Kamis, November 14, 2013
21
SU-30 MKM Malaysia mengusung Jammer Advance SAP-518 KNIRTI di kedua ujung sayap (photo:malaysiamilitarypower.blogspot.com)

JKGR-(IDB) : Pesawat tempur Sukhoi SU-30 MKM milik Royal Malaysian Air Force (RMAF) bisa dikatakan salah satu pesawat tempur papan atas di negara ASEAN, yang mampu memberikan efek gentar bagi lawan-lawannya. Betapa tidak, US Navy saja tengah mempelajari terpasangnya peralatan peperangan elektronik Knirti SAP-518 pada Sukhoi Su-30 MKM Malaysia.


Kalangan AL Amerika Serikat belum dapat memperkirakan kemampuan pasti dari SAP-518, tetapi dengan adanya teknologi DRFM (digital radio frequency memory) dan antena phased-array di depan dan belakang dapat menjadi ancaman serius karena mampu mengacaukan radar, terutama terhadap peralatan yang digerakkan baterai seperti rudal AIM-120, yang selama ini menjadi tumpuan dominasi kekuatan udara AS.


Self Protection Jammer untuk melindungi diri dari serangan rudal ini, terpasang pada ujung sayap pesawat. SAP-518 merupakan modul jamming tingkat advance yang dipasang di pesawat Su-30 MK, Su-32/34 serta Indian Air Force Su-30 MKI. Tugas dari SAP-518 adalah untuk men-jamming pertahanan anti udara modern saat melakukan serangan, dengan cara meniru (imitasi) tanda elektronik berbagai pesawat terbang dengan memberikan target palsu bagi sensor dan radar musuh.

SU-30 MKM Malaysia mengusung Jammer Advance SAP-518 KNIRTI (photo:Iwan@Malaysianwings.net)

Jamming dengan teknik Cross Eye yang dimiliki SAP-518 Sukhoi SU-30 MKM Malaysia diyakini sulit untuk ditangkal. Jamming cross eye ini secara teoritis akan menciptakan missil yang ditembakkan musuh, meleset jauh dari target. Cross eye jamming adalah teknik mengecoh rudal lawan dengan memunculkan dua sumber jamming yang terpisah. 

Dua buah signal sama yang dikirim bersamaan akan mengacaukan missile seeker lawan yang pada akhirnya menciptakan incorrect missile tracking sehingga missile autopilot lawan, terkecoh karena menerima informasi yang salah.


Demikian pula dengan radar lawan. Cross eye jamming yang dilepas SAP-518, membuat data visual yang diterima minitor radar menjadi kacau. Memunculkan gambaran gelombang dan frekuensi yang tidak jelas dan tidak bisa dicerna oleh komputer radar.


Sistem SAP-518 ini telah dirancang sejak jaman Uni Soviet untuk dapat melumpuhkan pertahanan udara NATO yang terintegrasi dan multi-layer. Jammer itu kemudian dipasang di Su-20 Family yang merupakan evolusi dari SU-27 Flanker, sebagai jawaban USSR terhadap pesawat tempur AS yang kala itu dianggap sangat mumpuni.

SU-34 Rusia mengusung SAP-518 di sayap dan SAP-14 di bawah perut pesawat
SU-34 Rusia mengusung SAP-518 di sayap dan SAP-14 di bawah perut pesawat

Jammaer SAP-518 yang dipasang dikedua ujung sayap jet tempur Sukhoi ini, dinilai dapat mengatasi ancaman dari rudal darat ke udara dan udara ke udara NATO. Sistem pertahanan elektronik ini dikembangkan oleh Kaluzhsky Scientific Research Radio-Technical Institute (KNIRTI) Rusia dan pertama kali diperkenalkan ke publik pada MAKS Airshow 2009.


Selain SAP-518, Knirti juga mengeluarkan jammer lain yakni SAP-14 jamming pod yang dipasang di bawah perut pesawat tempur Sukhoi. SAP-14 ini dianggap sejenis dengan sistem jamming ALQ-99 Amerika Serikat yang dipasang di EA-6B Prowler dan EA-18G Growler electronic attack aircraft.
KNIRTI SAP-14 (photo: Miroslav Gyurosi)
KNIRTI SAP-14

Dengan adanya SAP-518, SU 30 MKM Malaysia memiliki kemampuan misi SEAD/DEAD (Suppression of Enemy Air Defense)/ Destruction of Enemy Air Defenses, untuk menghancurkan pertahanan udara musuh, termasuk ketika harus menetralisir platform Airborne Early Warning (AEW).

kh31

Untuk mendapatkan semua kemampuan itu, SU-30 MKM dilengkapi rudal anti radiasi Kh-31 P, Rudal R-77 BVR AAM dan R-73. Lebih dari itu Malaysia juga berencana memasang Rudal Brahmos di SU-30 MKM. Rudal Brahmos adalah sejenis rudal Yakhont namun dipasang di pesawat tempur dengan jangkauan 280-290 km. 

India dikabarkan sukses mengujicoba rudal Brahmos di SU-30 MKI dan kini memasuki program pemasangan di Skadron SU-30 MKI.

Modifikasi khusus Su-30MKI membawa rudal supersonik BrahMos anti-kapal, dan dua subsonik Kh-59. (photo: Tamir Eshel, Defense-Update)

Modifikasi khusus Su-30MKI membawa rudal supersonik BrahMos anti-kapal, dan dua subsonik Kh-59. 


