Selasa, Juli 26, 2011
0
BELITUNG-(IDB) : Enam pesawat tempur TNI AU menembakkan rudal di Belitung Timur, Selasa (26/7). Seorang pilot tertinggal dalam penyerbuan itu.

Komandan Lapangan Udara Tanjung Pandan Letnan Kolonel Penerbang Fredy Harianto mengatakan, penembakan itu bagian dari rangkaian acara penutupan Operasi Jalak Sakti 2011. Operasi itu merupakan latihan gabungan Komando Operasi 1 TNI AU. "Ada skenario penyerbuan dan penyelamatan," ujarnya di Belitung Timur.

Skenario penyerbuan melibatkan 6 pesawat tempur dan 6 pesawat angkut. TNI AU mengerahkan enam Hawk untuk menembakkan rudal ke lapangan latihan di Desa Puding, Belitung Timur. Rudal pertama dijadwalkan ditembakkan pada pukul 07.56 WIB.

Tiga pesawat C-130 H dan tiga pesawat angkut ringan lain seperti CN-235 buatan PT Dirgantara Indonesia juga terlibat dalam skenario penyerbuan. Pesawat-pesawat itu akan mengangkut pasukan penerjun.

Dalam skenario penyerbuan, ada beberapa pilot dan prajurit tertinggal. Karena itu, disiapkan penyelamatan. Sementara dalam skenario penyelamatan, dikerahkan 2 Hawk, 3 Hercules C-130 H, dan 1 CN-235. Hawk akan menjadi pesawat pengawal.   

Sumber: Kompas

0 komentar:

Posting Komentar