Selasa, Mei 21, 2013
0
BIMA-(IDB) :  Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil merobohkan bendera Sonora dan mengibarkan kembali bendera Merah Putih, setelah menang dalam pertempuran dan menyapu bersih musuh yang masih tersisa di sejumlah wilayah Kutai Timur, Kalimantan Timur, Minggu (19/5/2013) kemarin.

Penyerangan yang dilakukan pada waktu dini hari terhadap musuh yang telah beberapa saat sempat menguasai sejumlah wilayah NKRI dengan mendirikan negara Sonora itu diawali pada pukul 04.00 WITA atau 03.00 WIB, Batalyon 5 Korps Marinir melakukan Pendaratan Khusus (Ratsus) di P. Senupak, kemudian pada pukul 05.00 Yonif Linud 501 melaksanakan perebutan jembatan sungai Rapak.
Pada pukul 06.00, Batalyon Tim Pertempuran (BTP) 509 dan Kompi Mekanis melakukan Serangan Permukiman (Sermukim) di SP 3 Kaubun.

Sementara itu pada jam yang sama, Yonif 1 Marinir melancarkan serangan dan merebut Garis Taraf (GT) 2 sasaran 4 yang terletak di Karvak 0901 (Maloy) dan sasaran 3 di Karvak 0308 (P. Sengkuang), kemudian pada pukul 08.00 WITA BTP 509 bersama Yonif Linud 501 dan Yonif 1 Korps Marinir melaksanakan konsolidasi.

Dalam rangkaian serangan tersebut, ternyata masih ada sebagian musuh yang mencoba untuk melarikan diri ke Karvak 9528 (Sempayau), sehingga memaksa satu Kompi dari BTP 514 untuk melakukan pengejaran  dengan menggunakan operasi Mobud.
Baku tembak tak dapat terelakkan, sehingga memaksa pasukan TNI untuk menembus kepala dan dada pemimpin tertinggi militer negara Sonora Mayjen Ludwix dengan berondongan peluru berkaliber 5,56 mm.

Dalam sekejab, seluruh sisa musuh dapat disapu bersih oleh para prajurit TNI, sehingga pada pukul 09.00 WITA Komandan Satuan Tugas Darat (Dansatgasrat),  Komandan Satuan (Dansat) perkuatan lainnya, Komandan Yonif Linud 501 Mayor Inf Mulyo, serta Komandan Yonif 1 Korps Marinir Letkol Mar Teddy Yulianda Bakri melapor kepada Panglima Komando Tugas Darat Gabungan (Pangkogasratgab) Mayjen TNI Setyo Sularso bahwa operasi telah berhasil dilaksanakan.

Akhirnya, Pangkogasratgab melaporkan hasil pelaksanaan operasi dan melaksanakan alih Komando Pengendali (Kodal) kepada Pangkogab TNI Letjen TNI M. Munir.

"Semua episode drama perang-perangan tersebut merupakan bagian dari skenario Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2013 yang telah digelar di beberapa tempat, antara lain di Asembagus Situbondo - Jawa Timur, Sangatta - Kalimantan Timur, Tarakan - Kalimantan Utara dan Bima - Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain latihan perang darat dan dan perang udara, TNI telah pula melancarkan latihan perang laut di laut Jawa dan laut Sulawesi," jelas Dansatgaspen Latgab TNI Tahun 2013, Kolonel Adm Bejo Suprapto, dalam rilis yang diterima Tribunnews.com.

Sejak dibuka pada 15 April yang lalu hingga kini, seluruh rangkain kegiatan Latgab TNI 2013 dapat berjalan dengan lancar dan tak ada satupun prajurit yang terluka maupun material tempur yang rusak atau hilang.

GNM Bertekuk Lutut Di Bima Oleh TNI

Gerakan Nusa Merdeka (GNM) telah merebak dan melebarkan sayapnya untuk menguasai obyek vital dan sarana penting di Kota Bima. Tidak itu saja para mata-mata musuh Negara Sonora dengan segala daya upaya untuk mempengaruhi masyarakat agar tidak ada yang pro terhadap pemerintah yang sah. 
Salah satu sasarannya adalah Kota Bima, Dompu NTB bahkan sampai Mataram. GNM berusaha membentuk kelompok kelompok kecil untuk menjadikan basis bagi kepentingannya. Uraian di atas adalah gambaran keberadaan GNM di Kota Bima.

Melihat hal tersebut Satuan Tugas Teritorial (Satgaster) Korem 162/WB Kodam IX/Udy segera membentuk penyekatan agar para insurjen (musuh) bertekuk lutut dan tidak bisa melarikan diri dari Kota Bima. Kompi A Batalyon Infanteri (Yonif) 742/Satya Wira Yudha sebagai pasukan penyekat mengeluarkan satu peleton prajurit di pimpin Letda Inf Jendra JT., melakukan operasi penggeledahan rumah yang sudah diindikasi sebagai tempat persembunyian 3 anggota GNM di Desa Sanolo Kec. Bolo Bima NTB, Sabtu pagi (18/5).

Setelah melalui negosiasi alot  dengan Ketua RT, RW, Hansip dan Kepala Desa setempat akhirnya satu peleton Kompi A berhasil menggeledah rumah milik Sdr Adnan yang digunakan sebagai tempat persembunyiannya dan didapatkan tiga orang tawanan GNM, 3 pucuk senjata laras panjang serta satu buah pistol.

Rangkaian kegiatan ini merupakan Operasi Satgaster dan termasuk Kampanye Militer Latgab TNI tingkat Divisi tahun 2013 di daerah latihan Bima NTB.

Menurut Kepala Desa Sanolo Sdr. Ridwan tempat latihan penggeledahan tersebut memiliki jumlah penduduk 3010 orang yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan tambak. Adanya latihan di wilayah tersebut masyarakat merasa sangat bangga serta mendukung dalam menyukseskan jalannya Latgab TNI tahun 2013 bahkan meminta kepada petinggi TNI agar Latgab TNI berikutnya dapat dilaksanakan di Bima kembali. Adapun rumah yang dijadikan sasaran penggeledahan pasukan TNI tersebut milik Sdr. Adnan.




Sumber : Tribunnews

0 komentar:

Posting Komentar