Jumat, Februari 01, 2013
14
JAKARTA-(IDB) : Sesuai instruksi Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, TNI AL akan memperketat pengamanan di Laut Natuna. Pengamanan di perairan Natuna merupakan penguatan untuk mengatasi konflik yang semakin meningkat di Laut China Selatan. "Eskalasi di Laut China Selatan dan Laut Sulawesi meningkat," kata Kepala Staf TNI AL (Kasal), Laksamana Madya Marsetio, di sela-sela Rapat Pimpinan TNI AL di Mabes TNI AL Cilangkap, Jakarta, Kamis (31/1).

Untuk pengamanan di perairan Natuna, TNI AL bahkan meminta Armada RI Kawasan Barat mengalihkan pengawasan dari Selat Malaka ke Natuna. Natuna merupakan perairan yang sangat dekat dengan Laut China Selatan sehingga potensi konfliknya semakin besar.

Menurut Kasal, mengingat sangat pentingnya pengamanan di perbatasan Laut China Selatan, Rapim TNI AL menghadirkan Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional, Kementerian Luar Negeri, Linggawati Hakim. "Beliau banyak berbicara tentang diplomasi perbatasan," ujar dia.

TNI AL juga mengundang Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan, Badan Nasional Pengelola Perbatasan, Triyono Budi Sasongko. Triyono banyak berbicara mengenai pengelolaan wilayah perbatasan. Marsetio mengatakan kehadiran perwakilan dari perwakilan Kemlu dan BNPP itu sangat diperlukan untuk menyatukan pengetahuan para perwira mengenai perkembangan di perbatasan, khususnya di Laut China Selatan dan Blok Ambalat.

Sebelumnya, Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, menyatakan semenjak China mengklaim sembilan titik daerah penangkapan ikan tradisional di sekitar Laut China Selatan, TNI bersiaga. "Kita perlu hati-hati menyikapi klaim tersebut. Jangan sampai berubah menjadi klaim wilayah," jelas Agus.

Indonesia sebenarnya sudah melayangkan nota protes ke Pemerintah China soal klaim tersebut, namun belum ada tanggapan. Akan tetapi, Agus menyatakan, hingga kini, patroli TNI di kawasan itu belum menemukan kembali kapal China yang menangkap ikan di perairan Natuna. Meski begitu, pemerintah tetap berkomitmen membangun sistem pertahanan di Laut Natuna.

"Kita akan memperkuat TNI AL, TNI AD, dan TNI AU di sana," ujar dia. Di sisi ekonomi, pemerintah juga membangun fasilitas perikanan di sana bekerja sama dengan negara ASEAN lain. 




Sumber :  KoranJakarta

14 komentar:

  1. yang patut diwaspadai tu malayshit.. cina gak akan ganggu teritory indonesia...percaya deh.. cina bisa mpe agresif karena paman sam campur tangan.. hub indonesia - cina baik baik aja. cina bukan negara agresi..cuma amrik dan sekutu busuknya itu yang serakah. termasuk malay... bangsa alay... banyak jablay...

    BalasHapus
  2. "Untuk pengamanan di perairan Natuna, TNI AL bahkan meminta Armada RI Kawasan Barat mengalihkan pengawasan dari Selat Malaka ke Natuna".

    Saya harap para pengambil keputusan TNIAL tidak lalai. Ada yg perlu di ingat pak! waktu konfrontasi malingcia dan masuknya ausie di wilayah bagian timur JANGAN SAMPAI KITA KECOLONGAN LAGI dan jangan lupakan wilayah timur !!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beres, apa yg anda kawatirkan sudah ada di dalam perencanaan jadi nggak usah ribut, nanti tak ajak berlayar begitu lewat garis khatulistiwa nanti tak mandiin pakai sabun Ijo dan kramas olie setelah itu tak guyang dg air laut sampek tili-tili, biar tambah dewasa dan tambah sehat serta mau kerja keras. Malingshit dan konconya Aussie itu masalah " Mijet wohing Ranti" yang penting doain agar anggarannya tambah in yang buuuuunyaaaaaakkkk, nanti Mbahku akan nambah kapal Destroyer kelas Kirov 12 unit, baru greesss dan 3unit kapal induk kelas Moskva 3 unit lengkap dg pespur dan helikopternya. Sekarang main lagi sana, ya jangan nakal lagi dan kolokan.

