Senin, Mei 20, 2013
45
HANUD-(IDB) : Melihat perkembangan persenjataan yang terjadi disekitar RI dan aspek lain yang mengikuti seperti kebutuhan akan penting kekuatan pertahanan demi menjaga keamanan domestik dan menjaga keutuhan kedaulatan dari ancaman yang muncul karena perkembangan situasi yang dinamis. 

Menyusul kampanye modernisasi kekuatan militer RI sesuai pedoman Minimum Essential Forces (MEF), ketiga matra TNI pelan namun terarah sudah mulai menunjukan adanya perubahan dalam alutsista masing2 matra. 

TNI AU sudah memiliki proyek pembelian T-50 GE, Airbus C295, SuperTucano, dan lainnya, TNI AD sedang menjajaki pembelian 8 unit AH 64 D Apache Longbow, 114 biji Leopard dan 50 IFV Marder, Rudal StarStreak, dll kemudian TNI AL masih berkutat dengan program penambahan KCR, Frigate, Kapal Selam, selain itu uji coba rudal Yakhont juga ikut menambah daya serang TNI AL.

Gambar
Pansir beroda..cocok buat medan biasa

Mari kesampingkan dulu ribetnya proses pembelian alutsista canggih untuk TNI, yang baru wacana saja udah banyak yang protes dan koar2. 

Federasi Rusia melalui perusahaan penjualan senjata Rosoboronexport sudah menawarkan kepada TNI dan Kemhan alutsista Rudal anti serangan udara jarak pendek Pantsyr-S1 dan jarak menengah S-300. 

Kebutuhan akan modernisasi untuk sistem pertahanan udara nasional sudah sangat layak untuk  segera di lakukan, Pantsyr-S 1 (NATO: SA-22 Greyhound) memiliki kemampuan maut untuk menangkis berbagai jenis senjata: pesawat tempur, helikopter, roket, peluru kendali, precision-guided munition hingga UAV. Pantsyr S1 juga bisa menghancurkan  light-armoured ground targets. 

Dibanding saingan sejenisnya, Tunguska M1 (NATO SA-19 Grison), diperkirakan Pantsyr-S1 lebih presisi akurasinya karena menggunakan sistem yang lebih baru seperti Sistem pertahanan dan persenjataannya dapat diaktifkan dalam beberapa mode frekuensi serta mampu beroperasi pada multimode adaptive radar-optical control system. Pantsyr-S1 juga didesain untuk menghancurkan target berkemampuan high-precision weapons.

Gambar
Pansir penggerak rantai

Spesifikasi umum Pantsyr-S 1 :

Produsen : KBP Instrument Design Bureau, Tula. Dirakit oleh Ulyanovsk Mechanical Plant, Ulyanovsk, Rusia.

Power : Mengangkut 2 rudal 57E6 Surface to Air dengan hulu ledak  16 kg, berat 65kg , kecepatan maksimum 1,1 km/ detik, daya jangkau 1 – 12 km.

Mobility : bisa dipasang di truk The Ural-5323  8×8 atau di kendaraan lapis baja berantai  (tracked).

User : Rusia, Uni Emirate Arab, Suriah.

Gambar
Tunguska M1, alternatip lain
Tepat rasanya bila TNI mampu memiliki alutsista pertahanan udara ini, selain mengganti persenjataan hanud yang udah usang, Pantsyr-S1 makin menambah kepercayaan diri Arhanud TNI dalam melindungi kedaulatan udara nasional dan backup pendukung pergerakan kavaleri lapis baja. 

Jika TNI berminat memboyong beberapa Pantsyr-S1 sebaiknya memilih 2 platform sekaligus, menggunakan roda biasa (truk) untuk digunakan ditempat2 dengan kondisi medan mudah dijangkau seperti perkotaan dan kendaraan berantai (tracked) untuk dengan medan yang sulit.



Selanjutnya ke Alutsista yang berlevel lebih tinggi sehingga bisa memberikan efek deterens ke lawan meski senjatanya belum digunakan. Sistem pertahanan udara Jarak Jauh/Menengah, S-300. 

