita. ane nggak mau negara kita kayak meksiko yang dimana2 orang main hakim sendiri, pelaku penyerbu lapas ini harus dihukum seberat-beratnya, bila perlu dikeluarkan dari TNI (apabila peakunya orang TNI)..... kita ini manusia, dan seberapa buruk orang melakukan hal jahat terhadap kita, nggak ada orang didunia ini yang memberi kita hak untuk membunuh sesama.... ingat, kita ini manusia bung, ada yang membedakan kita dari mahkluk hidup yang lain. jangan sampai rasa kemanusiaan kita hilang gara2 orang melakukan hal keji ke kita atau teman kita.

    BalasHapus
  20. Jayalah TNI....
    Jayalah Kopasus...

    BalasHapus
  21. saya lebih setuju pada saat jaman soeharto dimana POLRI diintegrasikan ke dalam tubuh TNI dibawah Satu Komando.. GAk brani macem2 pasti.

    BalasHapus
  22. Ada kemungkinan kl ada oknum tertentu atau ada kepentingan asing yg ingin menjatuhkan kopasus, karena kita tahu bahwa barat kurang menyukai eksistensi satuan elit ini.

    BalasHapus
  23. Hidup kopasus...brantas pembunuh..enak saja masuk ke rumah orang tanpa ijin....

    BalasHapus
  24. BACA SAMPAI HABIS & AMATI SECARA LOGIKA....


    http://www.facebook.com/notes/idjon-djanbi/pelaku-penyerangan-lp-sleman-adalah-aparat-kepolisian/101576636705313

    BalasHapus
  25. to bro anonymous 30 Maret 2013 09.55
    tapi lihatlah realitanya hukum di negara kita, orang yang membunuh hukumannya tidak setimpal dengan perbuatannya

    BalasHapus
  26. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  27. yah kan saya sudah bilang, hukum dinegara kita jauh dari adil, tapi ane ngga mau kita jadi kayak meksiko, dmana-mana orang membunuh sesuka hati mereka. yang penting kita itu sadar, kita itu manusia. manusia bung, bukan mahkluk hidup lain. kita harus punya rasa kemanusiaan. ane sih ga peduli dengan orang di komnas ham, tapi yang jelas kita paling nggak berlaku sebagaimana orang beradab. ane perhatiin orang sekarang semakin 'jahat', kesel sedikit sama orang langsung dibunuh atau dimutilasi. ane harap temen2 nggak jadi orang yang kayak gini, yang kemakan emosi sedikit terus berlaku biadab. ane sepenuh hati mendukung persaudaraan dan TNI, tapi kalau ada yang berlaku tidak benar, yah harus dihukum seberat-beratnya. jangan lupa juga wibawa kopasus nggak bakal hilang kalo ketauan memang anggotanya yang membunuh, asalkan kopasus melakukan tindakan yang benar.
    quote: 'understanding each other is the easiest way to obtain peace'. author unknown

    BalasHapus
  28. Komnas HAM TOLOL,,mau masuk rumah orang tanpa izin...emang dasar komnas Ham Maling antek2 asing. udah kita rame2 aja hajar bacot komnas HAM yang mimpi jadi pahlawan disiang bolong...TNI-MILITER kami rakyat kecil mendukungmu untuk membersihkan PREMAN SAMAPH masyararkat yang selalu meresahkan.jangan lupa bersihkan pula PREMAN KOMNAS HAM yang selalu berkoar and banyak bacot itu.

    BalasHapus
  29. itu semua sudah diatur oleh polisi. mau mendiskreditkan Kopassus.

    BalasHapus
  30. teerima kasih,infonya bung..
    sangat masuk akal.

    BalasHapus
  31. Preman harus nya di basmi habis jgn di plihara!!!! Komnas HAM jadikan kepentingan negara anda di atas HAM!!! sama sprti usa nembak mati osama!!! Kopasus kalo bener nyerbu sy jd kecewa kok perlu 17 orang?? Cukup 5 anggota selesai!!!

