Jumat, Mei 24, 2013
20
Panser Canon Tarantula

JKGR-(IDB) : Doosan DST Korea Selatan akhirnya menyelesaikan produksi Panser Tarantula berbobot 18 ton yang dilengkapi canon 90 mm serta senjata mesin 7,62mm/ 12,7mm. Panser Tarantula (Korsel: Black Fox) merupakan kendaraan tempur beroda 6 yang dioperasikan tiga orang (sopir, kkomandan, petembak) yang melaju dengan kecepatan maksimal 100 km/jam serta 8 km/jam di dalam air.


Menurut Doosan DST, Panser Tarantula telah disesuaikan dengan kondisi alam Indonesia, sehingga dibuat lebih ringan dan memiliki kemampuan amphibi. Dengan senjata meriam 90mm dan senapan mesin, Tarantula didisain untuk bisa menyerang lawan yang memiliki kemampuan penuh ataupun bertempur dengan tank musuh. Panser ini juga memiliki kemampuan operasi gerilya: search and destroy.
Chasis Black Fox dengan turret CSE90 Belgia
Chasis Black Fox dengan turret CSE90 Belgia
tarantula2
Blackfox / Tarantula versi APC
Blackfox / Tarantula versi APC

Tahun 2009, TNI AD memesan Panser Canon Tarantula ke Doosan DST Korea Selatan. Panser 6×6 ini memasuki tes operasional, uji menembak dan uji manuver lapangan sejak November 2011. Setelah lulus inspeksi, panser mulai diproduksi Korea Selatan pada awal tahun 2012. Tanggal 5 Mei 2013, Doosan DST mengumumkan telah menyelesaikan produksinya untuk dikirim ke Indonesia.


Tanpa menyebutkan jumlahnya, pihak Cmenyatakan segera mengirim sejumlah Panser Tarantula ke Angkatan Darat Indonesia. Dalam pembuatan panser ini Doosan DST bertanggung jawab membangun panser dan pemasangan turret meriam. PT Pindad juga akan melakukan perakitan semi-knocked-down (SKD) di Indonesia. Menurut catatan SIPRI 2012, Indonesia memesan 22 Black Fox/ Tarantula ke Korea Selatan dan 11 diantaranya akan dirakit di Indonesia.


Masih menurut SIPRI 2012, turret dari Panser Tarantula adalah CSE 90 mm buatan CMI Defence Belgia. Turret ini mengusung meriam Cockerill MkIII 90 mm, senjata mesin 7,62mm / 12,7mm serta pelontar granat. Meriam utama dikendalikan secara elektronik dan mampu menembak sasaran di malam hari. CSE90 mm dilengkapi penjejak laser jarak jauh untuk menembakkan amunisi APFSDS-T, serta berbagai jenis amunisi lainnya.

Defence-Cockerill-CSE-90LP-01

Dengan munculnya informasi dari Doosan DST Korea Selatan ini, menunjukkan road map kendaraan tempur TNI semakin jelas. Setelah Panser Anoa, akan muncul Panser Canon Tarantula lalu disusul Tank Kerjasama FNSS Turki dan PT Pindad.

Indonesia merupakan pengguna pertama Panser Canon Tarantula Korea Selatan, sehingga belum diketahui sejauh apa ketangguhan dari Panser ini. Diharapkan Indonesia bisa mengembangkan disain dan kualitas panser ini, karena TNI AD hanya memesan 22 Panser Tarantula.






Sumber : JKGR

20 komentar:

  1. mantap, beli, oprek, desain, jadi deh tarantula versi pindad

    BalasHapus
  2. Di banding anoa bagus mana ya?? Apa beda kelas???

    BalasHapus
  3. Bung Boler. Bisa jelaskan pertanyaan ano di atas ? Monggo

    BalasHapus
  4. Bagusnya di pasang di perbatasan Irian Jaya dengan Papua Nugini, biar lebih aman dari kejahatan2 Aussie dan antek2nya gitu pakkk....

    BalasHapus
  5. Beda bobotnya.

    BalasHapus
  6. Obrolan sampah gak berguna kumpulan orang-orang begok semua by: adrian kalibata city herbas 02/CU

    BalasHapus
  7. ano 10.22

    mau sampah kek mau apa kek terserah... ini negara demokrasi bung bebas komen.. kalo kira2 ada gangguan kejiwaan berobat donk.. kalo gak bunuh diri aja sana itung2 ngurangin penduduk wkwkwkwk...

    BalasHapus
  8. knapa harus tarantula, kenapa gak anoa saja tinggal tempelin canon 90 mm sudah jadi panser asli indonesia yg sangat mematikan selain itu bisa mengangkat martabat dan haraga diri bangsa yg selalu di cap terbelakang sama para MENER di sana.

    BalasHapus
  9. BIASA BROOO DAPAT KOMISI,...WUR,...WUR,...WUR'

    BalasHapus
  10. Kang boleroes mana ya??
    Kami menunggu komen anda bang.

    BalasHapus
  11. Setahu saya Anoa enggak bisa dipasangi turret untuk kanon karena terhalang posisi mesinnya . Untuk bisa spt Tarantula ini Anoa harus memindahkan mesin. Sedangkan Anoa tidak dilengkapi canon, tapi rudal Mistral. Mana yg lebih bagus tergantung usernya, kapan dan dimana akan digunakan?

