Jumat, November 02, 2012
11
JAKARTA-(IDB) : Indonesia pernah menikmati kejayaan sebagai salah satu produsen pesawat terbang dengan lahirnya N-250 yang merupakan pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN.
Di tangan Bacharuddin Jusuf Habibie, Indonesia dapat dianggap telah sejajar dengan negara-negara pembuat pesawat terbang yang terlebih dahulu memproduksi pesawat terbang, baik untuk tujuan komersil maupun militer.

Mantan Presiden RI, Bacharuddin Jusuf Habibie ini pun mempunya ambisi untuk mengembalikan kejayaan Indonesia tersebut. Bahkan upayanya telah dimulai dengan mendirikan perusahaan dirgantara, PT Ragio Aviasi Industri (PT RAI). Perusahaan ini akan mengembangkan kembali rancangan pesawat N-250 yang pernah dikembangkan pada tahun 1995.

"Perusahaan Ragio Aviasi Industri dan semua data tentang pesawat N-250 juga masih kita punyai," kata Habibie di Yogyakarta, Kamis 1 November 2012

Menurutnya dalam perusahaan itu, dirinya dipercaya menjabat  Ketua Dewan Komisaris dan siap untuk terlibat aktif dalam pengembangan teknologi pesawat.

"Sudah seharusnya Indonesia unjuk gigi dan bersaing dengan negara lain. Karena menurutnya, sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki oleh PT Dirgantara Indonesia, dapat dimanfaatkan kembali untuk menciptakan kembali pesawat yang pernah dihasilkan IPTN," katanya.

Meski PT RAI telah terbentuk, namun diakui Habibie, proses pengembangan N-250 direncanakan baru akan dilaksanakan 5 tahun mendatang. ”Semoga dalam lima tahun kedepan saya masih sehat. Untuk itu saat ini saya sedang menuliskan pengembangan teknologinya,” ujarnya.

Penerus N-250 Sebagai bukti Indonesia Setara India Dan China

Ambisi BJ Habibie melalui puteranya, Ilham Habibie, untuk membangkitkan kembali pesawat N-250 sudah sepatutnya didukung penuh bangsa Indonesia. Bahkan, pesawat yang dirancang lewat proyek Regio Prop tersebut layak menjadi kebanggaan Indonesia.

Pengamat penerbangan, Dudi Sudibyo, saat dihubungi VIVAnews, Rabu 12 September 2012, mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara besar di kawasan Asia selain China dan India. Sayangnya, industri pembuatan pesawat nasional, menjadi satu-satunya negara yang tertinggal jauh dibandingkan dua negara tadi.

"Indonesia, China, dan India merupakan tiga negara terbesar, tapi cuma Indonesia yang belum mempunyai pesawat buatan sendiri," katanya.

Dudi menjelaskan, jika rencana Ilham Habibie membangun pesawat Regio Prop terwujud, produk karya anak bangsa itu bisa menjadi kebanggaan rakyat Indonesia. Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan potensi penumpang pesawat terbesar di kawasan Asia.

Keputusan Ilham Habibie yang memilih pengembangan pesawat jenis turboprop (baling-baling) dibandingkan pesawat jet, merupakan langkah tepat. Perkembangan teknologi pesawat turboprop kini dinilai telah menyamai pesawat jet terutama dalam hal kenyamanan. Bahkan, pesawat turboprop juga dinilai lebih efisien dibandingkan pesawat bermesin jet. Hal ini tentu saja menjadikan keuntungan tersendiri bagi operasional maskapai.

"Anggapan masyarakat bahwa pesawat turboprop lebih baik dari jet itu salah. Pesawat turboprop saat ini tidak lagi menggunakan piston dan sistemnya sama dengan pesawat jet, namun lebih efisien dibandingkan pesawat jet," katanya.




Sumber : Vivanews

11 komentar:

  1. gua mimpi buruk...masa pesawat di tukar ketan!

    BalasHapus
  2. liat aja bro gak usah komentar
    dulu kan pemerintah yang maksa tukar ama beras
    sekarang kan di tangani swasta jadi urusannya sudah B to B dan profit oriented

    BalasHapus
  3. Bangun..bangun...ada yang masih tidur ya sampai ketinggalan berita rupanya. Dikiranya PT. DI sekarang itu spt dulu. Sekarang lain mas. Korsel beli CN235 4 biji bayar cash mas. TNI juga pesan 5 biji juga cash . TNI pesan NBELL 412EP 26 biji jg cash. TNI beli CN-295 9 biji jg cash. Jangan ngimpi terus. ayo bangun dan kerja..

    BalasHapus
  4. Saya sangat bersyukur Indonesia tercinta dikaruniakan Allah Swt bj habibie,seorang yg sangat cerdas,nasionalis sejati...semoga pa habibie diberikan umur panjang sehat selalu...aamiin..

    BalasHapus
  5. Ho'oh... molor aj gawe-nya... napa ga mokat skalian... bravo N250 !!

    BalasHapus
  6. Jangan lupa.... ketan Thailand udah lama habis kita makan. Tapi pesawat kita sampai sekarang masih terbang di Thailland. Mereka juga kalo servis pesawatnya beli spare parts ke PTDI.

    BalasHapus
  7. bagus pak....berjuang terus...kami dukung...jangan hiraukan komentar miring orang....itu hanya orang yang tidak mengerti perjuangan pendahulu...

    BalasHapus
  8. Nanti kalo karyawan potensial PT DI diambil habibie terus PT DI dapet sisanya doang dong berarti ngga bisa produksi lha wong karyawannya diambil habibie semua, yah...bangkrut lagi...bangkrut lagi...nasibmu burok amat.

    BalasHapus
  9. Wah enak sekali pak habibie ini ketika uang sudah di depan mata beliau mau ambil karyawan PT DI lha terus PT DI dapet apanya bisa bangkrut lagi dong wong ngga bisa produksi karena karyawan potensialnya diambil perusahaan kerajaan habibie, nasib...nasib...

    BalasHapus
  10. Pokoknya kalian nggak usah pandang dari sisi negatifnya saja. Bangga dong sebagai orang INDONESIA yang telah membuktikan mampu membuat Pesawat Sendiri.. sekarang kita tinngal Mendukung dan Mendoakan saja. mudah2an beliau BJ. Habibie bersama anak sulunnya Ilham mampu menerbangkan lagi pesawat Nasional... Cinta INDONESIA selalu..

    BalasHapus
  11. good job mr.ilham n mr.habibie

    BalasHapus