Rabu, Oktober 03, 2012
0
JAKARTA-(IDB) : Latihan puncak TNI AL tahun 2012  yang dikenal dengan Latihan Armada Jaya XXXI/2012 pada pertengahan bulan Oktober ini akan digelar  manuver lapangan dengan mengerahkan lebih dari 30 kapal perang berbagai jenis yang menjadi kekuatan TNI AL dan sekaligus  akan dilaksanakan uji coba penembakan senjata  strategis  di perairan Indonesia bagian Timur. 

Geladi posko yang digelar dengan tema “Melalui Latihan Armada Jaya XXXI/2012 TNI Angkatan Laut menggelar Operasi Laut Gabungan, Operasi Amphibi dan Operasi Pendaratan Administrasi di Wilayah Timur Indonesia Dalam Rangka Menjaga Kedaulatan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia”. telah dilaksanakan  sampai pekan lalu  dan telah menghasilkan dokumen perencanaan latihan Armada Jaya XXXI/2012.

Latihan Armada Jaya XXXI/2012 kali ini akan dilaksanakan ujicoba penembakan senjata strategis yang dimiliki TNI Angkatan Laut seperti rudal Yakhont, rudal Exocet MM 40, rudal C-802 serta penembakan Torpedo SUT (Surface and Underwater Target) dari Kapal Selam dan Kapal Atas Air dengan sasaran Kapal Permukaan.

Lintas laut dalam latihan  akan dilaksanakan mulai dari Laut Jawa hingga puncaknya operasi amfibi berupa pendaratan Pasukan Pendarat Marinir di Sangatta, Kalimantan Timur , melibatkan seluruh kesenjataan TNI AL yang tergabung dalam SSAT yaitu kapal perang, pesawat udara, Marinir dan Pangkalan.

Kegiatan latihan tersebut diawali dengan pembukaan latihan Posko (Latposko ) oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal ) Laksamana TNI  Suparno yang diwakili Wakil Kepala Staf Angatan Laut (Wakasal ) Laksamana Madya TNI Marsetio ,M.M di gedung Yos Sudarso Seskoal Cipulir, pekan lalu dihadiri oleh para pelaku ,wasdal dan penilai yang tergabung dalam gelada posko latihan Armada Jaya XXXI/2012.


Dalam latihan Armada Jaya XXXI/2012 diawali dengan  geladi posko dengan para pejabat sebagai pelaku dijabat Komandan Seskoal Laksda TNI Arief Rudianto, S.E bertindak sebagai Direktur Latihan (Dirlat), Pangarmabar Laksda TNI Sadiman, S.E., bertindak sebagai Panglima Komando Tugas Gabungan Amfibi (Pangkogasgabfib) , Pangkolinlamil Laksda TNI S.M. Darojatim sebagai Panglima Komando Tugas Pendaratan Administrasi (Pangkogasratmin), Komandan Guspurlaarmabar   Laksma Tri Wahyudi Sukarno, S.E,  sebagai Panglima Komando Tugas Gabungan Laut ( Pangkogasgabla) dan Komandan Pasmar I  Kolonel Marinir R Gatot Suprapto sebagai Komandan pasukan pendarat  dan Komandan lantamal VI  Brigadir Jenderal TNI Marinir M. Suwandi Thahir sebagai Panglima Komando tugas pertahanan pantai (Pangkogashantai)

Geladi Posko yang dilaksanakan di gedung Olah Yudha   Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut  ( Seskoal ) tersebut melaksanakan kegiatan pengambilan keputusan ( Biltus ) 14 langkah   diantaranya mulai dari tahap perencanaan , paparan konsep umum operasi sampai dengan pengujian rencana Operasi melalui TFG (Tactical Floor Game) yang disampaikan oleh para Panglima Komando Tugas gabungan dan Komandan pasukan pendarat diikuti oleh para staf pelaku, wasdal dan penilai yang tergabung dalam Latihan Armada Jaya XXXI/2012 .
Kegiatan pengujian rencana operasi yang lebih dikenal dengan Uji RO  melaksanakan kegiatan TFG (Tactical Floor Game) dengan kegiatan paparan secara bertahap  mulai dari kegiatan embarkasi material dan personel di pangkalan Surabaya sampai dengan pelaksanakan hari H Jam “J”  pelaksanaan pendaratan pasukan pendarat di Sangatta, Kalimantan Timur

