Selasa, November 05, 2013
6
jenderal-subLEBANON-(IDB) : “Saya cukup takjub atas kerja dari personel Satgas Indo FPC, dan hampir tidak percaya kalau bangunan yang berdiri ini merupakan sentuhan-sentuhan tangan prajurit TNI dan tampak seperti sentuhan tangan profesionalisme. Anda memang benar-benar prajurit pasukan khusus selain handal dalam kemiliteran namun bidang seni juga mahir.”


Demikian dikatakan Force Commander UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) Mayor Jenderal Paolo Serra yang berasal dari negara Italy pada acara peresmian Patung Garuda di lapangan Soedirman Camp markas Satgas Indo FPC (Force Protection Company) Kontingen Garuda (Konga) XXVI-E2/Unifil, Naqoura, Lebanon Selatan, Jumat (1/11/2013).


Pembuatan Patung Garuda di Soedirman Camp ini menghabiskan waktu kurang lebih 6 bulan. Ide pembuatannya berasal dari Dansatgas Indo FPC Konga XXVI-E2/Unifil Letkol Inf Yuri Elias Mamahi, sementara dalam pengerjaannya di arsiteki oleh Serma Muhidin, Sertu Gunawan, Sertu Ibnu, Kopda Nainggolan dan Kopda Simson dibawah pimpinan Letda Sus Bagus Kurniawan.


jenderal-tengahSebelum peresmian pemotongan pita oleh Jenderal Italy Paolo Serra, Letda Sus Bagus memberikan penjelasan tentang Garuda yang merupakan lambang dari negara Republik Indonesia tercinta. Bulu burung Garuda memiliki arti simbol sendiri yang bertepatan dengan Proklamasi Indonesia 17-8-1945, yaitu : 17 helai bulu masing-masing sayap, 8 helai bulu ekor, dan 19 helai bulu dibawah perisai atau pada pangkal ekor serta 45 helai bulu di leher.


Pada kesempatan tersebut, Dansatgas Indo FPC Konga XXVI-E2/Unifil Letkol Inf Yuri Elias Mamahi mengucapkan terimakasih atas kerja keras seluruh prajurit yang sudah bekerja siang dan malam tanpa kenal lelah hingga berdirinya Patung Garuda ini, dan sekarang sudah menjadi ikon kebanggaan seluruh Kontingen Indonesia yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL.


Usai meresmikan Patung Garuda, Jenderal Paolo Serra dan rombongan menerima paparan Dansatgas Indo FPC Konga XXVI-E2/Unifil Letkol Inf Yuri Elias Mamahi tentang sejarah awal keberadaan Satgas Indo FPC lima tahun yang silam tepatnya pada tahun 2009.

jenderal-tengah-1
Dansatgas juga menjelaskan main task satgas, yaitu menjaga keamanan Head Quarter UNIFIL seperti penjagaan Gas Station Gate, Observation Post, Quick Reaction Team, Crowd and Riot Control serta pengamanan Force Commander dalam pelaksanaan Tripartite Meeting dan tugas protokoler lainnya diantaranya Guard of Honour tamu kehormatan UNIFIL.


Sementara itu, Jenderal bintang dua asal Italy mengatakan cukup antusias atas kerja Satgas Indo FPC Konga XXVI-E2/Unifil di lapangan ditengah kondisi siang, malam, panas dan hujan tetap semangat terlebih dengan teriakan penghormatan yang sudah tidak asing lagi didengarnya yaitu Garuda. “Indonesia merupakan saudara yang baik, percaya diri dan selalu tampil dalam setiap event”, ujarnya.




Sumber : Poskota

6 komentar:

  1. Sudah hampir 4 bulan tidak terdengar lagi kiprah Letkol inf Lucky Avianto di Libanon..padahal baru menjabat Dansatgas Indobat Desember 2012

    BalasHapus
  2. Masih ingat gak waktu insiden anggota tni di lebanon yg sedang panik dan kabur itu siapa yang menakutin mreka ?
    Apakah israel bukan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. mundur bukan berarti panic kan bro... komandan tertinggi yg bilang mundur tho... n the prajurit is harus ikut order kan...

      Hapus
    2. yg takut is isreal, the fact tak ada indonesian soldier yg di tembak kan? mereka isreal tembak libanon soldier only, why?

      wil yu tell us about that?

      Hapus
  3. mantab... seni tinggi bro...

    BalasHapus
  4. Wah keren tuh patung garudanya....

    BalasHapus