Sabtu, Mei 05, 2012
0
DARWIN-(IDB) : Dua unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yaitu KRI Kakap-811 dan KRI Tonggkol-813 yang telah mengikuti kegiatan Patroli Kordinasi Autralia Indonesia (Patkor Ausindo) tahun 2012, bertolak dari Dermaga Darwin Naval Base menuju perairan Indonesia, belum lama ini, Sabtu (28/04). Kepulangan kedua KRI itu dilepas oleh Atase Laut Indonesia untuk Australia Kolonel Laut (P) Bambang Pramushinto dan Atase Laut Australia untuk Indonesia Captain Katja Bizilj.

Kapal perang di jajaran Satuan Kapal Patroli (Satrol) Koarmtim tersebut  melaksanakan tugas Patkor Ausindo tahun 2012, dibawah kendali operasi Gugus Tempur Laut Wilayah Timur (Guspurlatim). Berbagai rangkaian kegiatan telah diikuti selama dua minggu, baik selama di Indonesia maupun di Australia. Kegiatan yang telah dilaksanakan mulai tahap perencanaan, pembukaan, workshop, manuver lapangan di laut serta tahap pengakhiran dan penutupan.

Patkor Ausindo 2012, merupakan kegiatan patroli bersama yang dilaksanakan ketiga kalinya sejak tahun 2010. Kerjasama patroli antara pemerintah Indonesia dan Australia itu dilaksanakan setiap setahun sekali. Hal itu bertujuan untuk menciptakan kesepahaman serta meningkatkan pengamanan maritim dari segala tindakan illegal yang terjadi di perbatasan laut kedua negara.

Keberhasilan yang dicapai oleh KRI Kakap dan KRI Tongkol saat mengemban misi patroli bersama, merupakan buah kerja keras para prajurit yang tergabung menjadi tim yang solid dalam melaksanakan tugas dengan penuh semangat pantang menyerah. Keberhasilan yang diperoleh bukanlah akhir dari segalanya, tetapi merupakan salah satu tantangan dari sekian banyak tugas kedepan yang harus dihadapi.

Meskipun pada saat perjalanan lintas laut (linla) dari Pulau Pasir (Ashmore Reef) menuju Darwin dihantam gelombang setinggi 6 meter, dengan berbekal keyakinan, semangat dan tekad yang tinggi, prajurit KRI kembali melaut menuju perairan Indonesia. Rencananya kedua KRI tersebut akan singgah di Dermaga Pelabuhan Lantamal VII Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk melaksanakan bekal ulang. 

Sumber : Koarmatim

0 komentar:

Posting Komentar