Selama kegiatan TFG (Tactical Floor Game)  berlangsung  ditinjau secara langsung oleh Wakasal  Laksamana Madya TNI Marsetio ,M.M , didampingi Korsahli Kasal Laksamana Muda  TNI Haribowo ,M.Sc, Asops Kasal Laksmana Muda TNI Didit Herdiawan, MPA. MBA.

Dalam peninjauan tersebut Wakasal  Laksamana Madya TNI Marsetio ,M.M mengikuti jalannya pelaksanaan kegiatan pentahapan paparan mulai kegiatan di Pangkalan Angkatan Laut  Surabaya sampai dengan pelaksaaan pentahapan pelaksanaan pendaratan pasukan pendarat  dan pelaksanaan Uji coba penembakan senjata strategis yang akan dilaksanakan oleh kapal perang TNI AL yang dilibatkan dalam Latihan Armada Jaya XXXI/2012 di perairan Kalimantan Timur.
Dalam kegiatan tersebut Wakasal menyampaikan arahan khususnya kepada para pelaku latihan utamanya para Komandan KRI dan para perwira pengawak KRI  serta  para perwira muda yang terlibat latihan yang berkaitan  dengan pelaksanaan manuver lapangan unsur-unsur KRI di perairan Indonesia kawasan timur utamanya perairan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) . Lebih lanjut disampaikan kepada para perwira muda yang tergabung sebagai pelaku latihan agar  latihan  kali ini dijadikan wahana pembelajaran secara professional.


Dalam manuver lapangan yang akan dilaksanakan medio Oktober 2012 yang akan datang,  Kapal perang TNI AL yang dilibatkan dalam latihan kali ini terdiri  dari berbagai jenis kapal perang diantaranya Kapal Selam, Perusak Kawal Rudal, Kapal Cepat Kudal, Perusak Kawal, Angkut Tank, Buru Ranjau, Kapal Tanker dan Kapal Bantu Tunda akan dikerahkan dan 10 kapal perang di antaranya akan menembakkan senjata straegis . Latihan puncak yang melibatkan   lebih dari  5 ribu personel ini juga mengerahkan 6 pesawat udara, 1 Batalyon Tim Pendarat Marinir beserta puluhan kendaraan tempur Pasukan Pendarat Marinir.

Dalam latihan kali ini melibatkan sejumlah unsur kapal perang dan personel dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur, Komando Armada RI Kawasan Barat dan Komando Linas laut Militer . Selain itu melibatkan  personel dari Mabesal, Seskoal, lantamal V dan lantamal VI dan  personel dari Dinas Hukum, Dinas Psikologi, POMAL dan Dinas Penerangan sebagai pelaku dan beberapa Pangkalan Angkatan laut.

Kapal perang Produksi dalam negeri jenis LPD  KRI Banjarmasin-592 dan kapal perang terbaru TNI AL kelas SIGMA diantaranya KRI Diponegoro -365, KRI Frans Kaisiepo 368, KRI Sultan Iskandar Muda -367  serta  sejumlah KRI  angkut pasukan jenis Landing Ship tank (LST) dan Froch dilibatkan dalam manuver lapangan.

Usai kegiatan TFG, Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat Laksamana Muda TNI Sadiman,S.E Selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Amfibi dalam Latihan Armada Jaya XXXI/2012  kepada seluruh peserta latihan menekankan  dalam tahap pelaksanaan kegiatan Geladi Lapangan atau Manuver Lapangan  pada bulan medio Oktober 2012 di Laut Jawa dan Pantai Sangatta Kalimantan Timur , agar melaksanakan latihan sesuai dengan prosedur tetap dan wujudkan seluruh rangkaian latihan dengan pencapaian zero accident .




Sumber : Poskota

0 komentar:

Poskan Komentar