Senin, Oktober 01, 2012
0
kasum-subJAKARTA-(IDB) : Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Marsekal Madya TNI Daryatmo, S.IP., mewakili Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., secara resmi membuka latihan Penanggulangan Teror (Gultor) TNI ke-7 tahun 2012, di Lapangan Ahmad Kirang Sat-81 Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2012). 

Latihan Gultor tersebut berlangsung mulai tanggal 11 – 17 Oktober 2012, dengan melibatkan 164 personel TNI, terdiri dari Den-81 Kopassus 72 orang, Den Jaka Marinir 50 orang, serta Den Bravo Paskhas 42 orang.


Tujuan dari latihan Gultor ini, untuk mengetahui sejauh mana kesiapan antara Pasukan Khusus TNI (Kopassus) dengan Pasukan Elite TNI lainnya (Den Jaka dan Den Bravo) dalam melaksanakan penanggulangan aksi terorisme yang dilaksanakan melalui operasi bersama, serta peningkatan kemampuan tempur untuk melaksanakan latihan bersama yang dipadukan secara sitematis dan terintegrasi, sehingga elemen masing-masing matra dapat terakomodir dalam suatu bentuk pelaksanaan operasi.


Panglima TNI dalam amanatnya menyampaikan bahwa latihan penanggulangan teror pada hakekatnya merupakan salah satu upaya untuk menyiapkan satuan Gultor TNI dalam menghadapi kemungkinan terjadinya aksi terorisme di tanah air, dalam rangka menjaga dan menjamin keamanan, ketenteraman, serta keselamatan masyarakat guna mewujudkan stabilitas nasional.

Terkait dengan pelaksanaan latihan kali ini, analisis terhadap segala perkembangan tersebut sangat dibutuhkan bagi kepentingan pembentukan realisme latihan Gultor maupun bagi kepentingan pengumpulan data dalam rangka mengantisipasi kemungkinan terjadinya tindakan terorisme berikutnya. 

Oleh sebab itu, penyelenggaraan latihan satuan Gultor TNI perlu dikembangkan, baik untuk meningkatkan kemampuan individual maupun satuan, khususnya kemampuan penyediaan data dan analisis, dihadapkan kepada perkembangan fenomena yang ada.

“Kata kunci yang perlu dipedomani adalah keterpaduan dan koordinasi  serta komunikasi antar matra dan dengan segenap institusi terkait. Semakin kuat jalinan ketiga kata kunci tersebut, maka akan semakin efektif dalam mengatasi rencana, dan dampak dari aksi terorisme”, kata Panglima TNI.


Sebelum mengakhiri amanatnya Panglima TNI memberikan beberapa penekanan dalam pelaksanaan latihan: 

Pertama : 
Dari aspek strategis latihan satuan Gultor TNI ke-7 tahun 2012, kiranya dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, guna menyempurnakan dokumen strategis yang bersifat operasional bagi TNI dan menuntut keterpaduan, koordinasi serta komunikasi yang saling mendukung di antara sesama satuan penanggulangan teror. 

Kedua :
Dari aspek operasional latihan, kiranya kesempatan ini dapat dijadikan sebagai sarana untuk menguji prosedur dan mekanisme operasi terpadu, dalam menanggulangi aksi terorisme. 

Ketiga :
Dari aspek taktik dan teknik, latihan ini dapat dijadikan sebagai aplikasi prosedur tetap dan tolok ukur terhadap kemampuan TNI dalam mengaplikasikan doktrin operasi penanggulangan terorisme.

Keempat : 
Dari aspek manajerial, latihan ini dijadikan media untuk menguji analisis data terkait kemungkinan terjadinya variatif modus aksi terorisme, mengevaluasi efektivitas perlengkapan yang digunakan serta menilai kemampuan teknis, taktis, respon dan naluri setiap personel yang terlibat, dan Kelima, dari aspek psikologis, latihan ini dijadikan sebagai momentum yang sangat strategis dalam membangun jalinan emosional dan spiritual yang kuat dan harmonis, serta semangat kebersamaan dan keterpaduan sebagai sesama satuan TNI dalam mendukung tercapainya tugas pokok TNI.





Sumber : Poskota

0 komentar:

Posting Komentar