Sabtu, Agustus 02, 2014
0
Lima Anggota OPM Tewas

PAPUA-(IDB) : Lima anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas dalam baku tembak dengan TNI di Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Jumat pagi sekitar pukul 11.00 WIT.

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua ketika dikonfirmasi wartawan via telepon seluler Jumat siang membenarkan peristiwa itu.

"Memang benar ada penembakan di Lanny Jaya. Lima OPM tewas ditembak dan dua anggota kami terserempet peluru," katanya.

OPM Hadang TNI Sebelum Baku Tembak Di Lanny Jaya

Sekelompok anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) menghadang pasukan gabungan TNI yang sedang bergerak di Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Papua, Jumat sekitar pukul 11.00 WIT hingga terjadi baku tembak.

Pasukan gabungan yang terdiri dari anggota Kodim 1702/Jayawijaya, Yonif 756/Wi Mane Sili, Satuan Tugas Perbantuan, dan Denintel yang dipimpin oleh Dan Yonif 756/Wi Mane Sili dihadang OPM saat sedang menuju Pos Kotis Lanny Jaya.

Ketika itu pasukan gabungan TNI sedang akan mengejar kelompok OPM Enden Wanimbo, Rambo Wenda, dan Purom Okiman Wenda. Mereka kemudian dihadang OPM di Distrik Pirime hingga terjadi baku tembak dan dua anggota TNI terkena tembakan.

Salah satunya mengenai anggota Yonif 756/Wi Mane Sili, Pratu Rohman, dan lima anggota OPM juga tertembak.

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua ketika dikonfirmasi wartawan Jayapura via telepon seluler Jumat siang membenarkan peristiwa itu.

"Memang benar ada penembakan di Lanny Jaya. Lima OPM tewas ditembak dan dua anggota kami terserempet peluru," katanya.

Hingga berita ini ditulis, Christian mengatakan baku tembak antara pasukan gabungan TNI dan anggota OPM wilayah Lanny Jaya masih berlangsung.

Sementara itu, dalam pernyataan via telepon seluler kepada wartawan di Jayapura, Enden Wandikbo dan Porum Wenda membantah jika ada anak buahnya yang tertembak.

"Tidak ada yang tewas kena tembak. Tapi honai (rumah adat) kami yang dibakar oleh TNI," kata mereka.

Anggota TNI Pratu Rois Dievakuasi Ke Jayapura

Anggota Batalyon Infantri 756/Winame Silli, Wamena, Pratu Rois, yang terluka dalam baku tembak TNI dengan anggota Organisasi Papua Merdeka, Jumat siang dievakuasi ke Jayapura.

Pratu Rois dilaporkan terkena serpihan peluru saat kontak senjata dengan kelompok bersenjata di Pirime, Kabupaten Lanny Jaya.

Pratu Rois dievakuasi menggunakan helikopter langsung dari Tiom, ibukota Kabupaten Lanny Jaya.

Pratu Rois Akan Dioperasi Di Marthen Indey

Pratu Rohman alias Rois, anggota Yonif 756/Wimane Silli Wamena yang terluka dalam baku tembak dengan anggota OPM di Pirime, Lanny Jaya, Papua, sedang menjalani rontgen untuk persiapan operasi di Rumah Sakit Marthen Indey Jayapura.

"Korban sudah di Marthen Indey. Dan dalam perawatan intensif," kata Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Letkol Rijkas Hidayatullah, Jumat.

Pratu Rohman atau Rois terluka dalam baku tembak antara TNI dengan OPM di Lanny Jaya pada Jumat pagi sekitar pukul 11.00 WIT.

Pasukan gabungan TNI dihadang oleh sekelompok anggota OPM di Distrik Pirime hingga terjadi baku tembak.


Penembakan Terus Berulang, Pembangunan Lanny Jaya Bisa Terhambat


Bupati Kabupaten Lanny Jaya, Befa Yigibalom, mendesak aparat TNI-Polri untuk segera memulihkan keamanan dan ketertiban masyarakat menyusul meningkatnya gangguan dari kelompok kriminal bersenjata di Kabupaten Lanny Jaya.

Dia khawatir jika keadaan tersebut berlanjut akan menghambat misi pembangunan jangka pendek dan jangka panjang Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya.

“Aparat TNI-Polri tak usah takut HAM. Ini masalah kemanusiaan. Mana yang lebih penting, masa depan atau semua orang Papua mati karena miskin, bodoh, dan karena penyakit? Apakah dengan menembak aparat akan langsung merdeka?” kata Befa yang ditemui di Jayapura, Jumat (1/8/2014).

Saat ini, pemerintah dan warga Lanny Jaya sedang giat-giatnya membangun, tetapi terganggu oleh aksi dari kelompok kriminal bersenjata. Menurut Befa, warga marah karena aksi kelompok bersenjata itu biadab dan tidak mencerminkan adat orang Lanny Jaya, terlebih karena dilakukan oleh orang-orang yang berasal dari luar Lanny Jaya.

“Orang-orang itu berasal dari Puncak Jaya yang difasilitasi oleh seorang warga Distrik Pirime, Enden Wanimbo. Tindakan mereka tidak mencerminkan adat warga Lanny Jaya. Orang yang sudah mati, tak boleh diserang lagi,” ungkapnya.

Menurut Befa, Enden Wanimbo berstatus pegawai negeri sipil sebagai guru di salah satu sekolah di Pirime. Namun, dia mengaku pemerintah kabupaten tak bisa berbuat banyak karena khawatir jika ditindak maka kelompoknya akan membuat keonaran.

“Saya menduga banyak warga yang ikut-ikutan dengan kelompok ini karena anggota kelompok ini hidup membaur dengan masyarakat. Mereka berpropaganda ketika merdeka akan ada kehidupan baru,” tutur Befa.

Senada dengan Befa, ditempat berbeda Ketua DPR Papua, Deerd Tabuni juga menyampaikan kecaman terhadap aksi penyerangan oleh kelompok kriminal bersenjata yang menewaskan 2 anggota Polisi, Senin lalu.

Putra asli asal Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, ini mengaku sejak beberapa tahun terakhir tidak ada lagi pergerakan warga menuntut kemerdekaan di wilayah mereka.

“Di Lanny Jaya, daerah kami yang menjadi pusat gerakan melawan aparat, tapi sejak beberapa tahun terakhir sudah tenang. Saya yakin pelakunya bukan warga Lanny Jaya,” ungkap Deerd.

Deerd mengaku setuju dengan rencana pengejaran aparat kepolisian dibantu TNI terhadap kelompok kriminal bersenjata tersebut. Menurut dia kelompok tersebut sudah meresahkan warga dan mengganggu aktivitas pembangunan di wilayah Lanny Jaya.

“Sebelumnya harus diadakan pertemuan antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dengan pejabat distrik dan kampung. Dari situ akan diperoleh informasi keterlibatan warga yang memfasilitasi keberadaan kelompok ini. Mereka juga harus ditangkap,” tegas Deerd.



Sumber : Antara

0 komentar:

Poskan Komentar