Senin, Februari 04, 2013
5
SEOUL-(IDB) : Militer Amerika Serikat dan Korea Selatan kembali menggelar latihan perang bersama, kali ini  selama tiga hari, yang dimulai Senin 4 Februari 2013. Latihan militer ini disinyalir untuk memberikan ancaman dan pesan pada Korea Utara yang berencana melakukan uji nuklir.

Diberitakan BBC, latihan gabungan nanti akan melibatkan kapal selam nuklir AS USS San Fransisco dan bertempat di pantai timur semenanjung Korea. Tidak disebukan rincian latihan nanti, namun menurut sumber, latihan akan melibatkan tembakan peluru tajam, manuver laut dan deteksi kapal selam.

Pejabat kedua negara menegaskan bahwa latihan ini telah dijadwalkan sejak lama, bahkan sebelum Korut mengumumkan akan melakukan uji nuklir mereka yang ketiga. Namun, Kepala Staf Militer Korea Utara, Jung Seung-Jo menyiratkan bahwa latihan tersebut untuk unjuk gigi dan menakut-nakuti Korut.

"Kedatangan kapal selam nuklir AS ke wilayah ini dengan sendirinya adalah pesan bagi Korea Utara," kata Jung.
 
Picu Perang

Sementara itu, pihak Korut berang atas latihan itu. Dalam pernyataan resmi, pemerintah Korut mengatakan bahwa latihan gabungan itu "memicu perang."

Sebelumnya, pemerintah Korsel dan AS telah memperingati Korut bahwa mereka akan menanggung akibatnya jika tetap melakukan uji nuklir tersebut.
Rencana ujicoba nuklir ini diumumkan Korut setelah diberlakukannya sanksi baru atas Pyongyang oleh PBB, terkait peluncuran roket Desember lalu. Pemerintah Korsel meyakini bahwa Korut saat ini tengah dalam tahap akhir uji nuklir.

"Kami menilai Korut hampir menyelesaikan persiapan uji nuklir kapan saja, tinggal menunggu keputusan politis," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel Kim Ming-seok.




Sumber : Vivanews

5 komentar:

  1. merindukan dunia yg damai tanpa provokasi,tanpa perang,...semua selaras berdampingan membentuk harmoni dlm lingkup kesetaraan sebagai mahluk tertinggi ciptaan TUHAN.

    BalasHapus
  2. Nanti mas habis kiamat. Di situ di buktikan klaim masing2 Agama.

    BalasHapus
  3. Begitulah cara AS mempraktekan politik luar negerinya, dg mendemonstrasikan kekuatan militer untuk memaksakan kehendaknya. Kalau usaha jadi bulsit(penimbul situasi) berhasil maka mulailah teman dekatnya diajakin untuk melakukan operasi keroyokan kaya preman, kalau kelihatan akan merugikan diri sendiri mundurnya sangat memalukan. Bukan sekali ini AS kalah dlm setiap aksi jadi agressor, dari mulai perang Vietnam sampai di Afghanistan, selalu babak belur, apalagi melawan Kore Utara yg prajuritnya telah dilatih fanatisme tinggi. Menggunakan Alutsistanya yg boleh tidak terlalu modern, namun di tangan prajurit yang tinggi moralnya akan jadi mesin pembunuh yg mengerikan bagi musuh.
    Paling AS nanti menjadikan tentara Korsel yg manja sebagai tameng dikorbankan lebih dahulu, persis kaya perang di Vietnam dulu.
    Apalagi dg kemampuan Korut sdh dpt membuat sejata strategis berupa roket dan rudal, blm sukses operasi laut lwt penetrasi dg "Sub Midget " yg terkenal.
    Jadi ayo mulailah perang!!!

    BalasHapus
  4. kalo gak ada perang ya amrik jadi miskin mas,senjatanya gak ada yg laku...

    BalasHapus
  5. Benar itu, nanti MNC nggak dapat berkembang dan untung besar, ya.

    BalasHapus