Sabtu, Mei 12, 2012
0
BATAM-(IDB) : TNI pada tahun ini akan menambah enam pesawat jet tempur Sukhoi untuk meningkatkan kekuatan Angkatan Udara Indonesia.

"Sesuai dengan rencana pembangunan kekuatan udara, akan dibeli enam pesawat tempur Sukhoi untuk TNI AU," kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono sesaat setelah kerja sama latihan militer antara Indonesia - Singapura (Indosin) ke-20 di Pelabuhan Batuampar, Batam, Jumat.

Panglima mengatakan pembelian enam pesawat baru tersebut, untuk melengkapi 10 jet tempur Sukhoi yang sudah dimiliki Indonesia.

"Penambahan dilakukan agar kita memiliki satu skuadron jet tempur Sukhoi TNI AU," kata dia.

Ia mengatakan, terkait insiden yang terjadi dengan Sukhoi Superjet 100 di wilayah Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat tidak akan ada peninjauan kembali karena pesawat yang dibeli berbeda.

"Tidak akan ada peninjuan kembali, karena pesawat yang kita beli adalah pesawat tempur," kata dia.

Dalam kasus kecelakaan Sukhoi Superjet 100 di Bogor, kata Suhartono, itu kemungkinan karena pilot tidak memahami medan.

"Kalau melihat lokasinya di tebing, saya menilai itu akibat cuaca atau kurang memahami medan. Sampai saat ini saya tidak menerima laporan tentang pembajakan," kata dia.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro sebelumnya mengatakan, ekonomi Indonesia saat ini sedang kuat sekali.

``Kita punya anggaran Rp150 triliun untuk pertahanan," kata Purnomo.

TNI AU sudah memiliki 10 pesawat Sukhoi yang pengadaannya dimulai sejak masa Presiden Megawati Soekarnoputri.

Saat itu pemerintah hanya menargetkan memiliki satu skuadron mini atau berkekuatan 12 pesawat Sukhoi SU-27 dan Sukhoi SU-30.

Rencana TNI AU Beli Pesawat Tempur Sukhoi Jalan Terus

Musibah jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di lereng gunung Salak, Bogor, dipastikan tidak akan mempengaruhi rencana pembelian pesawat Sukhoi versi militer untuk TNI AU.

"Saya kira musibah itu tidak berpengaruh pada rencana TNI AU untuk beli Sukhoi versi militer," ujar Wakil Ketua Komisi I Hayono Isman, Jumat (11/5).

TNI AU berencana membeli lagi enam unit pesawat tempur Sukhoi sebagai armada tambahan. Pembelian ini untuk menggenapi pesawat yang sudah ada agar jadi satu skuadron.

Menurut dia, rencana berikut anggaran pembelian pesawat ini sudah disetujui DPR. Bahkan sebagian pesawat yang dipesan mungkin sudah dibayar dan tinggal ditunggu kedatangannya di Jakarta.

Meski demikian, Hayono mengingatkan, jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 versi sipil tetap patut dicermati. Bagaimanapun, pesawat itu diproduksi oleh pabrik yang sama. Jadi, "TNI harus antisipasi terhadap pesawat tempur yang dibeli. Sebab, pabriknya sama, betul kan?" katanya.

Sumber : Antara

0 komentar:

Posting Komentar