Sabtu, Mei 28, 2011
0
MAKASSAR-(IDB) : Angkatan Laut AS dan Rusia mengunjungi Indonesia, kemarin. Angkatan Laut kedua negara akan menggelar latihan perang gabungan secara terpisah dengan Indonesia.

Tiga kapal Angkatan Laut AS tiba di Jakarta, kemarin, untuk melaksanakan latihan tahunan. Nama programnya Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) ke-17.

”Kami menanti latihan ber­sama kapal TNI AL tahun ini. Kita telah mengembangkan prog­ram pelatihan yang bagus dan kami berharap kedua angkatan laut akan saling belajar satu sama lain selama latihan, terutama di laut,” kata Laksamana Muda Thomas Carney, Komandan Gu­gus Tugas 73 dan Pejabat Pe­lak­sana latihan ini, kemarin.

“TNI AL memiliki banyak pe­ngalaman dalam operasi anti-pe­rompakan dan patroli di bebe­rapa perairan tersibuk di dunia se­hingga kami sangat ingin me­latih kemahiran ini bersama,” im­buhnya.

Latihan ini dibuka Wakil Duta Besar AS Ted Osius di Markas Komando Armabar TNI AL, Jakarta, kemarin. CARAT digelar di dua medan. Pertama, di darat, yaitu program pertukaran bidang keteknikan dan pengendalian kerusakan; bakti sosial pelayanan medis umum dan gigi; serta program pelayanan masyarakat di sekolah-sekolah setempat.

Kegiatan selanjutnya dilaku­kan di atas laut, yaitu mengem­bangkan ke­mampuan maritim dalam hal pengamanan maritim, pertukaran informasi, operasi laut gabungan, latihan patroli dan peng­gunaan meriam, serta latihan anti perompakan dan anti pe­nyelundupan.

Sekitar 1.600 personel ang­katan laut AS dan Korps Marinir AS mengikuti CARAT Indonesia 2011. Kapal perang AS yang me­ngikuti latihan ini adalah kapal pendaratan USS Tortuga (LSD 46), kapal penghancur berpeluru kendali USS Howard (DDG 83), serta kapal frigat USS Reuben James (FFG 57).  Ada pula peser­ta tambahan seperti pasukan pen­daratan amfibi Ma­rinir, pasukan U.S. Navy Sea­bees, P-3C Orion, serta helikopter SH-60 Seahawk.

Selain dengan AL Indonesia, CARAT juga digelar AS dengan AL Bangladesh, Bru­nei Darussa­lam, Kamboja, Indonesia, Ma­laysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Di Dermaga Peti Kemas Soe­karno Hatta, Makassar, kemarin pagi, Kapal perang Admiral Pan­teyeyev milik Angkatan Laut Ru­sia bersandar. Mereka akan meng­gelar latihan perang bersa­ma de­ngan TNI di Pangkalan Utama Angkatan Laut VI Makassar.

“Latihan perang bersama ini untuk menjalin tali persahabatan dalam bidang kemiliteran,” kata Juru Bicara Lantamal VI Mayor Laut (S) Imam Danu Pranoto. Rencananya latihan dan patroli bersama akan dilakukan dengan KRI Oswald Siahaan-354. La­tihan bersama akan digelar 27 Mei mendatang. Adapun lokasi latihan masih akan dibahas ber­sama. Rencananya kapal ini akan berada di Makassar selama lima hari.

Kapal Admiral Panteyeyev berukuran 163,5 meter dengan lebar 19,3 meter, kedalaman 7,8 meter, berat 6700 ton, kecepatan 29,5 knot, serta dilengkapi rudal dan alat pendeteksi dengan 300 orang anak buah kapal.

Flag Officer Panglima Flotila Armada Pasifik Russian, Kolonel Laut Victor N Sokolov, me­nga­ta­kan, latihan perang ini untuk ber­bagi pengalaman dalam meng­hadapi kapal pembajak atau kapal musuh. “ Bagaimana kita bisa membebaskan anggota yang disandera musuh,” kata Victor.

Turut dalam rombongan Mi­nister Counsellor dari Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia S Tolchenov dan Wakil Atase Per­tahanan Rusia Letnan Ko­lonel M Lukiyanov. Mereka di­sambut de­ngan tarian tradisional khas Ma­kassar, yakni Tari Pad­duppa dan Tari Maddupa Bosara, se­bagai simbol penghormatan pada tamu.

Sumber: Fajar

0 komentar:

Poskan Komentar