    BalasHapus
  32. Smoga dukungan rakyat pd kopassus menambah semangat mengabdi pd nusa bangsa, menjaga kehormatan NKRI dan kewibawaan Bangsa Indonesia di dunia.
    Kopassus memang hrs berwibawa dan SANGAT MENAKUTKAN bg musuh negara.
    Tidak boleh dilecehkan seperti yg tlh terjadi di jogja, palagi oleh preman... preman2 yg tlh melecehkan kopassus, tlh melecehkan TNI, tlh sangat melecehkan simbol dr kehormatan dan kewibawaan bangsa.

    BalasHapus
  33. Saya setuju ke empat pelaku pembunuh dihukum seberat-beratnya....tapi kalo bener koppassus pelakunya penyerbuaan LP saya sangat tidak setuju, harusnya mereka bisa 'mengambil gambar yang lebih besar' (pikiran lebih terbuka)....upaya mereka itu cuma solusi sesaat, tp efeknya bisa besar (efek buruknya)....satuan ini kan sudah disorot dimana-mana. Upaya main hakim ini jadi 'contoh' bagi WNI bahwa mereka bisa juga melakukan hal yang sama....saya tidak mau Indonesia jadi negara Cowboy macam afghanistan ato lebanon dulu....

    BalasHapus
  34. Bantahan anggota kopassus tentang kasus yogyakarta dibaca dicermati sedetail mungkin baca tiap kata dan tulisannya :
    http://m.facebook.com/note.php?note_id=101576636705313

    BalasHapus
  35. hey bung 09.53 ane cuma mau nanya.
    Ente dukung UUsantet atau UUkamnas?

    Sepertinya anda mengerti tentang ketahanan negara dan Hak asasi manusia.
    Moga2 saja komnasHAM tidak ada kepentingan di dlm balik kejadian lp kodokan. Dan jg tidak berlindung di balik nama HAM itu sendiri..

    BalasHapus
  36. Gadis diperkosa banyak, anak diculik banyak ga terungkap, fakir miskin kena rentenir buanyakk.. ini malah preman (penyakit) dimati'in malah di masalahin... hadoooohhh... Komnas Geblek !!

    BalasHapus
  37. Komnas HAM brengsek...kumpulan orang sok pintar sok pahlawan padahal Agen - agen Asing yang mau menghancurkan negara ini..Kopasus sekalian brantas tuh komnas HAM ama LSM...

    BalasHapus
  38. mudah2 an aja gak ada anggota tni ama polri yg terlibat.. kalo misalkan ada anggota tni ama polri yg terlibat seperti itu gila banget dah.. tar misalkan ada kesalahan trus di tegur ama atasan nya eh malem nya rumah atasan nya lagi di berondong.. kacau kalo kayak gitu...

    BalasHapus
  39. Aneh ya komnas ham itu...
    Kalo masalah ginian kok bisa langsung masuk Ngurusin ya.
    Tapi tar kalo disalahin dia bilang
    "Karena kita itu bagian dari pbb"
    Padahal Masih banyak diluar sana manusia yang kehilangan HAM'nya.

    BalasHapus
  40. Kalo aku lihat efek ke wibawaan hukum dan lambang negara yang diacak2 (ngutip omongan SBY) bener juga..
    Kalo aku jadi panglima TNI tu pangdam diponegoro tu ta pecat.. Karena G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ bisa menjaga stabilitas negara diprovinsi jawatengah...
    Why ada GPK/saparatis bersenjata menyerbu G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ tau info intelejennya.. Lahh itu di jawa looo truss kemana aja menjaga nihh NKRI.. Lah yang dipapua dan aceh bersenjata AK47 2 biji+panah aja diburu mati matian.. Kookk di JAWA.. JAWA lhoo.. Mas G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ tau..
    Terlepas tuu napi memang pantas dibantai seee.. Cuma salahnya itu tadi.. Bener2 ngrusak supremasi hukum dan lambang negara.. Itu fatalnya..

    BalasHapus
  41. Sebelum acak2 KOPASSUS ,langkahi dulu Nyawa Rakyatnya Wahai HAM antek Israel

    BalasHapus
  42. Cobaaa kalo yang meninggal TNI atau Polisi.. Mane tuh si HAM..??? Heeehhh... ane bukan orang militer, tapi ane liat, HAM selama ini emang mau bikin NKRI sengsara, kehilangan pulau,, mana tuh si HAM??? emang anggota HAM mau tuh ditempatin di pulau terluar sono, buat jaga kedaulatan and HAM para TKI/ rakyat yg diperes, diperkosa dan dibunuh??
    BUBARKAN HAM aja yuukkk???

