Selasa, Juni 04, 2013
6
WASHINGTON-(IDB) : Amerika Serikat akan mengerahkan baterai rudal Patriot dan jet tempur F-16 ke Yordania untuk latihan militer dan dapat menyiagakan sistem persenjataan itu di sana guna menangkal ancaman dari perang saudara di Suriah.
 
Pengerahan peluncur rudal Patriot dan jet tempur F-16 ke Yordania telah disetujui sebagai bagian dari Latihan "Eager Lion", kata juru bicara Pusat Komando AS, Letnan Kolonel T.G. Taylor, Senin.
"Guna memperkuat postur defensif dan kapasitas Yordania, beberapa perlengkapan itu bisa saja tetap berada di sana ketika masa latihan usai sesuai dengan permintaan pemerintah Yordania," kata Taylor dalam pernyataan.

Pejabat AS menolak untuk menyebutkan jumlah jet tempur F-16 yang akan dilibatkan dalam latihan gabungan itu atau berapa jumlah pesawat yang akan disiagakan di Yordania setelah latihan selesai.

Amerika Serikat mendukung langkah serupa pada awal tahun ini di Turki, yaitu berupa pengerahan baterai rudal Patriot milik aliansi militer NATO di sepanjang wilayah perbatasan Turki dengan Suriah.

Antisipasi Rudal Suriah

Untuk mengantisipasi bergolaknya situasi di Suriah, AS mulai berancang melakukan aksi militer. Satu di antaranya dengan mengerahkan baterai rudal Patriot.
 
Senjata ini dirancang untuk menjatuhkan Scud atau rudal jarak pendek lainnya, yang diketahui sebagai senjata rezim Bashar. Sistem itu juga dapat digunakan sebagai bagian dari "payung" zona larangan terbang atau operasi udara lainnya.

Pentagon telah mengirimkan sekitar 200 tentara ke Yordania, termasuk satu elemen dari markas Angkatan Darat AS, guna membantu negara tersebut dalam menyiapkan rencana aksi militer terhadap suriah. Beberapa skenario yang kemungkinan ditempuh itu juga meliputi pengamanan atas stok senjata kimia yang dimiliki Suriah.

Pengerahan peluncur anti-rudal Patriot itu merupakan tindak lanjut dari peringatan Washington kepada rezim Presiden Suriah Bashar Al Assad agar tidak memberikan sistem rudal canggih kepada kelompok milisi Hizbullah di Libanon, yang kini mulai mengambil bagian dalam pertempuran guna mendukung Damaskus.

Israel telah beberapa kali melancarkan serangan udara di Suriah guna mengganggu pengiriman rudal ke Hizbullah itu.

Keputusan penempatan jet F-16 dan baterai rudal di Yordania semakin memperkuat spekulasi tentang kemungkinan intervensi militer dari Amerika Serikat, yang sejauh ini menurut Gedung Putih sangat kecil dilakukan.







Sumber : Republika

6 komentar:

  1. moga us hancur..

    BalasHapus
  2. Perang terrus ancaman yata sudah di depan pintu "bangkrut collap! Di sinilah ahli strategi pejabat di indo di ujii ,sanggupkah bersikap tegas ? Bersikap tegas selama ini tahunan ,kebijakan politec hanya bunuh rakyat sendiri.ladang minyak emmas di negosiasi ulang ! Stop memperkaya diri ,mati tidak bawak harta ,lebih baik sadar sebelum terlamabat .

    BalasHapus
  3. Kenapa Rusia tidak boleh memasok S300 ke Suriah?
    Tentu harus dipikirkan Rusia atas tindakan As tsb,jika mau jdi penyeimbang.
    Emang blok Barat penghancur dunia

    BalasHapus
  4. Kalaupun usa dikatakan adlh syetan, maka syetanpun tdk tahan melihat kekejian syiah.

    BalasHapus
  5. Syiah sama israel dan blok barat mah setali tiga uang, sama2 bikin rusak dunia

    BalasHapus