Kamis, Februari 07, 2013
11
JAKARTA-(IDB) : Langkah Indonesia mengupayakan perdamaian di kawasan Laut China Selatan akan didengar Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle yang mengungungi Indonesia pada 10-11 Februari mendatang, kata Duta Besar Jerman untuk Indonesia Georg Witschel.

"Kami percaya Indonesia telah melakukan pekerjaan istimewa dan apa yang kami lihat adalah banyak sekali kesepakatan untuk mengurangi konflik (di kawasan Laut China Selatan) atau sengketa teritorial yang mungkin terjadi," kata Witschel dalam jumpa pers di Kedutaan Jerman Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan Menteri Westerwelle akan membahas isu kawasan Laut China Selatan bersama Menteri Marty Natalegawa dan Sekretaris Jenderal ASEAN Le Luong Minh.

"Saya kira menteri kami akan bertanya ke Menteri Marty tentang posisi ASEAN dan China terkait tata perilaku (di Laut China Selatan). Jadi, itu adalah proses pembelajaran," kata Witschel.

Jerman, menurut Witschel, akan mendengar dan belajar dari Indonesia mengenai hubungan ASEAN - China dan hubungan intra-ASEAN dengan China.

"Kami menghargai (posisi Indonesia) dan mendengarkan, tapi kami tidak dapat membantu secara aktif. Kami telah tahu tentang klaim wilayah yang terjadi di Laut China Selatan. Kami tidak terlibat dan tidak memihak dalam sengketa itu," kata Witschel.

Menteri Luar Negeri Jerman diperkirakan akan membahas pula isu ekonomi, G20, Suriah, Mali, nuklir Iran, dan Palestina. 




 Sumber : Antara

11 komentar:

  1. saya lebih ngarep dikasih bantuan teknologi militer ke indonesia berupa pengembangan MBT setidaknya setingkat K2 korea, serta ToT Amunisinya, klw bisa ditambah teknologi Kapal Selamnya :p

    daripada ngebahas isu Suriah, Mali, Iran, dan Palestina.

    gak ada untung atau ruginya coz Indonesia gak punya hubungan dagang yang sangat besar dengan mereka ber4

    BalasHapus
  2. Yoi bener bro.....fokus perkuat pertahanan dan ekonomi dulu...baru kita bisa bicara dan benar2 didengar di dunia internasional...

    BalasHapus
  3. Denger doang?? nggak apa-apa deh. Kalo denger doang kan nggak pake TOT kan? hihihi....

    BalasHapus
  4. Gagahkan dulu INDONESIA klau udah gagah baru bicara,klau kita mau di denger dan hormati negara lain (salam sejahtera untuk semua)

    BalasHapus
  5. kedatangan Leo jangan di undur-undur lagi pastinya...

    BalasHapus
  6. Indonesia gak bodo-bodo amat, untuk menjadi terkuat dalam pertahanan, tidak harus dengan perkuatan alutsista terlebih dahulu, bisa dengan diplomasi, sehingga pihak luar negeri bisa lihat Indonesia bersungguh-sungguh dalam perdamaian dunia, bukan sebagai negara pemicu perang, so tentu berdampak jangka panjang bagi industri pertahanan indonesia, pelan tapi pasti dengan adanya lobi2 tingkat tinggi tersebut, bisa memperoleh kepercayaan dalam memproduksi alutsista dari negara2 produsen tersebut. jadi jangan diliat dari segi negatifnya (mampu beli doang), tapi diliat juga aspek positif jangka panjangnya.........hari ini marder, siapa tau besok kapal selam ato kapal permukaan.

    BalasHapus
  7. Jerman tak sombong, masih mau mendengar dan belajar tentang hubungan negara-negara ASEAN dan China.
    Salut buat Jerman, seharusnya kamilah yang belajar pada Anda, maka ajarilah kami untuk menjadi negara besar & maju seperti negara Anda.
    Tq pak. Salam Damai Sejahtera buat umat manusia.

    BalasHapus
  8. Insyaallah tidak ada jurus undur undur dalam penyambutan mbt.

    BalasHapus
  9. Lupa, ya kita sudah pernah diberi lisensi dari pabrik kapal Lursen, Jerman untuk prdoksi kapal cepat rudal FPB -57 dan untuk BC dan Polisi FPB-28.
    Sekarang sudah nggak pernah diproduksi lagi, bosen ngkali, ya.
    Banyak SDM bidang teknologi perkapalan yg lulusan Jerman, dan pesawat terbang, sekarang mereka sudah uji coba pesawat yg mampu terbang sea skimmer, Marder mah nggak ada apa2-nya, Dul, karena yg jago membuat blue print tank itu ya, PT PINDAD. bravo, PINDAD!!!
    Marder, mah.....preeetttt!!!

    BalasHapus
  10. yo wis gak apa2, yang penting judule Jerman udah kasih ilmu dan kita yang kembangin sendiri. Banyak syukur dan mau belajar teruz...sampai titik darah penghabisan.

    BalasHapus