    BalasHapus
  43. HAM muncul sebagai tukang fitnah dan asal tuduh tak berguna dan tak ada sumbangsih nya buat kemajuan negara ini, malah menyusahkan negara saja... lebih baik lembaga HAM di analisa lagi manfaat nya buat negara.. jika tidak ada manfaatnya lebih baik lembaga HAM di bubarkan saja dan di ganti jadi lembaga lain yg lebih bermanfaat buat negara...

    BalasHapus
  44. HAM adalah sekelompok orang pengangguran yang digaji dan didanai oleh Luar Negeri untuk menjadi pengkhianat bangsa agar supaya merong rong kelemahan negara dengan demikian akan melemahka negara kesatuan republik indonesia dan menghancurkan bangsa indonesia dan HAM hanya berlaku bagi aparatur pemerintahan bukan untuk preman, separatis, koroptor, pemerkosa, pengedar narkoba, pencuri, penjambret, pencopet, pembunuh, rentenir, pemutilasi dan perampok maupun terorist.

    BalasHapus
  45. Ketika TNI di menjadi korban penembakan di papua dmn komnas HAM...???
    BUBARKAN SAJA KOMNAS HAM. bentukan barat..indonesia akan smakin kacau klw komnas ham msh ada.....hidup NKRI hidup TNI

    BalasHapus
  46. BUBARKAN KOMNAS HAM PENGHIANAT BANGSA!!

    BalasHapus
  47. Gan dulu kita kena embargo itu juga gara" nih komnas ham ya??

    BalasHapus
  48. Sepertinya kopasus sedang di incar sama HAM, ham di indonesia di danai oleh asing. Jadi hati2 mereka mau menyerang sendi kekuatan negara agar negara kita lemah. Jayalah kopasus. Dukung lah kemakmuran dan kejayaan NKRI.

    BalasHapus
  49. lembaga HAM lembaga yg tidak di dukung, tidak di sukai, bahkan cenderung di cemooh oleh banyak masyarakat karena penilaian2 nya yg sangat2 tidak fair dan terlihat berat sebelah dalam beberapa kasus.. harus nya lembaga HAM ini punya rasa malu dan sukarela untuk menutup sendiri kantor nya... atau mereka dengan sukarela pindah kewarganegaraan dan tidak lagi menjadi warga negara indonesia...

    BalasHapus
  50. KOMNASHAM itu ibarat TAIK, jadi ingat komnasham ingat taik

    BalasHapus
  51. kyakny petrus, wktu jman urba d hidupkn lagi,,,gan biar preman2 yg bkin resah msyarakat pda tkut gx bkin onar lg,,,

    BalasHapus
  52. koment2 hebat..... disaat hukum tidak adil......... disaat hukum timpang berat sebelah........ disaat hukum itu buta............ disaat penegak hukum di negeri ini tidak dihiraukan.....jawabannya....... STREET JUSTICE

    BalasHapus
  53. Ganyang komnas ham bakar kantornya bakar pengkhianatnya

    BalasHapus
  54. orang2 HAM orang2 yang tersesat sadarlah kalian sebelum terlambat jgn jadi warganegara bodoh hanya karena di iming2i uang oleh negara lain kalian tertipu dan tanpa sadar kalian menggerogoti dan menghancurkan negara sendiri... ingat uang yg kalian makan itu juga ikut di makan oleh anak istri kalian merekapun turut menanggung dosa nya...