Rosoboronexport Rusia juga sudah menawari RI untuk membeli S-300 nya, meski masih belum ada tanda2 persetujuan Kemhan dan TNI untuk memasukan ke dalam daftar belanja MEF. Pemerintah RI sudah pernah belajar bahwa untuk mengcover wilayah udara RI tak cukup dengan upgrading dan penambahan Radar canggih. 

Gambar
S-300/S-400 missiles
Apa artinya bila kita memiliki mata dan telinga yang tajam, namun tidak memiliki tangan dan kaki untuk bertindak. Jangan sampe Indonesia kecolongan lagi seperti insiden F-18 Amerika yang se enak udelnya ngubek-ubek kedaulatan udara RI diatas pulau bawean. 

Melalui TNI AU dengan armada F-16 memang masih diandalkan untuk menghalau kucing nyasar, tapi sampai saat ini peran Arhanud masih minim, belum terdengar kabar apapun tentang sepak terjang Arhanud dalam menghalau ancaman udara asing. 

Cukup dimaklumi karena persenjataan Arhanud sudah sangat perlu di restorasi. Selain ancaman pelanggaran udara, Arhanud juga diperlukan untuk melindungi pergerakan satuan darat seperti Tank Leopard 2A6,Heli Serbu MI-35, MLRS, Skuadron UAV dan artileri medan. Kehadiran Pantsyr-S1 rasanya belum cukup mengcover semua, adanya sistem rudal jarak menengah/jauh bisa memberikan daya lindung yang lebih maksimal.


Ada banyak varian S-300 yang ditawarkan rusia, beberapa kandidat seperti S-300P (NATO : SA-10 Grumble), S-300P/M (NATO : SA-10d/e), S-300 F (NATO :SA-N-6) atau bila mau bisa sekalian ambil varian terbarunya, S-400. 

Gambar
S-300 V penggerak rantai untuk medan berat
Saking hebatnya kehadiran S-300, Ibukota Rusia, Moscow menempatkan sekitar 80 baterai S-300 untuk melindungi penduduk dan aset-aset berharga di Ibukota. 

Sedang untuk menjaga perbatasannya, Rusia mengandalkan pasukan S-400 nya. Terbukti, lengkapnya perlindungan udara Rusia di segala penjuru wilayahnya membuat ekspansi NATO ke Eropa Timur tak akan mudah. 

Untuk memperkuat sistem pertahanan nasional serta memberikan efek deterens bagi pihak yang ingin mengganggu kedaulatan NKRI, baterai-baterai S-300 bisa ditempatkan di titik-titik vital, seperti Ibukota RI, Perbatasan Malaysia di Kalimantan, Perbatasan Australia di NTT dan Merauke, dan sebagainya menyesuaikan dengan tingkat ancaman yang ada.

Asal ada kemauan kuat, dukungan dari semua elemen di tanah air, upaya untuk memiliki sistem pertahanan udara handal bukan hal mustahil, uang kalau dicari pasti ada tinggal aspek politicalnya. Jika Iran memiliki hambatan untuk memiliki S-300 karena loby Israel di Rusia, Indonesia sepertinya juga akan memiliki hambatan dari Paman SAM demi menjaga keunggulan militer anak angkatnya, Singapura.  

Kehadiran Pantsyr S1 dan S-300 dalam jajaran alutsista RI jelas akan meningkatkan Arm race di kawasan ASEAN dan mengubah strategi geopolitik negara kawasan. Pihak yang paling getol merespon pastinya Malaysia dan Singapura, uji coba roket RHAN lapan saja bikin mereka berkeringat. 

Bisakah TNI memiliki sistem pertahanan udara yang capable dan unggul, kita tunggu saja......!!!!





45 komentar:

  1. hihihihi...., TS copypaste melulu..

    BalasHapus
  2. SUDAH JANGAN BANYAK MIKIR AMBIL SAJA S 300/400 KESEMPATAN GA DATANG DUA KALI,RUSIA/UNI SOVIET ITU TEMAN SEJATI TDK BERMUKA DUA,.

