Rabu, September 24, 2014
0
SURABAYA-(IDB) : Wakil Komandan Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Wadan Kobangdikal) Brigjen TNI Marinir Ivan A.R Titus, S.H, secara resmi membuka Pendidikan Pasukan Elit TNI AL. Pendidikan Pasukan elit yang lebih dikenal Pendidikan Brevet (Dikbrevet) tersebut diikuti 84 personil terbaik TNI AL dari berbagai Komando Utama (Kotama) TNI AL, pembukaan yang dilangsungkan dalam upacara Militer ini digelar di Lapangan Laut Seram Kesatrian Bumimoro, Kobangdikal, Surabaya, Rabu, (24/9).


Dari jumlah 84 prajurit tersebut, 29 orang diantaranya mengikuti Pendidikan Pasukan Katak (Dikpaska), 21 orang Pendidikan Juru Selam (Dikjursel) dan 12 orang  Pendidikan Calon Awak Kapal Selam (Dikcawakkasel), ketiga sekolah ini berada dibawah Pusat Pendidikan Khusus (Pusdiksus) Komando Pendidikan Operasi Laut (Kodikopsla)  sedangkan 22 orang sisanya akan menjalani Pendidikan Intai Amfibi (Diktaifib) di Sekolah Khusus (Sesus) Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar) yang berlokasi di Gunungsari Surabaya.


KomandanKobangdikal Laksda TNI Widodo, S.E, M.Sc. dalam amanat yang dibacakan Wadan Kobangdikal Brigjen TNI Ivan A.R Titus menyampaikan bahwa pendidikan brevet (Dikbrevet) TNI AL merupakan upaya TNI AL dalam rangka menyediakan SDM yang berkualitas dan profesional dengan kualifikasi khusus. Menurutnya Dikcawakkasel akan menempuh pendidikan selama Sembilan bulan, di persiapkan sebagai pengawak kapal selam untuk menghadapai ancaman dan bahaya dari bawah permukaan melalui peperangan  bawah air (Kapal Selam –Red).


Dikpaska akan menempuh pendidikan paling lama 10 bulan dipersiapkan untuk melaksanakan tugas-tugas khusus peperangan laut maupun operasi amphibi, sedangkan Dikjursel menempuh pendidikan paling pendek 6 bulan dipersiapkan mendukung kesiapan dan keselamatan bawah air khususnya KRI pada saat melaksanakan operasi. Adapun Diktaifib Marinir akan menempuh pendidikan selama delapan Bulan dipersiapkan untuk melaksanakan tugas pengintaian dan penyelidikan dalam operasi amfibi maupun operasi lainnya melaui darat Laut dan Udara.


Dankobangdikal berharap, selain memiliki kualitas kemampuan yang ditampilkan dalam wujud profesionalisme, para prajurit harus memiliki integritas pribadi sebagai prajurit matra laut yang bermoral tinggi.Menurutnya Indonesia yang memiliki dua pertiga wilayah Asia tenggara dalam mengamankan perairan yuridiksi Indonesia akan menjadi barometer bagi situasi keamanan maritime Asia tenggara maupun Pasifik. Pengendalian laut sangat terkait dengan kekuatan laut (Sea Power), oleh sebab itu untuk mencapai The Future Of Indonesian Sea Power tidak dapat dipisahkan dengan kebutuhan akan eksistensi TNI AL yang profesional andal dan disegani pada tataran World Class Navy. 



Sumber : TNI AL

0 komentar:

Poskan Komentar