Selasa, Agustus 12, 2014
0
MANILA-(IDB)Departemen Pertahanan Filipina akan mengeluarkan dana 2,5 miliar Peso, untuk amunisi bagi dua frigat yang diakusisi oleh Angkatan Laut Filipina.

Menurut beberapa pejabat keamanan, Asisten Menteri Pertahanan Patrick Velez telah memutuskan untuk memisahkan pembelian amunisi dari proyek akuisisi kapal perang, untuk menghindari aturan pembatasan senjata internasional.


“Akan ada dua (proyek). Akuisisi persenjataan akan diperlakukan sebagai proyek terpisah, “kata Velez dalam sebuah wawancara baru-baru ini kepada The STAR.


“Anda tidak bisa menggabungkan bagian/ porsi ofensif dengan pembangunan kapal yang sedang dilakukan saat ini. Amunisi itu membutuhkan sekitar 2,5 miliar Peso,”tambahnya.


Velez mengatakan mereka tidak bisa menyerahkan proyek pengadaan amunisi/ rudal tersebut, kepada galangan kapal yang tidak memproduksi rudal.


Sebelum kendali itu muncul, maka tim dibagi menjadi dua. Proyek akuisisi kapal dengan anggaran yang disetujui 18 miliar Peso, dipisahkan 2,5 miliar Peso untuk persenjataan kapal.


Sekarang bahwa proyek telah dibagi menjadi dua dan anggaran untuk dua kapal menjadi 15,5 miliar Peso.


Sumber STAR mengatakan Departemen Pertahanan akan melakukan tender terhadap pengadaan amunisi, untuk memastikan bahwa persenjataan yang dibeli, kompatibel dengan kapal.


Pejabat Pertahanan akan menyelesaikan diskusi teknis untuk proyek ini dan pengadaan tender dilakukan tahun ini.


Sebanyak enam perusahaan telah memenuhi syarat untuk mengajukan tawaran untuk proyek tersebut. Mereka adalah Navantia Sepi (RTR Ventures) dari Spanyol, perusahaan asal Korea Selatan STX Offshore & Shipbuilding, Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co Ltd dan Hyundai Heavy Industries, Inc .; Perusahaan India Garden Reach Shipbuilders & Engineers Ltd dan perusahaan Perancis STX French SA.


Proyek akuisisi frigate ini merupakan salah satu item besar dalam modernisasi di Angkatan Bersenjata Filipina.


Kapal-kapal perang tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kehadiran kekuatan Filipina di Barat Laut Filipina, memulangkan pekerja migran dan menanggapi bencana.

Kedua kapal yang akan diperoleh Angkatan Laut diharapkan melengkapi dua kapal yang dibeli dari Amerika Serikat, yakni BRP Gregorio del Pilar dan BRP Ramon Alcaraz.




Sumber : JKGR

0 komentar:

Poskan Komentar