Jumat, Agustus 01, 2014
0
TEL AVIV-(IDB) : Pakar kemanan Amerika Serikat (AS), Brian Krebs, menyatakan, saat ini sistem pertahanan rudal Israel sudah berhasil disusupi oleh Hacker. Namun, Krebs menjelaskan, serangan itu tidak langsung menyerang pihak militer Israel. Serangan tersebut menyerang tiga kontraktor pembuat iron dome, sistem pertahanan rudal Israel.

Melansir V3, Selasa (29/7/2014), menurut laporan Krebs, serangan itu sendiri terjadi antara tahun 2011 hingga tahun 2012 lalu. “Para hacker berhasil mengambil sejumlah besar data penting dari ketiga kontraktor iron dome,” ucap Krebs.

“Gangguan yang tidak pernah diumumkan sebelumnya ini menggambarkan tantangan yang harus dihadapi para kontraktor itu. Para kontraktor harus membuat sebuah pertahanan cyber guna membendung serangan para hacker,” Krebs menambahkan.

Serangan tersebut diduga dilakukan oleh seorang hakcer yang bersal dari negara Tirai Bambu, China. Ketiga perusahaan yang berhasil dicuri datanya itu adalah Elisra Group, Israel Aerospace Industries, dan Rafael Advanced Defense Systems.

Salah satu kontraktor, Israel Aerospace Industries (IAI), membantah laporan yang diutarakan Kreb. Dalam sebuah pernyataan mereka menjelaskan, bahwa masalah ini sudah berhasil ditangani oleh pihak mereka, tak lama setelah serangan terjadi.(esn)

 Peretas China Curi Cetak Biru "Iron Dome" Israel 


Cetak biru sistem pertahanan Iron Dome milik Israel dikabarkan telah dicuri para peretas China. Demikian klaim perusahaan Cyber Engineering Services (CES), Selasa (29/7/2014).

CES mengatakan, dokumen dan data terkait sistem pertahanan udara Israel ini dicurli dari tiga perusahaan pertahanan Israel selama 22 bulan terakhir.

CES menambahkan peretasan itu dilakukan kelompok peretas yang menamakan diri mereka "Comment Crew" yang diduga kuat disokong pemerintah China. Peretasan itu terjadi antara Oktober 2011 hingga Agustus 2012, namun baru kini disampaikan ke publik.

Para peretas itu dikabarkan mengincar Elisra Group, Israel Aerospace Industries dan Rafael Advanced Defense Systems.

CES berhasil menyadap infrastruktur komunikasi rahasia yang dirancang para peretas dan menememukan sejumlah besar data yang dimiliki ketiga perusahaan besar itu sudah berhasil ditembus. "Dan nampaknya sistem pertahanan udara Iron Dome yang mereka incar," kata Direktur Eksekutif CES, Joseph Drissel.

Sistem pertahanan udara Iron Dome yang berharga 1 miliar dolar AS atau lebih dari Rp 12 triliun itu, bertugas mencegat roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza dan pembiayaannya disubsidi AS.

Awal tahun ini, pemerintah AS mendakwa lima anggota tim peretas Comment Crew terkait keterlibatan mereka dalam upaya spionasi siber selama tujuh tahun terhadap lebih dari 100 perusahaan besar AS.




Sumber : Sindo

0 komentar:

Poskan Komentar