    BalasHapus
  3. Setuju dg uraian di artikel ini, padat, stright to the point, namun jadi pertanyaan adalah ;
    1. Bukankah roket RHAN -122mm sudah di produksi ribuan unit?
    2. Dg sistim rudal Hanud yg dimaksud?, mungkinkah rudal SA-2 Guideline eks Russia di re furbish seperti yg di punyai Belarusia.? Atau Rudal Rapier eks BaE kalau "Hidup" lagi kan lumayan, padahal teknology sdh dikuasai SDM kita yaitu memproduksi Propelan yang sudah dikuasai LAPAN dan sdh terbukti dpt meluncurkan roket.
    3. Apakah dlm wacana perkuatan Hanud tidak dilengkapi early warning radar lagi? Atau bertumpu pada FCS dari rudal sudah mumpuni?
    Mengingat radar kita belum terintegrasi secara penuh dan juga masih ada daerah pengamatan yg masih bolong.

    BalasHapus
  4. Arhanud memang harus mempunyai senjata ini Pantsir S1 dan varian tanknya serta S400 rusia jangan mau dikasih yg S300nya...

    BalasHapus
  5. repot....kalo pemerintah mau, pasti sdh dibeli.... percuma berkoar-koar, setau sy buatan rusia punya kelemahan dalam menangkis rudal yg datang, bisanya mengejar (rudal sdh lewat) mending buatan prancis karena memang bisa dibuat untuk menghadang rudal lawan....terbukti

    BalasHapus
  6. rusia punya keunggulan mumpuni di bidang tehnologi missele defence anti serangan udara terbukti waktu cold war pesawat mata 2 america terbang tinggi melewati kota moskow di tembak jatuh ,kembali ke indonesia mau akusisi alutsista alaa changbogo class asal perut mirip kasur tepat sekali atau sebaliknya ,s400 demi keutuhan nkri kebelakang .prediksi gak mungkin s400 ,kemungkinan besar s teller biasa penjilat haha....

    BalasHapus
  7. Pemerintah kita kayanya lagi dilema, antara milih barat ato timur. klo diliat liat condong ke barat, karena hanya sedikit tawaran rusia yang digubris. mungkin pemerintah beranggapan klo ketimur hanya memenangkan teknologi pertahanan yang bisa ToT. juga dinegara timur banyak perekonomianya kurang mumpuni. tp klo pemerintah kita menengok ke barat kita selalu dipermainkan, dianaktirikan, bahkan terkadang diembargo. Intinya pemerintah kita liat kebarat untuk jangka panjang. klo ketimur pasti hanya dapat sistim pertahanan. itupun jangka pendek dan tidak termasuk kerjasama ekonomi. Padahal yang dikejar saat ini oleh pemerintah adalah perekonomian. klo menurut saran pribadi saya, mending kita liat ke timur yang memang dapat diandalkan. masalah perekonomian kita dapat bekerjasama dengan negara timur yang memiliki terknologi canggih seperti, kita dapat mengeksploitasi uranium dalam negri dengan bekerja sama dg rusia. atau kita beli semua saham freeport. memang sedikit berat, tp bisa untuk jangka panjang. Ini pendapat pribadi saya. mohon maaf bila ada kesalahan, disini kita diskusi aja!

    BalasHapus
    Balasan
    1. tepat sekali tapi menurut pengamatanku bicara economi barat sudah ambruk .bayak kota kota gak bergerak bermunculan di america bahan pokok naik saban jam itu untuk pertama kalinya setelah perang dunia ke 2 ,malah indo sekarang jadi penyalamat economi anak2 sekutu ,singapore ,malaysia .thailand spending hebat di bidang perdangan ,permasalahanya bukan di bidang economi tapi penguasa sekarang trikat perjajnjian sebelum berkuasa anda bellom tahu apa isi perjajnjian itu.dan data 2 krupsi ada di barat dan jangan heran pemerintah bak sapi di pegang hidungnya sedangkan sekutu pontang panting menekan demokrat segara bukak perdangagan bebass .

      Hapus
  8. mantaps... s-400 sekalian...

