Selasa, Juli 15, 2014
0
GAZA-(IDB) : Untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebuah drone atau pesawat tak berawak meluncur dari arah Jalur Gaza menyerang wilayah Israel. Namun, militer Israel bertindak cepat dan menembak jatuh drone itu.

Drone itu ditembak jatuh di Kota Ashdod selatan, Senin (14/7/2014). Namun, hingga kini tidak jelas pihak mana yang menggunakan drone itu.

Militer Israel belum mengetahui penyerang yang menggunakan drone dari arah Jalur Gaza tersebut. Serangan langka menggunakan drone terhadap Israel terjadi setelah Israel secara membabi buta menginvasi Jalur Gaza selama sepekan terakhir. Data tim medis Gaza menyebut sudah 172 rakyat Gaza tewas dan 1.230 lainnya terluka.

Israel meluncurkan invasi dan yang resmi melakukan serangan darat Minggu kemarin, dengan dalih merespon tembakan roket dari arah Jalur Gaza.

Pihak militer Israel mengaku sudah meluncurkan lebih dari 1.300 serangan udara. Sementara pihak militan bersenjata telah meluncurkan lebih dari 800 roket ke wilayah Israel.

Yang terbaru, dua warga Palestina, yakni seorang pria dan seorang wanita, tewas nyaris bersamaaan pagi tadi akibat invasi Israel. Sedangkan dari kubu Israel hingga kini tidak ada laporan korban jiwa.

Kendati demikian, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letnan Kolonel Peter Lerner, membantah jumlah korban di Jalur Gaza sebanyak itu. Dia menyebut, keterangan yang beredar tidak objektif.

Sebaliknya, Lerner kepada BBC, mengatakan, bahwa Israel telah membatalkan serangan karena takut membunuh warga sipil. “Israel menargetkan militan Hamas dan situs teror, termasuk rumah-rumah yang jadi operasional (militan Hamas),” katanya.

Kerahkan Tiga Drone

Sayap militer Hamas, Al-Qassam, mengaku bertanggung jawab atas serangan drone atau pesawat tak berawak yang menyerang Israel kemarin. Pesawat nirawak itu melesat dari arah Jalur Gaza dan menyerang  Israel sebelum akhirnya ditembak jatuh militer Israel.

Menurut pihak al-Qassam, drone yang mereka gunakan untuk mengintai dan menyerang Israel tidak hanya satu. Tapi ada tiga pesawat nirawak yang mereka operasikan pada Senin kemarin. 

“Al-Qassam mengatakan bahwa itu bukan operasi pertama, drone itu dilakukan untuk sebuah tugas,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Israel di Tel Aviv, seperti dikutip kantor berita Ma’an, semalam (14/7/2014).

Dalam pernyataan kementerian itu, Al-Qassam mengaku mampu memproduksi drone bernama Ababil, dengan berbagai misi khusus. Di antaranya, misi untuk pengintai atau mata-mata (UAV), misi untuk tempur dan misi militer lain.

Sebelumnya militer Israel mengumumkan, bahwa mereka telah menembak drone misterius yang menyerang Israel. Drone itu berasal dari arah Jalur Gaza. Namun, serangan drone itu tidak memakan korban jiwa.

”Pagi ini (kemarin), IAF (Angkatan Udara Israel) berhasil mencegat  sebuah pesawat tak berawak yang diidentifikasi terbang di sepanjang garis pantai Ashdod,” bunyi pernyataan IAF. “IAF terlibat dalam pencegatan UAV, yang akhirnya hancur di tengah-tengah penerbangan.”

Penggunaan drone oleh Hamas menjadi heboh, karena hal itu merupakan yang pertama kalinya Hamas menggunakan senjata dengan teknologi canggih. Belum ada penjelasan dari Hamas, bagaimana mereka mampu memproduksi drone meski kondisi di Jalur Gaza mengalami kesulitan ekonomi sejak diblokade Israel.
 



Sumber : Sindo

0 komentar:

Posting Komentar