Jumat, Februari 08, 2013
4
MADIUN-(IDB) : Untuk mengasah naluri tempur seorang fighter dalam menghancurkan sasaran harus terus diasah, terkait hal tersebut penerbang tempur Lanud Iswahjudi selama delapan hari mulai. Senin (4/2) mengadakan latihan menembak dari udara ke darat (Air To Ground), di Air Weapon Ring (AWR) Pulung Ponorogo, Selasa (7/2).
Hal tersebut merupakan latihan profisiensi rutin yang dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan seluruh penerbang, karena untuk menjadi penerbang tempur yang handal dan professional tidak hanya mampu menerbangkan pesawat, bermanufer, mengejar maupun dikejar oleh pesawat lawan, namun ketepatan menembak dan menghancurkan sasaran merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang fighter.

Dalam latihan penembakan dengan menggunakan bom latih asap BDU 33 dan Rokecting menggunakan FFAR 2,75 inch, Lanud Iswahjudi melibatkan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3, dan Pesawat tempur HS Hawk MK-53 dari Skadron Udara 15, mengingat Skadron Udara merupakan salah satu ujung tombak pelaksanaan operasi udara dalam menegakkan kedaulatan wilayah NKRI.

Selain itu, latihan penembakan “Air To Ground” tersebut merupakan ajang uji ketangkasan kemampuan bagi para penerbang tempur dalam ketepatan menembak atau menghancurkan sasaran sekaligus untuk meningkatkan kemampuan tempur yang handal dan profesional. Terkait hal tersebut maka setiap penerbang akan melaksanakan bombing, dan straffing gun di daerah sasaran yang telah ditentukan.

Sementara itu Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI Yuyu Sutisna, S.E., berpesan kepada para penerbang dan ground crew maupun pendukung lainnya selama latihan berlangsung, untuk selalu berhati-hati, mengutamakan safety dalam setiap kegiatan dan senantiasa melakukan pengecekan ulang terhadap pesawat, sehingga latihan dapat berjalan lancar sesuai yang dijadwalkan.




Sumber : TNI AU

4 komentar:

  1. Sdh waktunya AWR ( Air Weapon Range) di Pulung, Ponorogo, Pandanwangi,Lumajang, Takalar, Sulsel dilengkapi dg Jamming Pot spt di AWR Siabu, Pekanbaru disamping MDI (Miss Distance Indicator ) yg secara real time dpt dimonitor olleh sang pilot. Dg dmk, pilot pada CMC yg terpasang di Avionik dpt memprogram teknik penembakan roket dan release bomb secara lebih akurat.
    Selamat berlatih, draaatttt, draaaattttt, straffing roket 2,75 inch, berlansung n ggak lama kemudian " Bomb Release", pull out, ........alias, kepareng wangsul, mau apel siang, Ndan........

    BalasHapus
  2. Pengalaman saya asal ada latihan nembak dan nge-bomb di Pulung, para santri di Ponpes Gontor selalu was,was, apalagi kalau mendengar straffing roket.........jgn.....jgn......nanti.....tapi selama ini aman-aman saja.

    BalasHapus
  3. GimAna mau pandai kalo cuman lempar 2 atau 5 aja buat 1 thn

    BalasHapus
  4. boom sekecil itu pantasnya diangkut sm UAV, silent kill

    BalasHapus