Selasa, Maret 18, 2014
0
JAKARTA-(IDB) : Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menyiapkan sejumlah Perwira Menengah (Pamen) TNI menjadi ahli negosiator, bagi personel Kemhan dan TNI khususnya bidang kerja sama pertahanan bersifat internasional

Hal tersebut terungkap saat Pembukaan Workshop Komunikasi Strategis (Workshop Strategic Communication Skills), mulai 12 sampai 21 Maret 2014, yang dibuka Kepala Pusat Pendidikan (Kapusdiklat) Bahasa Kemhan RI Laksamana Pertama TNI Ir. Paruntungan Girsang, M.Sc., MA, yang mewakili Kepala Badan Pendidikan dan Latihan (Kabadiklat) Kemhan RI Mayjen TNI Hartind Asrin, di Jakarta, Senin (17/3).


Workshop yang baru pertama kalinya diselenggarakan dan sebagai hasil kerja sama Badiklat Kemhan RI dengan Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia (British Embassy) serta Konsulat Jenderal Inggris (British Consulat), diikuti 20 orang Pamen TNI yang berasal dari Kemhan, Mabes TNI serta Ketiga Angkatan.


Dalam sambutan tertulis Kabadiklat Kemhan RI yang dibacakan oleh Kapusdiklat Bahasa mengatakan, meningkatnya hubungan kerja sama Indonesia dengan negara sahabat khususnya bidang pertahanan, membutuhkan personel Kemhan dan TNI yang memiliki kemampuan berdiplomasi, bernegosiasi, mampu berkomunikasi dalam aktifitas dunia internasional serta mampu menyampaikan informasi bersifat informatif.


Sementara Kapusdiklat Bahasa ketika diwawancari sejumlah media massa menyatakan, bahwa tujuan mendasar dari workhop ini adalah, membekali para perwira Kemhan dan TNI agar dapat memiliki kemampuan bahkan memenangkan satu diplomasi di tingkat regional dan global.


Sedangkan tenaga pengajar berasal dari Badiklat Kemhan serta Konsulat Jenderal Kedutaan Besar Inggris Mr. Colm Downes, membekali para perwira TNI yang akan menduduki posisi strategis tersebut dengan sejumlah materi diantaranya, prinsip-prinsip dan kemampuan bernegosiasi, menjadi pembicara dan presentasi yang efektif serta menjalin hubungan baik bersama media massa.




Sumber : DMC

0 komentar:

Posting Komentar