    BalasHapus
  55. wakakaka biarin aja dimampusin...mereka bukan penjahat kacangan..sudah level mafia..keluar pun akan malak lagi...maaf kata la yeeee,selama polri masih jadi institusi super korup,masyarakat dijamin gak akan simpati...tuh kasus rasyid rajasa...konspirasi rafli ahmad...rekening gendut pejabat polri...upeti di jalan raya....main pajak stnk+sim....banyak manufer korup yg gak pernah diungkap polisi...itulah makanya,sampai kapanpun tni polri akan musuhan terus....kecemburuan ekonomi pasti terjadi..sesama kapten(tni kok miskin??)...kapten polisi kok bisa hidup mewah???pikir aja sendiri

    BalasHapus
  56. TNI: damai itu indah, POLRI: damai itu 50.000. Rupiah. KOMNASHAM: segerombolan orang yang digaji dan di danai orang asing untuk melemahkan indonesia setiap ada kesalahan semakin dijual ke Luar Negeri semakin mahal harganya proyek mencari uang dengan mencari kesalahan negara tetapi kesalahan: preman, pemutilasi, pembunuh, bandar narkoba, perampok, perompak, bandar togel, bandar minuman, koroptor, pemerkosa,separatis, terorist, pencopet yang notabennya merugikan masyarakat malah pura pura buta tuh komnasham tak doain buta selamanya kami warga negara indonesia sangat tidak menghendaki kehadiran komnasham saya harapkan anda pindah kewarga negaraan diluar indonesia krn anda tidak layak jd pengkhianat bangsa dan negara INDONESIA

    BalasHapus
  57. BUBARKAN KOMNAS HAM SELAMANYA DARI BUMI PERTIWI KOMNAS HAM ADALAH BENALU BAGI NKRI..HIDUP TNI MATILAH KOMNAS HAM..

    BalasHapus
  58. kenapa para petinggi TNI tidak pandai ???? sehingga harus nampak terseret alur yg di buat polisi....kok tni kalah trik dan intrik dgn palisi sehinnga tni ( kopassus) seperti sudah jadi tersangka hanyak dengan praduga..bukankah polisi juga punya satuan elit yg kemampuannya hampir sama dengan kopassus...dalam trik seperti ini polisi bisa lebih jahat ..kalau dgn peluru cal 7,6 saya rasa itu proyektil yg banyak beredar .dan bagaimana kalau polisi yg melekukan ini ? dengqn memakai senjata2 sitaan .dalam terik politik bisa saja supaya polisi tetap berada di bawah ketiak presiden sehingga alur hukum bisa di kendalikan.. dan kalau memang kopassus yg lakukan kok tidak sailent amat..jadi sy rasa ini bukan kopassus ...dqn kalaupun itu itu terjadi saya setuju dan bravo kopassus dan sasaranya masih banyak terutama dalam polisi itu sendiri..dan ini juga efek dari ketidak adilan hukum yg dijalankan oleh oknum2 polisi sendiri .ini riak kecil dan buah pahitnya..tni yg sibuk mempertahankan negara makan tulang dan plisi yg seperti kucing penunggu rumah makan dagingnya..polisi adalah kucing penunggu rumah di bwh ketiak presiden.

    BalasHapus
  59. baru kali ini komen pd kompak...
    Hidup TNI...!!!
    Hidup Kopasus...!!!
    Bubarkan Komnas Ham...!!!

    BalasHapus
  60. Komnas HAM.. Makanan ala mana itu?? Giliran ada korban aparat keamanan diem aja, giliran sampah yg mati ribut cari2 kesalahan aparat. Org2 Komnas HAM mending hidup di negera pembuat'y aja sana g ush di Indonesia, gak ada manfaat'y.

    BalasHapus
  61. Dan halaman facebook Idjon jambi telah diblokir..
    maka akan timbul pertanyaan ADA APA dan KENAPA?

    BalasHapus
  62. banyak mulut saja kau!!!!!!!
    diam aja lo dripada sok SUCI!!!!!!!!!!!!

    BalasHapus
  63. KOPASSUS Rakyat dukung,
    KOMNAS HAM tempat orang-orang MURAHAN & gak punya HARGA DIRI,
    KOMNAS HAM MUNAFIK & MATI SANA!!!!!!!!!!!!

    BalasHapus
  64. Kenapa kalian benci sekali pada polisi? Tidak semua polisi jahat, masih banyak sekali yang baik. Sebaliknya, tidak semua tni baik, yang jahat pada rakyat juga banyak. Yang pasti, polisi dan tentara adalah 2 organ yang harus dimiliki sebuah negara. Harus diakui masih banyak yang harus dibenahi dalam aparatur kita, mari kita dorong agar mereka semua kadi lebih baik. Satu hal yang perlu kita introspeksi, aparat itu lahir dari mana? Apa ujug-ujug datang dari langit? Tidak kan? Mereka lahir dari masyarakat juga. Pertanyaannya, kenapa aparat yang notabene lahir dari masyarakat itu banyak yang kurang berkualitas? Jangan-jangan masyarakatnya juga kurang berkualitas?

