Sabtu, Februari 15, 2014
1
JAKARTA-(IDB) : Penyerahahan enam belas pesawat tempur ringan T-50i “Golden Eagle” dari Korea Aerospace Industry (KAI) kepada Kementerian Pertahanan, Kamis (13/2), diharapkan dapat menjadi tonggak sejarah bagi peningkatan hubungan bilateral Indonesia dan Korea.
 
Selain itu pemerintah Republik Korea memiliki komitmen terhadap pembangunan modernisasi alustsista TNI. Demikian diungkapkan Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin saat menerima courtesy call (cc) Administrator Defence Acquisition Program Administration (DAPA) Korea Lee, Young Geol beserta rombongan di Kemhan Jakarta, Kamis (13/2).


“Diharapkan momentum penyerahan pesawat T50-i ini dapat dijadikan kredit poin bagi pemerintahan yang akan datang,” ujar Wamenhan.


Terkait dengan produksi bersama alutsista TNI, Wamenhan mengharapkan baik pihak Indonesia maupun Korea dapat berkontribusi untuk  menyelesaikan masalah-masalah teknis yang mungkin timbul dalam pelaksanaan kerja sama produksi alutsista TNI tersebut.


Lebih lanjut dikatakan Wamenhan sesuai arahan Presiden RI bahwa untuk proyek kapal selam yang diproduksi bersama Indonesia dan Korea telah menjadi program nasional. Untuk itu kedepannya Indonesia akan membuat peraturan presiden tentang program nasional kapal selam. Selain kapal selam, proyek KF-X/IF-X juga menjadi program nasional.


Senada dengan Wamenhan, ketua delegasi DAPA menyatakan bahwa pemerintah Korea berharap kerja sama di bidang pertahanan ini tidak hanya menjadi proyek akuisisi saja namun lebih kepada peningkatan hubungan kedua negara layaknya dua negara yang bersaudara.


Selain itu juga diharapkan momentum penyerahan 16 pesawat tempur T50-i yang  berlangsung di Taxy Way Echo, Lanud Halim PK Jakarta ini, dapat menjadi momentum yang baik untuk mendorong kerja sama lainnya.

Hadir mendampingi Wamenhan dalam cc ini yaitu mantan Kasal yang juga Ketua Tim Asisten KKIP Bidang Hubungan Lembaga Laksamana TNI (Purn) Sumardjono, mantan Sekjen Kemhan RI Marsdya TNI Eris Herryanto, S.Ip, M.A., Mantan Ses Menneg BUMN  sekaligus Tim Asistensi KKIP Bidang Kebijakan Dr. M. Said Didu, Juru Bicara KKIP Silmi Karim dan Dirtekind Ditjen Pothan Kemhan Marsma TNI Darlis Pangaribuan, M.Sc.




Sumber : DMC

1 komentar: