Kamis, Juli 17, 2014
0
JAKARTA-(IDB) : Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengunjungi Markas Korps Pasukan Khas Angkatan Udara Batalion 461 di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu, 16 Juli 2014. Jenderal Moeldoko sengaja hendak mengecek kesiapan pasukan, infrastruktur, dan alat utama sistem persenjataan korps Baret Jingga–julukan Korps Paskhas.

Moeldoko dan rombongan tiba di Markas Batalion 461 Paskhas sekitar pukul 10.15 WIB. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu langsung mengecek kesiapan ratusan pasukan yang sudah berbaris rapi. Selanjutnya, Moeldoko berdiri di depan mimbar dan menyapa prajurit-prajuritnya.


Layaknya komandan perang, Moeldoko langsung memberikan semangat dan instruksi ke prajurit Paskhas. Dia meminta semua prajurit menjaga kewaspadaan dan kesigapan menghadapi masalah, termasuk tugas pengaman pengumuman hasil pemilu presiden oleh Komisi Pemilihan Umum pada 22 Juli mendatang. “Sudah kewajiban bagi kalian selesaikan permasalahan dengan cepat,” kata Moeldoko.


Dia meminta prajurit Korpaskhas untuk tak ragu dalam bertugas, asalkan mereka tetap menjaga profesionalitas dan netralitas. “Kalau kalian bekerja sesuai dengan aturan, kalau terjadi apa-apa, saya yang akan tanggung,” ujarnya.


Setelah memberi pengarahan, Panglima Moeldoko meninjau peralatan prajurit Korp Paskhas. Dia masuk ke dalam barak yang berisi perbekalan atau logistik pasukan. Dia juga melihat-lihat peralatan tempur Paskhas, seperti rompi antipeluru, pelindung tangan dan kaki, serta tameng untuk menghalau huru-hara.


Secara khusus, Moeldoko menjajal kekuatan tameng dan personel Paskhas. Seorang prajurit sengaja dia panggil untuk menghadap. Tanpa pikir panjang, prajurit tersebut berlari menuju arah Moeldoko. Secara tiba-tiba, Moeloko langsung menubruk prajurit tersebut. Karena kaget, prajurit itu sempat terdorong karena menahan tamengnya yang dihantam lengan dan tubuh sebelah kanan Moeldoko.


“Bagaimana, kuat, kan?” tanya Moeldoko kepada prajurit tersebut. Setidaknya Moedoko “menubruk” dua prajurit sebanyak enam kali. Dia mengaku ingin tahu seberapa kuat prajuritnya menahan dorongan massa saat mengamankan pengumuman pemenang pilpres nanti. “Kamu harus jaga kuda-kuda saat bertugas, tak boleh lengah,” pesan Moeldoko untuk dua prajurit tersebut.


Sebelumnya, Moeldoko mengecek kesiapan prajurit di Markas Komando Cadangan Strategis di Gambir, Jakarta Pusat. Selanjutnya, Moeldoko akan meninjau kesiapan prajurit Komando Pasukan Khusus di Cijantung dan Markas Komando Marinir di Cilandak. Moeldoko ingin seluruh pasukan cadangan pengamanan pemilu presiden tetap dalam kondisi siaga dan waspada.




Sumber : Tempo

0 komentar:

Poskan Komentar