    BalasHapus
  65. Kadang jadi bingung ndiri sama negri ini...???

    BalasHapus
  66. kalo pengen polisinya berkualitas, tingkatkan dong kualitas pendidikan saat penerimaan, dan melewati penyaringan secara ketat.

    BalasHapus
  67. KOPASSUS, AKU RAKYAT INDONESIA SELALU BERSAMAMU...
    BUNGKAM HABIS ANTEK- ANTEK ASING YANG MENGHAMBAKAN DIRI DEMI DOLLAR...

    BalasHapus
  68. Turun dari Gunung Lawu, Oknum Kopassus Geram Ada Pembunuhan Serka Heru
    Nur Khafifah - detikNews
    Jakarta - Oknum Kopassus U menjadi tersangka utama. Dia menjadi eksekutor dalam pembunuhan 4 tersangka kasus pembunuhan Serka Heru Santoso. U turun dari Gunung Lawu lokasi latihan bersama rekan-rekannya.

    "Jadi secara singkat saja, beberapa orang ini sedang latihan di Gunung Lawu, kemudian dapat kabar berita ada salah satu anggota Kopassus meninggal karena dikeroyok, dibunuh secara biadab," jelas Ketua Tim Investigasi Wadan Puspom AD Brigjen TNI Unggul K Yudhoyono.

    Hal itu disampaikan Unggul dalam jumpa pers di Kartika Media Center, Jl Abdurahman Saleh, Jakpus, Kamis (4/4/2013).

    Mereka pun membawa senjata api dari tempat latihan. "Karena rasa jiwa korsa yang tinggi, dia secara spontan bereaksi turun ke bawah mengajak sebagian teman-temannya, tidak semua," terangnya.

    Unggul menegaskan, karena jiwa korsa yang tinggi, apaagi mendengar terjadi penganiayaan secara tragis dan brutal, sehingga itu yang mereka lakukan.

    "Sementara itu yang saya temukan belum ada unsur perencanaan," tegasnya.

    BalasHapus
  69. KOMNAS HAM pernah sekolah dak to, kok gak punya sopan santun babar blassss, masuk rumah orang blundas blundus emang kamu tu siapa??? antek asing ya???????????

    BalasHapus
  70. Setuju bantai tu preman yang sampah, kalau perlu terapkan UU ketertiban seperti jaman Era Bapak Sudomo Menteri Ketertiban dan Keamanan. Hidup Kopassus Hidup TNI“Ganyang Saja Komnas HAM yang antek barat yang mau memecah Belah NKRI" Hutang Nyawa di bayar Nyawa Hutang Darah Di Bayar Darah. Kami Putra Dan Putri FKPPI selalu mendukungmu demi Harga Diri TNI dan NKRI

    BalasHapus
  71. KOMNAS HAM = TAIKKKK

    BalasHapus
  72. setuju!!! anggap aja anjing yang menggonggong!!! banyak teriak lempar batu aja!!!.

    BalasHapus
  73. gugur satu Sersan Heru Santosa, tumbuh seribu Sersan Heru Santosa...Hidup TNI, Jayalah Kopassus

    BalasHapus
  74. ANGGOTA KOMNAS HAM DI BANTAI SAJA PAK, KOMNAS HAM ITU BUSUK DAN MENJIJIKKAN................HAM BERPOTENSI MENGHANCURKAN NEGARA

    BalasHapus
  75. LEMBAGA YG BERNAMA HAM ITU PERSONIL NYA LEBIH DARI MALING2 DAN PENGKHIANAT NEGARA TULEN......................

    BalasHapus
  76. komnas HAM adalah sampah negara harus di musnahkan

    BalasHapus
  77. komnas HAM itu produk amerika yg kerjaanx cuman buat bongkar rahasia negara dan mengintimidasi TNI...komnas HAM taiii...

    BalasHapus