    BalasHapus
  9. Ano 11.43 tawaran ano simpatik dan wajib dihormati.
    Kondisi skrg, secara riil, Russia dan China yg kuat secara menyeluruh.
    Yg militer, industri, ekonomi dan keuangan mungkin akan disusul India.
    Sedangkan As dan Erop sdg dirudung malapetaka akibat sistim kapitalis yg mengutamakan perdagangan derivatief. Sebagian besar Eropa sdg kesulitan keuangan, AS apalagi dimana biaya pemulihan dan hasilnya sd skrg blm kelihatan. Utang dagang AS ke China besar, entah kapan dpt di bayar.
    Russia sejak 8 thn yg lalu sdh berusaha mengajak Indonesia untuk bersama -sama membangun kerjasama yg saling menguntungkan, namun sampai skrg blm ada sikap yg tegas dari kita.
    State Credit 1 milyard dollar yg diberikan lsg oleh Presiden Putin untuk pembelian alutsista juga tdk sepenuhnya di optimalkan oleh kita.
    Pem malah tetap memakai fasilitas Kredit Eksport untuk pengadaan Alutsista dari Russia.
    Russia skrg bukan Russia jamaan Komunis, atau jaman Glassnost dan Perestroika. Russia skrg lebih modern, lebih terbuka, dan kekuatan ekonomi sangat kuat, sehingga di dunia skrg tinggal Russia dan China yg mempunyai kekuatan bagaikan raksasa baru.
    Oleh krnnya tergantung pd kebijakan dan kecerdikan kita untuk memanfaatkan hubungan baik bagi keuntungan kedua belah pihak dan kesejahteraan negri kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut keterangan pemerintah berita yg sudah lama bahwa state kredit itu 'khusus utk 3 Kilo' tidak bisa digunakan utk produk lain..... Kilo krn termasuk alat strategis tdk mungkin diberikan ToT atau joint production shg melirik Kapal Selam yg lain meskipun akhirnya 'alot' utk detile ToT..... Memang penting ToT kapal selam krn sedikitpun kemampuan rekayasa ataupun kemampuan teknologi perakitan kita tidak bisa "sama sekali"....harap maklum n sabar

      Hapus
  10. sepertinya saya familiar dengan gaya menulis artikel diatas...hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. anda bella negara atau sebaliknya anas dan kawan 2 ??? maaf hanya tayak

      Hapus
  11. setuju, dengan pemaparan oleh penulis di atas, mengingat karakteristik wilayah rusia merupakan sebagian besar wilayah daratan sedangkan karakteristik wilayah indonesia adalah negara kepulauan jumlah 80 sebagaimana yang dimiliki rusia utk ditempatkan di sekitar ibu kota negara dan obyek2 vital, sangatlah kurang bagi indonesia, jadi di data terlebih dahulu tempat2 atau lokasi2 di setiap ibu kota negara, propinsi, kota dan kabupaten serta obyek2 vital untuk ditempatkan baterai dan rudal S 300 serta pantsyir, jangan lupa juga daerah perbatasan kita juga perlu, apakah indonesia juga akan menempatkan S 300 untuk di sekitar perbatasan atau kah S 400 dan serta pantsyir ?

    BalasHapus
  12. mau tidak mau bicara jujur demi keutuhan bangsa s 400 harus segera di belli di akusisi demi langgeng nya nkri ke belakang,s 400 daya getarnya luar biasa dan sudah di pastikan tukang goyang nkri bakal mikir 1000 kali.
    "kita berkaca ke timur tegah israel unggul di udara air supermasi ,ampun ampun meloby moskow ,missile s300 tidak di jual ke sriyah dan sudah di pastikan s300 jatuh ke tangan al asad .ke unggulan di udara israel tidak berguna aliass percuma jet tempur ,uav bakal seperti mainan di atas mejaa .

    BalasHapus
  13. OEIII LOE KEBANYAKAN MABOK CUCIAN BERAS????EMANG SIAPA BELI GINIAN?????PILIHAN KITA DARI PENGALAMAN CUMA YG CEMEN DOANG...JANGAN KEBANYAKAN NGAYAL KENAPA...TUH PKR ODONG2...FREGAT GAK JELAS...KALAU SELERA BAGUS YA DE ZEVEN PRUVICIEN...KITA INI CUMA ECEK2 GAK JELAS...JANGAN KEBANYAKAN BUAT WET DREAM

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh ajahhh anda gomong begitu tentu tidak dapat di tiru dan bodoh tak tahu malu ,wake up brooo anda mau suksess harus di lantari ,bangun pagi bukan molor tidur pagi .kita harus percaya diri dan igat jangan asal bicara kalau buata informasi itu tolol di kasih tahu orang .di liat dari ocehan anda jellas pemalas !!yaitu gak pantas di tiru pemalas bisanya yabu haha...ini kerbau duguu sok pintar kwkw...