    BalasHapus
  12. Mohon maaf saya belum pernah melihat dari dekat panser Tarantula, jadi agak susah memberikan komentar, namun secara gambar body samping kok tidak dibuat "miring" lazimnya ranpur agar peluru yg menyentuh body berakibat rekoset sehingga meminimalisir tekanan peluru.
    Perihal kanon 90 mm dan kubah buatan Cockeril Belgia menurut saya g ada yg istimewa karena khusus kanon 90 mm juga dipakai di tank PT-76 menggantikan kanon 76 mm aslinya.
    Kemampuan berenangnya yg 8 Km mungkin perlu penjelasan apakah berenang di danau dangkal, di sungai dg arus deras atau di laut dan memakai propeler atau jet engine.
    Dg kondisi gambar Tarantula yg ada, maaf ini panser gampang terguling kalau kena obstacle di medan perang karena "Ground Clearance" tinggi, dan yg jelas Tarantula belum "battle proven" di medan perang beneran, lain dengan BRDM eks Russia yg pernah kita punyai, walau chasis dari truck "Gaz" tapi sangat tangguh dan memenuhi syarat dasar ranpur serta mampu mengatasi obstacle yang ada.
    Maaf saya pengagum ranpur Russia karena sederhana namun tangguh dan kuat sepanjang massa.serta sdh benar2 " Battle Proven" di segala medan perang di pojok dunia manapun.

    BalasHapus
  13. Kalo dibanding Anoa gimana kang??
    Hehehehe

    BalasHapus
  14. Antara Anoa dg Tarantula yg berbeda adalah yg Anoa APC dg chasis dan engine Renault Perancis, sedang Tarantula panser tempur. Yg samaa bannya merk Kumho buatan Korea. He...he...he...
    Yg Tarantula dibelindg Kredit Eksport kalo Anoa dibayar dg APBN.
    Yg sama keduanya mendapat komisi lumayan buat beli Vitalia, Villa dannAfansa, he....he....he....... Maaf ya ketularan anggota PP2A yg sangat klejingan komennya, he....he....he.........

    BalasHapus
  15. Sebenarnya Pindad sdh berusaha untuk menginstal meriam di anoanya namun msj terkendala terhadap space yg membuat awaknya tdk dpt bergerak leluasa sehingga tdk bisa bergerak dgn lincah didalamnya dan hingga kini msh d design ulang. Pembelian dr korea selatan kemungkinan besar untuk dipelajari ulang agar bisa d terapkan lbh baik di anoa. Ya mdh2 an sukses belajarnya agar bisa sesukses anoa versi apc.

    BalasHapus
  16. Agak gemuk ya..hehe.anoa klw menurut ane lbh ke buat angkut personel kayaknya.sorry klw salah penafsiran,hehehe.

    BalasHapus
  17. NEGERI
    MB: Penggal ini untuk pembangunan luar bandar
    Mei 22 2013

    WAWANCARA Tan Sri Khalid Ibrahim akan bekerja meningkatkan rizab tunai negeri untuk penggal kedua beliau sebagai menteri besar Selangor kali ini.

    Beliau juga akan menumpukan kepada pembangunan kawasan luar bandar dan kawasan pinggir bandar.

    Menganggapnya sebagai cabaran terbesar sebagai pentabdir negeri Darul Ehsan itu, Khalid berkata, beliau perlu lebih menumpukan kepada kawasan yang dihuni masyarakat bumiputera yang diakuinya kurang diberi perhatian pada penggalnya,

    "Di kawasan-kawasan ini kita tidak benar-benar tumpukan kepada pembangunan luar bandar. Ia bukan hanya buat jalan atau bina gerai.

    "Ia tentang pembangunan bersepadu. Kita perlu naikkan pendapatan masyarakat ini," kata Khalid ketika diwawancara Malaysiakini sebelum ini.-mk

    BalasHapus
  18. Ini panser gak ada bedanya ama buatan pindad ANOA ,malah anoa di medan tempur sudah terbukti tqngguh ,libanon ,africa "aroma krupsi semerbak sekali akusisi trantula dan sudah terang teranggan .

    BalasHapus
  19. Parah panzer sekelas anoa di bilang main batle tank ,berapa harganya mbt fersi menhan ini ,pasti patgulipat .lama2 indonesia ambruk ,hutang nkri di bawah kendali demokrat setinggi gunung zemeru ,sadarlah kawan stop bella prampok .

    BalasHapus
  20. Apapun yang jadi kendala saat ini diindonesia adalah ToT dari negara lain yang sulit kita dapat, walau lebih mahal tapi harus ada manfaatnya apalagi untuk pembuatan panser canon versi indonesia yang harus lebih baik dari buatan korea ini. Jika kedepannya kita masih beli produk yang sama ini.....apalagi tidak dipelajari dan tidak dikembangkan berarti kita tidak manfaatkan untuk mengejar kemandirian pembangunan alutista didalam negri Indonesia tercinta ini. Ayooo Pindad produksi tank canon versi indonesia sampai ke turret canon nya dan tunjukkan kehebatan Indonesia dimata dunia!!!!!!! sekalian kembangin sistem kontrol tembak dan radar dalam panser versi indonesia

    BalasHapus