Senin, September 01, 2014
0
SEMARANG-(IDB) : TNI AD dan US Army menggelar latihan bersama (Latma) dalam sandi Garuda Shield atau Perisai Garuda. Latihan ini melibatkan personel dari berbagai kecabangan di angkatan darat, termasuk Penerbad.

Latihan bersama Garuda Shield-8/2014 digelar dari tanggal 1-23 September mendatang di Semarang untuk Aviation Exercise. Sedangkan di Asembagus Situbondo untuk Ground Force Exercise yang dirangkai dengan Calfex (Combined Arms Life Fire Exercise) dari tanggal 23 hingga 29 September.

Pembukaan Latma Garuda Shield-8/2014 di Semarang, Senin (1/9/2014) ini dipimpin Danpuspenerbad Brigjend TNI Benny Susianto dengan ditandai penyematan wing kepada perwakilan personel TNI AD dan US Army yang berlangsung di Lanud Ahmad Yani.

Komandan Latihan Letkol CPN I Made Ardana menyebutkan Latma Garuda Shield melibatkan 207 personel dari Penerbad dan 103 personel US Army Aviation dengan menggunakan 15 unit helikopter terdiri 4 Bell-412, 2 BO-105, 2 MI-35, 1 MI-17V5, 4AH-64 Apache, 1 UH-60 Black Hawk dan 1 HH-60 Black Hawk.

Materi Aviation Exercise meliputi penginataian udara, bantuan tembakan, manuver mobilitas udara dan evakuasi udara.

"Latihan bersama Garuda Shield ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta latihan sesuai modul pelatihan yang berlaku di PBB," jelas Letkol CPN I Made Ardana, Senin (1/8/2014).

Selain itu, Latma Garuda Shield juga diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi peserta latihan untuk dapat melaksanakan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB maupun dalam melaksanakan tugas-tugas negara yang berhubungan dengan operasi penerbangan.

"Latihan bersama ini selain untuk meningkatkan profesionalisme keprajuritan dan interoperability di antara peserta juga diharapkan dapat meningkatkan kerjasama, saling percaya dan persahabatan," kata KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutannya yang dibacakan Danpuspenerbad Brigjen TNI Benny Susianto, Senin (1/9/2014).

Menurutnya, dalam pelaksanaan Latma Garuda Shield tahun ini difokuskan pada materi operasi perdamaian dengan metoda gladi posko (Command Post Exercise).

Kemudian melaksanakan latihan geladi lapang (Field Training Exercise) dengan materi operasi lawan insurjensi.

Yang ketiga, materi perawatan dan evakuasi kesehatan. Dan yang terakhir adalah latihan bersama personel Penerbad dalam operasi taktis dan menembak bantuan udara. 




Sumber : Sindo

0 komentar:

Posting Komentar