      Hapus
    2. ano 13,45 englist terrus bicara ,lahir di new york atau london ,jangan 2 lulussan pulau gebang ,your englist blepotan broo .stop thingking speak englist .hehe...

      Hapus
  14. Menurut aku kita beli sekalian persenjataan Barat dan Timur. Itu Solusi cerdas. Dgn demikian kita akan tau kelemahan teknologi barat dan timur. Sehingga klo kita udah punya persenjataan yang lengkap paduan Barat-Timur Kalo seandainya perang kita sudah tau scra tidak langsung kelemahan lawan. Karena paling tidak senjata lawan kita cuman bikinan barat ataupun Timur . Kan kita makai juga. Untuk S300- S400 ini tawaran Rusia ya Rugi kalo gak beli. Nanggung lah . Kalo yang ini benar2 bisa buat efek getar lbh dari sekedar Apache. Nah raih aja kesempatan ini

    BalasHapus
  15. klo kelamaan gk di ambil, malah keduluan tetangga sebelah. ntar klo uda diambil duluwan pemerintah kelabakan cari roket yg sebanding. sedangkan belum ada yg menyamai s 400.

    BalasHapus
  16. iya bung Justin benar. Lebih baik kita padukan pertahanan ALutsista kita dg barat dan timur. Gak banyak negara yang punya alutsista perpaduan 2 Kiblat. Ya beruntunglah Indonesia negara yang menganut Non Blok apapun. Sehingga posisi ini membuat Indo diterima di negara manapun. Hanya kita yang seberuntung itu lho. Ingak2.! Beli Alutsista Barat dan Timur Bikin kita unggul.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengalaman dari dulu sampai sekarang klo beli alutsista dari blok barat selalu dilecehin mas broo..ya embargo suku cadanglah,ya senjata kw2 lah(beda sama tai,singa dan ausi)...

      Hapus
  17. Boleh pada ngimpi, asal jangan pada ngompol (Ingat kata-kata bijak dari (Slebor El Kidon)

    BalasHapus
  18. ano 13.45
    ngigo kali ya...
    klo marah ya sama yg beli pkr, sama ks changbogo yaa..sama yg punya duit. Klo marah sama ano2 di sini sama aja...percuma... Sampeyan tu jg mimpi di siang bolong. Cuci muka dulu sono...

    BalasHapus
  19. Russia equipment akan datang setelah apache & F 16second tiba.

    BalasHapus
  20. Perasaan ane pernah baca ini artikel udah lama deh cuma lupa lagi link nya.hehehe

    BalasHapus
  21. Pasti terwujud deh..amin amin amin... positip thingking aja..di amini aja..kalo toh gak jadi juga gpp.. masih bisa buat sendiri.R-han 122 platform truk REOT..egh salah "REO..." alon2 tur kelakon.
    Ano 13:45 MERDEKA..BUNG MERDEKA.>!!!!!! HOROTOYOhhh Kono... sssttt berisik..sana cuci kaki cuci tangan..bobok

    BalasHapus
  22. "Hihi... Coment nya pade ngeri top semua, tp pemangku kuasa negeri ini punya niat apa gak ya untk beli S400.????

