Selasa, Maret 18, 2014
1
MANILA-(IDB) : Departemen Pertahanan Nasional Filipina (DND) pada hari Senin mengumumkan bahwa pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar P 5,4 miliar (sekitar USD 121 juta) untuk mendanai pembelian dua helikopter anti kapal selam untuk Angkatan Laut Filipina.



Rencana pembelian ini dikonfirmasi oleh wakil menteri DND untuk keuangan, modernisasi, instalasi dan amunisi, Fernando Manalo, kepada Kantor Berita Filipina PNA.



"Helikopter ASW (anti kapal selam) adalah salah satu proyek yang termasuk dalam daftar program modernisasi AFP (Angkatan Bersenjata Filipina). Proyek ini akan diimplementasikan," tambahnya.



Manalo mengatakan bahwa anggaran untuk memperoleh dua helikopter anti kapal selam ditempatkan sebesar P 5,4 miliar dan dan proses pembelian untuk pesawat sayap putar ini diharapkan akan rampung pada tahun ini. Namun Manalo tidak merinci helikopter apa yang akan dipilih.



Rencananya helikopter ini akan dioperasikan bersama kapal perang baru Angkatan Laut Filipina yaitu BRP Gregorio Del Pilar (PF-15) dan BRP Ramon Alcaraz (PF-16).


Helikopter AgustaWestland 159 (AW-159) "Wildcat"



Sebelumnya Angkatan Laut Filipina menyatakan kemungkinan pembelian AW-159 "Wildcat" sebagai helikopter anti kapal selam mereka.



AW-159 (sebelumnya disebut Lynx Future atau Lynx Wildcat) merupakan versi upgrade dari helikopter militer Westland Super Lynx. AW-159 Wildcat baru akan dioperasikan Angkatan Darat Inggris pada tahun 2014 (versi angkatan darat) dan Angkatan Laut Inggris pada tahun 2015 (versi angkatan laut).



Helikopter ini dioperasikan oleh dua orang awak, memiliki kecepatan maksimum 291 kilometer per jam, jangkauan 777 km dan jangkauan terbang feri 963 km. AW-159 dilengkapi dengan roket CRV7 dan senapan mesin, rudal Sea Skua dan torpedo Sting-Ray.



Karakteristik Dan Spesifikasi AW-159



  Maksimum take off  6.000 kg
  Mesin  2×LHTEC CTS800-4N turboshaft,
  masing-masing 1.015 kW
  Kapasitas bahan bakar   1.004 liter
  Kru   2 + 6 penumpang
  Panjang   15,24 m
  Tinggi   3,73 m
  Diameter rotor utama  12,8 m
  Kecepatan maksimum  291 km/jam
  Daya tahan   2 jam 42 menit
  Senapan mesin  7,62 mm dan 12,7 mm
  Roket   CRV7
  Rudal   Sea Skua
  Torpedo   Sting-Ray








Sumber : Artileri

1 komentar:

  1. Pinoy dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi melebihi Indonesia adalah pasar potensial untuk pemasaran alutsista kita.Dari segi politik dan ekonomi mereka bakal cocok dengan Indonesia yang lagi mengembangkan industri hankam.

    BalasHapus