Kamis, Desember 26, 2013
1
AMBON-(IDB) : Guna memudahkan operasional prajurit TNI dalam menjalankan tugas khususnya untuk menjangkau dan memantau pulau-pulau terluar di Maluku, Markas Besar TNI AD akan mendatangkan tiga kapal angkut untuk jajaran Kodam XVI Pattimura. Hal ini diungkapkan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) TNI, Jenderal Budiman kepada wartawan di Markas Kodam XVI Pattimura Ambon, Kamis (26/12/2013).

“Untuk Maluku utara dan Maluku terutama untuk alat transporrtasi laut, kami saat ini sedang membangun kapal untuk Kodam dan Makorem,” kata Budiman.

Dia menjelaskan, kapal yang saat ini sedang dibuat tersebut, rata-rata mampu mengangkut 40 penumpang dengan kecepatan tempuh 40 knot. Jumlah kapal yang saat ini sedang dibuat berjumlah tujuh unit. Selain Maluku, sejumlah jajaran Kodam lainnya juga akan mendapatkan bantuan serupa.

“Mudah-mudahan kapal itu sudah selesai sebelum April nanti. Kami sudah buat 7 buah. Untuk Maluku dapat 3 buah, Natuna 1 buah, Sulawesi 1 buah dan NTT 1 buah. Satunya kita akan serahkan lagi ke Kodam yang lain,” ujarnya.

Selain itu, Budiman juga mengungkapkan, Markas Besar TNI AD juga akan memberi bantuan sejumlah kapal bagi jajaran Korem dan Kodim yang ada di Indonesia. “Kalau untuk Kodim-kodim kami siapkan kapal dengan kapasitas penumpang 20 orang, kecepatannya juga 40 knot. Kapal ini bisa menembus gelombang setinggi 4 meter. Sementara kita masih buat,” ungkapnya.

Menurut Budiman, tiga kapal yang dalam waktu dekat akan diserahkan ke Makodam Pattimura tersebut nantinya akan membantu prajurit TNI dalam menjalankan tugasnya di Maluku, termasuk memantau pulau-pulau terluar di Maluku.

“Transportasi laut untuk TNI di Maluku itu sangat penting, saya lihat kapal yang digunakan Pangdam sangat sederhana. Makanya kapal yang sementara dibuat ini nanti akan lebih baik lagi,” ujarnya. 




Sumber : Kompas

1 komentar:

  1. InsyaAllah kelak masalah transportasi antar pulau di Indonesia khususnya wilayah timur akan terpecahkan dengan solusi alat-angkut Helikopter atau Pesawat fix-wing...... Agar terbiasa bagi prajurit kita mobilitas tinggi tanpa mengorbankan unsur stamina atau 'mentall-fatique'. Aamiin.

    BalasHapus