    BalasHapus
  23. saya sangat setuju bila kekuatan negara kita diperkuat dengan s-300/400. sudah saatnya kita berani ambil keputusan mesikpun banyak tantangan dari negara lain tapi demi maslahat dan harga diri rakyat Indonesia

    BalasHapus
  24. Analisis dari penulis ini sdh pernah direalese di blog lain alias copypaste,cma komen yang masuk di blog laen bisa dihitung dg jari,beda dg IDB komen2 bisa masuk banyak dan seru. Alutsista utk NKRI memang lebih baik kombinasi barat dan timur,cma kalo dilihat ke timur kayaknya pemerintah kita malu2 takut,kalo mau ngotot tetap beli pasti dikasih apalagi sdh ditawari dari produsennya rusia. Cma kalo pejabat kita nih sdh dikenal negara produsen barat doyan duit/uang,jd diiming imingi ada komisi langsung diambil,beda dg rusia dijamin bikin kurus tu rekening pejabat yg berkaitan. dikasih kilo,malah cangbogo,ntar dikasih sukhoi 35BM malah pilih F16 bekas,apalagi S300/400 bisa2 yg dipilih rudal hanud bekas pakai negara barat dg info di upgrade. Hadewww...nasib...nasib...

    BalasHapus
  25. Buat apa s300, atau pathsir kalo ternyata ada pelanggaran yg di lakukan oleh amrik tp kita tdk berani tegas......Saya jamin kalau yg sekarang ini tdk berani tegas sama amrik....siap siap di embargo kalau berani.......mungkin aja f 16 bekas itu sebagai imbalan untuk mendapat akses yg lbh leluasa pengunaan wilayah udara nkri

    BalasHapus
  26. You may dream but do not wet on your bed (Slebor El kidon)

    BalasHapus
  27. apkh amrik sgitu bodoh'y kasi hibah f16 bekas bgitu sj? mereka yg bikin n tanpa kita tau bisa sj mereka pasang satu alat di dlm pswat tsb yg bisa matiin sistem radar ato missilenya dari jauh,tau2 jatoh aj tu pswat.

    BalasHapus
  28. Manstap jack...
    Yg aku tau mereka lebih pintar dan lebih tau dr kalian smua di sini,,kalau kalian lebih pintar dan lebih tau kalian sudah di sana ikut tanda tangan kontrak hahahahah...sory jack....
    Yg pasti pak jendral aku percaya padamu...

    BalasHapus
  29. Sepertinya rusia tdk main-main dlm membina hubungan strategis dgn indonesia tinggal indonesia yg msh terlalu sombong utk menerima ajakan rusia atau krn mental para tukang proyek. Tdk spt india atau cina yg tahu akan peluang itu shg mereka bisa mjd negara maju di bid teknologi militer. Rusia tahu posisinya lg terjepit mereka butuh teman strategis dan pemain regional spt indonesia utk mendukungnya tinggal bagaimana indonesia bisa memanfaatkan peluang tsb.

    BalasHapus
  30. Pejabat indonesia tuh lebih mengutamakan duitnya bukan negaranya yang dipikirin nomer 1. Beda dengan cina,india,pakistan,atau bahkan singapore dan australi negara benar2 nomer 1. Karena sejak orde baru lahir sdh salah didikan,yang dibangun pembangunannya dulu,dan bukannya manusianya dulu yg dibangun (mental).

    BalasHapus
  31. Bos sebagai bekas korban rusia di mana faham komunis indonesia berkiblat ke unisoviet yg hampir menguasai indonesia tentu indonesia akan berhati2!!!

    BalasHapus
  32. Indonesia bukan korban Rusia tapi korban Amrik (CIA) yg gerah dgn kedekatan RI-Rusia(Uni Sovyet)-China,ente2 masih pd prcya dgn sejarah yg diplintir orba ye? Jadul ente..

    BalasHapus
  33. Sejarah membuktikan kenapa Bung Karno namanya mendunia...karena dia lebih membela harga diri daripada apapun..akui saja..dan dia hanya mau bersahabat dengan negara2 yg memang mau menghargai negara RI ini..apakah anda sekalian masih mau menutup mata atas hal ini??

    BalasHapus
  34. Yang lebih cerdas adalah bagaimana kita memanfaatkan peluang yg ada. Tidak perlu melihat masa lalu krn kita berdiri sekarang untuk masa depan. Rusia dan cina dulu sempat tegang tapi sekarang mereka memiliki perjanjian strategis mungkin krn sama-sama seperjuangan. Jepang, jerman dan italia dulu negara facis dan musuh sekutu tapi sekarang mereka malah pro barat. Kita tidak perlu harus condong ke timur, lebih bagus masih bebas aktif dgn terus mencari peluang yg ada. Tidak perlu ikut-ikutan ke kiri atau ke kanan. Worst thing nya adalah bila timbul perang, kita akan sendirian tdk ada yg bela makanya berani sendiri dan bisa dihormati oleh setiap negara, Indonesia harus kuat di segala bidang, hankam, ekonomi dan politik

    BalasHapus
  35. Justeru keTIDAKCERDASannya adalah kita yg dijadikan peluang bukan kita memanfaatkan peluang..."apakah anda sekalian masih mau menutup mata atas hal ini?"

