Related Posts
Dua Pesawat Tempur Hawk Bermanuver Di Angkasa Natuna
NATUNA-(IBD) : Dua pesawat tempur jenis Hawk 109/209 wira-wiri di langit Ranai, Natuna, Rabu (22/10/2014). Beberapa manuver yang dilakukan dua ...Read more
Pesawat Australia Dipaksa Mendarat Oleh TNI AU
MANADO-(IDB) : Dua pesawat tempur Sukhoi milik TNI memaksa sebuah pesawat asing mendarat di Manado, Sulawesi Utara. Pesawat asing itu dianggap mel...Read more
Air to Air Refueling Skadron 12 RSN
RIAU-(IDB) : Segenap penerbang tempur Hawk 100/200 Skadron Udara 12, Lanud Roesmin Nurjadin baru-baru ini melaksanakan latihan Air to Air R...Read more
TNI AU Siagakan Pesawat Tempur F-5 Jaga Langit Jakarta
JAKARTA-(IDB) : TNI AU menugaskan flight pesawat tempur sergap F-5E Tiger II dari Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi di Lanud Halim Perdana Kusuma...Read more
Markas F-16 Terbaru Dan Yonif 10 Marinir Resmi Beroperai
MAGELANG-(IDB) : Penguatan pertahanan di wilayah perbatasan kembali ditingkatkan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan pembentukan ...Read more
ada yg bilang kalo pesawat diretrofit, umur berapa pun, pesawat tetap layak terbang. Sayang sekali kita belum punya perusahaan yg bisa melakukan retrofit mandiri.
BalasHapusmudah aja bro, kalo kita udah bisa pesawat secara mandiri, berarti kita punya kemampuan retrofit. Kalo belum, ya kita masih butuh si pembuat pesawat untuk membantu kita me retrofit baik hardware maupun software nya.
BalasHapusitu kalo si pabrik pesawat nya mau n mengijinkan.....
BalasHapusjumlah pesawat AS ribuan bro, berbagai jenis tersebar baik di seluruh pangkalan AS maupun di pangkalan sekutu. Apakah semua ribuan pesawat tsb baru? Bisa klenger juga si Sam prul kalo semua pesawatnya baru. Pesawat yg baru mudah dihitung, pasti media rame meliput. Lalu ribuan lainnya? Ya, betul, yg lain adalah pesawat yg dah berumur yg secara berkala melewati proses retrofit. Gitu strateginya bro...
BalasHapuswiiih optimis nih masuk museum...??? sambil nunggu hibah f-16 block 32++ yg gak rampung2 dan msh lama? berarti kekuatan patroly udara kita semakin berkurang. klo ngandelin f-16 yg ada saat ni + 10 sukhoi yg siap ready apa cukup buat ngejaga kedaulatan NKRI..?? biaya operasional sukhoi katanya mahal...?? ngandelin hawk 100/200 emang tu pesawat sbgai interceptor..??? kalo ngandelin T-50 golden eagle katanya tu pesawat training..?? ngandelin uav..?? radius jelajah..emang bisa mengcover semuanya..?berarti dengan dimusiumkanya F-5 banyak sekali ruang udara kita yang tambah bolong..dan gampang disusupin pespur musuh. ya...itu dari saya yang awam tentang strategy militer.
BalasHapuskalo mau retrofit bawa saja ke israel....
BalasHapussiap melayani pokok enek duit'e....
Wesss.... dikilooin ajaaa
BalasHapusKomen saya pada pswt F-5E Tiger ini hanya pada aspek riwayat / sejarah.
BalasHapusBgmn AS dg kuasanya dpt memerintahkan RI agar seluruh material Alutsista eks Rusia dari mulai Pesawat, Kapal Perang, Tank sampai senapan serbu harus dilucuti, disimpan.
Khusus di AURI waktu itu masih banyak pesawat jenis Mig-17, UTI Mig -15 dan Mig - 21 dalam kondisi siap terbang. Namun dg keluarnya "Instruksi" wak Sam maka tidak ada satupun pswt AURI yg terbang apalgi kondisi AURI waktu secara politik dan Psychologie dianggap membantu PKI. Singkat cerita, pesawat Mig yg masih "S" tsb diambil oleh AS dg mengerahkan pswt C- 141 Star Lifter kemudian di boyong utuh ke AS. Kemudian sebagai gantinya AU diberi ganti pswt F-5 Tiger yg khusu di datangkan langsung dari AS dan kemudian dibongkar di Madiun dg menggunakan pesawat cargo C-5 Galaxi, kemudian karena ramp door tidak dapat merapat ke tanah akhirnya AS membawa Craddle dari pangkalan AS "Clark Field" di Filipina.
Sedangkan dlm rangka pemenuhan skenario pengambil aliha Timor Leste, atas hubungan baik tokoh intelijen kita dg pihak AS maka di datangkanlah pesawat A-4 Sky Hawk dari Israel sebanyak 2 skuadron atau 35 unit. Di kemudian hari A-4Sky Hawk ini sangat jauh berebda dg yang dimiliki AU Malaysia yg masih seri A sedangkan punya kita sudah seri E dan setelah di upgrade avioniknya dg WDNS berubah menjadi seri F. Maka begitu terjadi perang Timor Timur maka A-4SkyHawk langsung berperan serta namun tidak demikian dg pesawat OV -10 "Broncho" yang juga beli baru namun tidak ada senjata dan peluru 12,7nya yg akhirnya "pinjam" dari AU Thailand. Sedangkan pesawat F-5 Tiger yang baru tidak dpt berbuat apa-apa karena dia pesawat penyergap, lha pesawat musuh mana yang mau disergap?
Disini bisa belajar banyak dari perjalanan sejarah TNI kita, bgmn peran AS sangat menentukan boleh percaya boleh tidak, thd kekuatan dan postur tentara kita, jadi kuat, setengah kuat atau lemah.
Contoh yg konkrit pengadaan KS Kilo.
JAS MERAH, Jangan sekali-kali Meninggalkan Sejarah.
mesin nya jadikan bahan riset. masa bisa asembling body ajaa. harapannya punya juga produk mesin pesawat dalam negeri.
BalasHapusClick to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.