      Hapus
    2. Kirov kuwi rencanane kapan ? Itu rencana bener apa cuman mimpi kita ?

      Hapus
  3. Yang berbahaya dan harus diberi reaksi tegas ialah: karena semua pergerakan (dalam wacana diplomasi), dimulai dengan alasan titik penangkapan ikan nelayan tradisional, nanti ditingkatkan dengan “Melindungi para nelayan tradisional” disusul dengan membangun alur logistic, pengamanan logistic. Tahap berikut ialah “kehadiran pernamen” kekuatan asing ditempat itu. Dilanjut dengan monitor dan kontrol setiap kapal yang lewat oleh KA, Semua itu terjadi tanpa klaim wilayah, tapi kehadirannya sangat harus ditolak.
    Klaim wilayah tanpa menunjukkan muscle ya ndak ada gunanya. Indonesia dijajah segitu lama, siapakah pemilik wilayah? Ya tetap para raja-2 boneka itu, tapi tiap gerakan mereka di/terpaksa harus minta bantuan si penjajah. Dan penjajah itu mampu mempertahankan keberadaannya berabad-abad

    BalasHapus
  4. Politik internasional yg dikembangkan dari ideologi suatu negara berjalan dinamis, artinya klaim Cina atas 9 titik itu wajib diwaspadai sbg agresivitas negera Cina di Asia yg bisa memancing konflik kawasan. Kehadiran armada ke 7 AS diperlukan setidaknya untuk menjaga kawasan aspak stabil dari terpicunya perang besar.Walau demikian keberadaan Cina dan AS tetap harus diwaspadai oleh Indonesia dgn menempatkan kepentingan nasional diatas segalanya.

    BalasHapus
  5. sok tau kabeh..., padahal otake neng dengkul....
    ckikikikik...

    BalasHapus
  6. sam turun si rusky jg pasti ikut turun apalagi si taepodong udah siap ancang ancang mau nyerang si sam.
    yah kalo emang sampe negara ini harus ikut turun juga kemedan laga. Kita doakan saja supaya agaran alusista ga ada yg macet lagi..
    Boleh juga tu cruiser sama si induk Hi hi hi hi hi

    BalasHapus
    Balasan
    1. si rusky turun gk secara lngsung gan

      Hapus
    2. ya mmg ga secara langsung karna ada acaman dari eropa yg ingin mengunci mati si rusky..
      Inget rudal patriot yg ada di turky ga??
      Itu belum nemu titik terang lho..
      Tunggu aja tgl mainya gan

      Hapus
  7. yulius Fry : yang di kawatirkan bukan malaysia akan tetapi australia dan selandia baru mereka itu doiam-diam menghancurkan dari dalam dengan meng adu domba . . .contoh kasus timur-timor..

    BalasHapus
  8. sama saja gan Australi,selandia baru,malonte...
    mereka kan sama2 negara anjingnya mama ely...
    gede doank keliatane tapi berdiri sendiri ae gak sanggup,pa lagi Malonte tuh

    BalasHapus
  9. ahh malon bacot doang gede liat tuh si najib di telanjangin sama tuan britis
    http://www.bvog.com/?post=IDHlqRhWCxZnrsGr0

    BalasHapus
  10. Jangan bodohh nanti senjata makan tuan nuduh cina arogan protes segala...???cina patut di tiruuu kita nkri claim semua sabang sampai maurokee kekuasaan saman majapahit dan sriwijaya ,tidak main lewat main slundup senjata buat pembrontak selama ini jadi menthor penghancuran nkri itu diplomasion yataaa kedepan ,dan igat pulaaa nkri 1998 hampir hancur cina bantu ,rusia bukan sekutu .jangan buta tuliii hanya kepentingan sesaat atau minta dukungan kekuasaan selama ini pemerintah lakukan !!!!!

    BalasHapus