Minggu, Juli 28, 2013
12
JAKARTA-(IDB) : Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro didampingi Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan dan Wamenhan serta pejabat di jajaran Kemhan dan TNI lainnya menghadiri Sidang Kabinet Terbatas Pimpinan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (15/5) di kantor Presiden, Jakarta.

Dalam sidang kabinet terbatas tersebut, Menhan melaporkan terkait perkembangan pembangunan kekuatan TNI antara lain modernisasi Alutsista, sarana dan prasarana, peningkatan Sumber Daya Manusia dan juga kelembagaan.

Menhan mengatakan, pembangunan kekuatan TNI disesuai dengan dinamika perkembangan global, regional dan nasional. Selain itu juga dengan melihat dari berbagai aspek, baik aspek politik, pertahanan, sejarah, yuridis, aspek reformasi, birokrasi, sosiologis, doktrin dan keterpaduan.

“Ini baru tahap awal, tahap penjelasan dari kami, kemudian sebulan nanti akan ada lagi pembahasan dalam sidang kabinet untuk menentukan bagaimana sebaiknya struktur pertahanan negara dan bagaimana kelembagaan dari pertahanan kita”, jelas Menhan.

Lebih lanjut Menhan menjelaskan bahwa saat ini pemerintah belum akan melakukan perubahan di tubuh TNI. Menurutnya, pemerintah masih melihat berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan di dalam pembangunan kekuatan pertahanan ke depan.

“Panglima TNI juga menyikapi sebaiknya ada langkah-langkah yang dilakukan, tapi tetep berpegang kepada konsep kebijakan zero growth policy, kita tidak menambah lagi kekuatan baru personel terutama, karena personel kita cukup besar”, jelas Menhan.






Sumber : DMC

12 komentar:

  1. semoga tni akan terus dan makin profesional, krn militer ada buat menjaga keutuhan bangsa dan negara, jgn kyk militer mesir yg nembakin rakyatny sendiri, bravo tni

    BalasHapus
  2. TNI dari rakyat dan untuk RAKYAT
    TNI di lahirkan untuk melindungi seluruh RAKYAT NKRI DARI SABANG SAMPAI MERAUKE MAJU TERUS TNI

    BalasHapus
  3. RI harus segera punyai rudal IRBM sprti RX420,SCUD atw perbanyak yakont ASM-SSM-klo hanya untuk lawan malaysia, yg meski kini borong brahmos -bagi rakyat RI sie no ngaruh-tapi jika kelak grup SEATO "emang ada maksud ke RI kite' mulai nie hari-segera lha RI pake Rudal sekelas scud NG.trims

    BalasHapus
  4. Mending kembangi rudal buatan lapan aja itu lebih bagus bro dri pada beli entar cuma kena embargo lagi ,ini masalahnya ham indonesia masih memihak asing

    BalasHapus
  5. Nunggu hasil kerjasama tot rudal C705,biar ntar rudal lapan RX420 bisa dibekali alat penjejak,penjelajah,pencari sasaran,dll. Bisa kelak dipakai sebagai rudal SSM,ASM,SAM,bisa dipakai sbg rudal darat statis/swagerak,atau dikapal dan pesawat tempur. Kan lebih yahud....moga terwujud amien

    BalasHapus
  6. mestinya anggaran riset alutsista harus di tingkatkan.

    BalasHapus
  7. anggaran R&D ditingkatkan untuk perkembangan teknologi,banyak2 curi ilmu dari negara lain,berdayakan para teknolog muda dan tua indonesia... mari kita bangun negeri tercinta ini dengan teknologi supaya lebih bermartabat,dihargai,disegani,dam dihormati

    jaya terus INDONESIA KU

    BalasHapus
  8. Jgn terlalu berharap ToT Rudal di realisir.
    Dan jangan terlalu berharap LAPAN sebagai Lembaga Riset untuk membuat rudal sebagai senjata, itu jauh api dari panggang, kalau "ngotot" membuat rudal, saya yakin LAPAN akan di "banned" oleh MTCR.

    BalasHapus
  9. Mungkin Indonesia bisa adain kerjasama ma negara-negara yang sudah memiliki teknologi RUDAL, untuk dapat mengembangkan lebih maju roket yang selama ini masih dalam taraf pengembangan, jangan malu kerja bareng ma Om Rusky bukan mustahil suatu saat tercipta rudal Jackow (Jakarta-Moscow)...... :-d
    'Keep on Research' that's the true power of science.......
    by SU 35

    BalasHapus
  10. Tambahin trus pak menhan alutsistanya lbh moderen canggih berkuantitas supaya lebih disegani negara lain..saya cinta nkri mendukung

    BalasHapus
  11. Moga saja Medium tank pindad krjasama turky terealisasi.amin

    BalasHapus