    BalasHapus
  36. Apakah tuan2 sekalian masih belum melihat ke arah mana Dunia ini akan di arahkan oleh Amrik cs..??? Dengan telunjuknya dengan powernya kearah 1 mata dalam Satu Tatanan Dunia Baru...sebuah orde dunia tanpa Tuhan tapi Paganistik...apakh masih menutup mata??

    BalasHapus
  37. pantsir bisa juga di pasang dikapal-kapal perang nya ankatan laut tidak perlu pake cws atau oto melara tuk menagkis serangan udara/rudal musuh yg rentan enbargo dari tuan mener,...itupun kalau para jendral nya pada pinter.

    BalasHapus
  38. Setuju banget. Pertahanan udara utama yang modern sekarang ini selain mengandalkan fighter interceptor semacam Flanker juga mengandalkan sistem pertahanan udara darat berlapis yang terintegrasi (IADS) yang terdiri dari :
     Lapis 1 area defence berupa sistem radar dan rudal SAM jarak jauh anti pesawat udara, anti rudal jelajah, anti rudal ASM, bahkan juga anti rudal balistik. Jarak jangkauan 300-400 km, dan dapat mengunci dan membidik lebih dari satu sasaran. Mobilitasnya tinggi karena dipasang di atas kendaraan. Contohnya adalah sistem Patriot dari AS, dan famili S-300/400/500 dari Rusia.
     Lapis 2 berupa sistem radar dan rudal SAM jarak sedang jangkauan 1,2-16 km untuk merontokkan sasaran yang lolos dari Lapis 1, termasuk bom pintar (smart bomb). Mobilitas juga tinggi karena dipasang di atas kendaraan. Contohnya adalah Pantsir atau Tor-M1 / SA-15 Gauntlet dari Rusia.
     Lapis 3 adalah pertahanan terakhir point defence berupa sistem Manpads dan meriam seperti QW-3 dan Contraves 35 mm.
    Bagi yg ingin tahu lebih jauh, lihat :
    http://www.ausairpower.net/APA-S-400-Triumf.html
    http://www.ausairpower.net/APA-S-300PMU2-Favorit.html
    http://www.ausairpower.net/APA-96K6-Pantsir-2K22-Tunguska.html
    Perlu dipikirkan pula apakah nanti dibawah komando TNI AD atau TNI AU. Saya cenderung ke TNI AU lebih strategis terintegrasi dengan Kohanudnas.
    Pusat pemerintahan dan komunikasi seperti Jakarta dan sekitarnya, pangkalan udara utama seperti Iswahyudi dan Makasar, serta pangkalan armada seperti Surabaya seharusnya dilindungi oleh sistem pertahanan udara berlapis yang terintegrasi (IADS). Sistem ini bersifat defensif murni. Akan tetapi karena mobilitasnya tinggi, sistem ini bisa menjadi ofensif-defensif misalnya bila didorong ke Kupang, atau kep. Bintan/Natuna. Vietnam sudah punya S-300, kapan kita punya?

    BalasHapus
  39. Saya setuju dengan TNI meng-akuisisi rudal s-1 dan s-300 minimal 5 baterai kekuatan batalyon arhanudse TNI.AU,bersamaan dengan penambahan su-35 bm,namun sekarang tergantung keputusan Saudaraku Panglima TNI,Menhan dan Saudaraku komisi I DPR RI dari F.PAN.Harapan kami dari rakyat semoga kita dapat belajar dari blackflight F.18 ternyata arhanudse kita masih kecolongan dan hal ini amat sangat memalukan harga diri kita sebagai bangsa yang berdaulat.

    BalasHapus