Untuk kapal perang korvet atau frigate, rudal BrahMos akan menjadi senjata yang mematikan. Ditembak tanpa mampu melawan, karena korvet dan frigate rata-rata memiliki air defence system jarak pendek-menengah, 3 hingga 12 km.




Sumber : JKGR

21 komentar:

  1. jadi semakin keliatan siapa yang pernah nge-lock sukhoi kita dulu kala.... mungkin yg coba nge-lock itu mau nyoba apa sukhoi kita dilengkapi alat ini apa ngga...... (who knows)

    BalasHapus
  2. Wadu duh duh....gimana nih TNI AU..,malay dapat ginian kita dapat barang kiloan(f-16)..,segera deh pak menhan perbanyak sukhoi-27/30 kita..,atau sekalian borong SU-35.habis perkara..!

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam semua saudara dr indonesia...
      memang malaysia lebih pentingkan kualiti dr kuantiti kerana negaranya kecil...
      tp saya rasa indonesia perlu kuantiti yg lebih kerana negara nya besar cuma kualitinya juga perlu seiring...
      semoga malaysia dan indonesia terus maju demi kemakmuran bersama...

      Hapus
  3. mudahan aj pesawat malayshiiiittt jatuh, klo perlu negaranya skalian....

    BalasHapus
  4. inilah lawan sepadan dari EA-18 Growler australia. tapi pernyataannya apakah sistem add-on di Su-30MKM ini sepadan dengan sistem di pesawat yang memang khusus buat perang elektronik seperti EA-18???? kalau gini caranya setiap pesawat masa depan jangan dikasih AMRAAM atau sejenisnya, kasih aja rudal HARM buat nyasar sistem elektronik lawan baik didarat atau udara

    BalasHapus
  5. Kita lebih fokus ke kwantitas sehingga lupa dg kwalitas,...odong2 F 16 memang hebat thn 90an,tapi masa kejayaannya sdh mulai tenggelam seiring dg munculnya pswt tempur generasi 4++ & 5...melangkahlah kedepan jangan mundur,hibah dg mengeluarkan biaya besar= bohong...

    BalasHapus
  6. uidih...sukhoi malaysia papan atas.......

    BalasHapus
    Balasan
    1. hati jangan busuk ya......
      kenapa Indon selalu sangat mahu berperang dgn Malaysia??
      ingat kita ini serumpun malah seagama(ISLAM).
      janganlah bermusuh sesama umat malah seharusnya kita perkuat bersama menentang Kafir dan Yahudi.

      Hapus
  7. udah lama juga ya, jaman uni sovyet, baru di publish belakangan..

    BalasHapus
  8. gak usan kebanyakan cingcong. lakukan infiltrasi rahasia ke pangkalan udara malaysia dan colong aja itu semua pesawat sukhoi. tugas ini pasti bisa dilakukan oleh personil paskhas yg berkemampuan menguasai pangkalan udara lawan. trus tinggal capcus deh,balik ke indonesia. gitu aja koq repot. :d

    BalasHapus
    Balasan
    1. mantabs strateginya bro...

      Hapus
    2. Trimakasih,cyiinn atas pujian'nya. Jadi tersanjung deh eike,. x-)

      Hapus
  9. kan buat nangkal aim nya amrik, berarti dikejar rudal sukhoi indonesia tembus donk harusnya.

    BalasHapus
  10. Gimana nih, TNI AU harus beli SAP-518 utk menandingi SU- 30 MKM milik Malaysia dan EF-18 Growler milik Australia

    BalasHapus
  11. santai aja bung..russia udah memblack list malon songong..bisa bisa nih malon kena sangsi oleh Russia karena sudah tanpa ijin membeberkan teknologi dari produk pabrikan knaapo tsb kepada pihak amerika. next. malon bakal keseok seok mengajukan tambahan spare part buat sukhoi. dan bisa2 digrounded lebih awal karena sikap malon songong yang sok pamer...

    BalasHapus
  12. Berpikir dan bersikaplah dengan baik ,,, akuilah negara lain masih lebih baik ,,,
    Kita pasti bisa ,,, dengan usaha dan kerja keras ,,, kita pasti bisa mengejar ketinggalan dan menjadi yang terbaik ,,, jangan kayak orang kampung ngelihat orang kota ngebut naik Mercy dilemparin batu !!! akakaakakakakkak

    BalasHapus
  13. mudah-mudahan kita bisa beli pesawat yang lebih canggih lagi dan dipasang alat jamming yang lebih canggih lagi,amin

    BalasHapus
  14. Kalah lagi kan?
    Orang pemimpinnya mental tempe, bisanya korupsi terus.
    Jangan kan beli SU 35, beli SU30/27 aja susahnya minta ampun.

    BalasHapus
  15. Perlu juga AURI meniru yg dilakukan TUDM dg sistem BVR canggih di SU27-30 FLANKER-sebab sistem alat bvr ini cukup strategis dipasang di flanker TNIAU-terutama fungsi tuk alat kontra jamer ke F18E-F16cd blok52+- dll-kekuatan AU dipastikan terdongkrak signifikan bila miliki alat ini-

    BalasHapus
    Balasan
    1. hari gini msih pake istilah AURI?????? @-) bukan'nya sekarng nama'nya TNI AU.

      Hapus
  16. istililah kok dipusingin om??????@-)

    BalasHapus