Rabu, Agustus 07, 2013
25
ANALISIS-(IDB) : Kepantasan pemerintahan SBY selama 5 tahun terakhir ini yang patut dicatat sebagai nilai cum laude adalah memberikan baju pakaian alutsista layak pakai kepada salah satu pilar penyangga NKRI, Tentara Nasional Indonesia.  Sebelum itu dan juga pemerintah ORBA sebelumnya, perhatian untuk memakaikan pakaian perang yang layak tempur kepada garda republik memang tetap diberikan. Namun semua itu belum mampu menegakkan kegagahan dan kewibawaan tentara kita karena pakaian itu tidak layak disandingkan dalam setiap “festival” alutsista yang ditandingkan.

Tentara sesungguhnya adalah bagian dari naluri bernegara.  Ketika negara ini diproklamirkan 68 tahun yang lalu, tentara rakyat yang kemudian menjelma menjadi tentara nasional adalah kekuatan beton bertulang yang mampu mengawal kibaran merah putih  di seluruh tanah air, meskipun persenjataannya minim. Episode perang kemerdekaan sebagai konsekuansi proklamasi 17 Agusttus 1945 berujung pada kelelahan pihak penjajah sampai akhirnya mengakui kedaulatan Republik Indonesia akhir Desember 1949.  Bukankah itu hasil perjuangan tentara dan rakyat.
Jejeran Panser Anoa, 300 unit Anoa sudah digenggam TNI
Spirit bertentara sesungguhnya ingin mengajak khalayak untuk mengapresiasi ruang tugas yang diemban tentara kita.  Kebanggaan bertentara diletakkan pada nilai kesediaannya untruk kontrak mati, meletakkan jiwa raga pada pengabdian tugas utama menjaga dan mewibawakan kedaulatan NKRI.  Oleh karena itu jangan sampai ada pemikiran untuk bersu’uzon pada pengawal republik ini karena dinamika kawasan selama ini tidak memberikan kesempatan untuk terjadinya perang antar negara. Jelasnya karena tidak ada perang tidak ada yang dikerjakan. Justru semua orang di dunia ini tidak menginginkan terjadinya perang karena akhirnya akan menyengsarakan nilai eksistensi dan harkat manusia dan negara.

Tentara adalah bagian dari kebersamaan perjalananan semua komponen bangsa untuk membangun dan mensejahterakan rakyat bangsa.  Perjalanan menuju kesejahteraan bangsa ini termasuk bagian dari partisipasi tentara yang selalu mengawal dan menjaganya pada apa yang disebut kedaulatan dan harga diri bangsa.  Nilai itu dalam ukuran persepsi dan perspektif keperansertaan menuju kesejahteraan bangsa seakan tidak merupakan bagian dari substansi.  Namun banyak yang tidak menyadari bahwa  kehadiran peran kesetiaan dan pengawal harga diri kedaulatan yang diemban TNI justru menjadi faktor utama dalam mengiringi tahapan menuju kesejahteraan bangsa.

Natuna dan Ambalat salah satu contohnya.  Kehadiran tentara disana berikut sejumlah alutsistanya  adalah upaya untuk menegaskan bahwa teritori ini dengan sejuta kekayaan sumber daya alamnya adalah bagian dari tubuh kami.  Jangan coba ganggu apalagi ambil kalau tidak ingin bertarung sampai mati.  Ini bagian dari simbol menjaga harkat dan martabat sembari tetap melangkah bersama menuju kesejahteraan bangsa.  Sepintas seperti tidak memberikan nilai kontribusi pada nilai kesejahteraan tetapi kehadiran tentara dengan alutsista yang setara di border negara tentu memberikan nilai tawar bahkan gentar bagi pihak manapun yang ingin menganggu teritori bangsa ini.  Menjaga Natuna dan Ambalat adalah upaya mengawal tingkat kesejahteraan itu.  Bukankah di dua kawasan itu tersimpan potensi energi fosil yang berlimpah.
Kegagahan alutsista Marinir menuju medan latihan
Untuk itu maka perkuatan alutsista TNI bukanlah sesuatu yang mewah dan mengada-ada.  Perkuatan alutsista merupakan kebutuhan mutlak bagi tentara dan negara. Perkuatan ini juga bagian dari upaya memoles nilai diri bangsa terutama terkait dengan posisi diplomatik, posisi hubungan bertetangga dan posisi postur diri dalam berinteraksi secara dinamis.  Jadi tidak semata-mata untuk perang.  Kekuatan tentara dan alutsista sebuah negara bangsa diyakini  mampu meredam keinginan untuk berperang bagi negara mana pun karena daya gentar dan gebraknya.  Lihat saja kekuatan militer AS, siapa sih yang berani mau ngajak perang sama Paman Sam.
Menyongsong peringatan hari kemerdekaan tahun ini, selayaknya kita merenungkan eksistensi perjalanan bangsa ini yang sudah mencapai usia 68 tahun. Peran serta tentara yang selalu setia menjaga harkat dan martabat bangsa dalam dinamika kawasan maupun ambisi separatis dari sekelompok gerakan bersenjata, sudah dibuktikan dan terbukti. Kesetiaan tentara pada negara ini adalah memastikan langkah dan nilai perjalanan bangsa untuk membangun dan mengembangkan rumah tangga Indonesia menuju cita-cita konstitusi yang telah disepakati.

