Rabu, Juli 27, 2011
0
BALIKPAPAN-(IDB) :  TNI Angkatan Udara (AU) kembali menggelar latihan tempur udara di langit Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Lima pesawat tempur F-16 dengan 11 pilot ini dilibatkan dalam latihan yang diberi nama "Latihan Pertahanan Udara Perkasa B"

"Pilot ada 11 orang, pesawat ada lima. 4 single seat dan 1 double seat. Khusus yang double seat itu pesawat latih atau tandem, karena kita tidak mungkin melepas pilot training sendiri. Istilahnya seperti belajar nyetir. Pilot training di depan dan instrukturnya di seat belakang," jelas Yudhistira, pilot tempur berpangkat letnan satu.

Untuk melatih kesiapan para pilot tempur tersebut, mereka tidak diberitahu skenarionya tempurnya. "Kalau skenario kita enggak tahu, ini kan latihan untuk kita (pilot) skenario yang mengatur komando latihan," ujarnya.

"Biasanya kita akan di scramble karena dari satuan radar menemukan objek tidak dikenal.
jadi kita akan terbang untuk mengintercept (mencegat) target yang dimaksud," Yudhistira menambahkan. Latihan ini juga melibatkan unsur tempur dan komando sektor pertahanan nasional.

Dalam latihan tempur Hri Selasa (26/7/2011) para pilot tempur mendapat tugas untuk mencegat pesawat asing yang melintas di wilayah udara Indonesia.

"Intinya kita diterbangkan kesana untuk melihat itu pesawat apa, disebut visual indetification untuk mengetahui jenis pesawat, nomer pesawatnya, bendera negaranya, membawa senjata atau enggak setelah itu kita laporkan lagi ke kesatuan radar kemudian panglima akan memberikan keputusan untuk penindakan," ungkap Yudhistira.

Penindakan yang dimaksud bisa berupa mengusir (force out), membayang-bayangi saja (shadowing). "Bisa juga kita paksa mendarat seperti kejadian force down pesawat pakistan di Makassar kemarin," ujarnya.

Tindakan terakhir terhadap penyusup jika dianggap membahayakan dan ada perintah dari panglima atau perintah dari presiden adalah penghancuran. "Kalau dianggap berbahaya dan ada perintah dari panglima untuk dihancurkan ya akan kita hancurkan," tegasnya.

Meski latihan tempur tersebut dilakukan secara intensif namun kegiatan tersebut tidak mengganggu jadwal penerbangan pesawat komersial.

"Tidak mengganggu hanya ATC (Air Trafict Control) harus lebih teliti terutama pada saat-saat jam padat penerbangan," kata Abdullah Husain manager operasional Bandara Sepinggan Balikpapan.

Menurutnya latihan tempur tersebut dilaksanakan bersamaan dengan operasional bandara. Dengan memanfaatkan  jeda waktu yang dimiliki oleh Angkasa Pura. "Jadi ini hanya masalah pengaturan saja tapi operasional bandara tidak terganggu," tegasnya.

Husain mengatakan TNI AU sebelumnya sudah melakukan koordinasi dengan Angkasa Pura untuk melaksanakan latihan tempur tersebut. "Dari danlanud bersama kami sudah mengadakan koordinasi untuk mengatur jadwal latihan tempur TNI AU," tandas Husain.

Sumber: Tribun

0 komentar:

Posting Komentar