Maka ketika berbagai jenis alutsista mulai berdatangan untuk sebuah kepantasan bagi pengawal republik, sepantasnya pula kita hendak menyatakan bahwa ini bukan kedatangan pertama dan terakhir.  Kita hendak menyampaikan suara mayoritas rakyat yang diyakini bagian dari kecintaan kepada TNI bahwa modernisasi persenjataan TNI harus terus berlanjut meskipun RI-1 berganti figur.  Kedatangan berbagai jenis alutsista yang sudah jauh hari dipesan bukanlah merupakan expense yang membebani negara tetapi justru merupakan investasi dan asset yang mutlak diperlukan untuk mengawal eksistensi bernegara.
Kepedulian RI-1 pada hulubalangnya, TNI
Dinamika kawasan yang mudah tersulut, sikap paranoid AS terhadap Cina karena hegemoninya tergerus, cara pandang Australia yang mendua terhadap RI merupakan fakta tak terbantahkan. Tentu perjalanan bergelombang ini mengharuskan RI waspada  sembari tetap menyebar senyum pertemanan.  Salah satu langkah kewaspadaan itu adalah memberikan kekuatan pakaian alutsista pada hulubalangnya.  Perkuatan alutsista ini tidak sekedar mengejar ketertinggalan, tetapi lebih dari itu. Dalam dua tahapan MEF berikutnya seiring dengan kekuatan daya beli dan PDB yang semakin meningkat, perkuatan alutsista TNI adalah realisasi yang sudah di depan mata.
Sumber : Analisis

25 komentar:

  1. Wow bahasanya MeTal..

    BalasHapus
  2. kalau program MEF sudah berjalan, harus diimbangi dengan kekuatan politik dan strategi yang soft power.
    Contoh, lakukan upacara bendera peringatan 17 Agustus 2013 nanti di Perairan Ambalat (Mercusuar Karang Unarang) yang dilakukan oleh jajaran TNI AL dan Kepolisian Air.

    Pengibaran Bendera Merah Putih dilakukan dengan disertai Liputan Wartawan baik dalam maupun luar negeri, sehingga GAUNG tentang keberadaan Ambalat didalam Kedaulatan NKRI tersiar sampai kemanca negara.
    Lakukan dengan kegiatan yang bersifat unik dan disertai parade KRI baik jenis permukaan maupun bawah.

    Ini akan memberi nilai psikologis politik yang lumayan bila kita berhasil melakukan Stratego Politik tentang Kekuasaan Kedaulatan NKRI pada daerah/wilayah perbatasan yang bermasalah.

    Ayo TNI AL, lakukan yang menjadi saran saya. Salam Jalesveva Jayamahe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuuujuuuu (h)
      kiibarkan bendera INDONESIA di perbatasan (pulau terdepan)
      biar negera rese INI WILAYAH NKRI JADI JANGAN COBA-COBA GANGGU :>)

      Hapus
  3. setuju sm ano diatas sdh saatnya pmerintah memperhatikn pulau2 terdepan sejahterakan rakyatnya dari sabang sampai merauke khususnya yg diperbatasan malaysia, philipina, PNG dan australia ... cukup sipadan dan ligitan sbg plajaran krn kurngnya kpedulian pemerintah thd pulau2 terluar... lakukn pendekatan lewat ekonomi dan infrastruktur bngunkn jalan, rumah sakit dan sekolah.. niscaya NKRI akan kuat dr dalam.

    BalasHapus
  4. untuk foto yang pertama, kalo bukan MBT yang ngederet belum bisa dibanggakan [-(

    BalasHapus
  5. Bahasanya analisis keren nih....

    BalasHapus
  6. Mohon maaf lahir bathin

    BalasHapus
    Balasan
    1. mohon maaf lahir batin juga buat sodara-sodara semua...

      Hapus
  7. Hut tni 2012 tni ad mengadakan pameran alutsista di monas, hut tni 2013 tni mengadakan parade militer dan alutsista canggih dari senayan hingga ke monas.

    BalasHapus
  8. leo mana nih leo??

    BalasHapus
  9. syangnya pemerintah ri skrg tdk seratus persen berkomitmen membangun alutsista Tni secara kwalitas,melainkan secara kwantitas.yang sesungguhnya akan menjadi beban di masa datang.krna suku cadangnya yg sdah tdk di produksi lagi oleh pabriknya.contoh hibah f16.bekas pakai dari usa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mengejar kwantitas karena luas wilayah kita butuh percepatan dalam menjaga kedaulatan, jadi agak terpaksa mengutamakan kwntitas dari pada kwalitas. Tapi semoga di MEF II kita perbanyak pembelian arsenal yang berkualitas tinggi. Dan semoga Industri Militer RI cepat berkembang dan mandiri menghasilkan produk unggulan yang berkualitas. Sabar ya gan..!! (p)

      Hapus
  10. vannayard,
    isi artikel oke,tapi judul gak tepat, karena ketahanan suatu negara adalah dari kesadaran bernegara, cinta tanah air, pada wilayah, orang,budaya dari negara itu bukan hanya pada tentaranya, judulnya hanya membuat bahwa seolah olah fasisme gaya baru yg cocok untuk negara kita, padahal tidak.

    BalasHapus
  11. Lagian dengan dana milyar dolar alutsistanya molonpong , yg paling jamak tni al semua kapalnya termasuk kcr di banga 2 in menhan tampa anti serangan udara plus anti messile , semua serba manual itu yg cilaka sekaligus prihatin , artikel ini banyak palsunya gak apa adanya . Berterus terrang apa kekurangan kelemahan tni bukan pekerjaan gampang , fulus sudah menyebar kemana mana dan sudah cerita lama ini yg sangat berbahaya .

    BalasHapus
  12. Laksanakan wajib militer agar masyarakat disiplin, tahu akan kewajiban/hak sebagai warganegara dan dpt mudah digerakan apbl negara membutuhkan baik dlm keadaan damai maupun dlm keadaan perang.

    BalasHapus
  13. Pengumuman bahwa idb tutup karena di tinggal oleh pengelola! Harap maklum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pulang kampung die.....
      Dan kebetulan juga dikampung-y ga ada jaringan internet
      jadi ga bisa update deh.....

      Hapus
    2. Lagi Mudik kali Gan,kan masih dalam swasana lebaran.. Sekalian mohon Maaf Lahir Batin kepada pemilik & pengunjung blog ini.. Salam..

      Hapus
  14. Admin mudiknya lama amat ya ????

    Kangen nih mau up date ...

    BalasHapus
  15. Admin kasih kabar dong mudik lewat pantura ya??? Kalo pake motor hati2 ya!!! Atau jangan2......? Ah mudah2an selamat panjang umur amiiin!!!!

    BalasHapus
  16. minal aidin wal faidzin sobat IDB.tp kok jarang update ya :d
    ya kita harus sabar buat mencapai alutsista yg berkualitas,semoga kedepan lahir produk2 dr tanah INDONESIA.memang alutsista sekarang belum bs dikatakan puas,tp setidaknya sedikit cukup buat negara usil nggak cari gara-gara lg sm kita 8-)

    BalasHapus