Sabtu, Juni 25, 2011
0
PARIS-(IDB) : Semakin pentingnya peran Indonesia dalam kancah internasional menjadi perhatian Prancis di Asia. Apalagi, Indonesia dipandang sebagai model negara yang mampu menegakkan demokrasi dan pluralisme.

Atas dasar itu, Perdana Menteri Prancis Francois Fillon berniat mempererat hubungan kedua negara dalam kunjungannya ke Indonesia pada 29 Juni hingga 3 Juli mendatang. Bagi Fillon, kunjungan ke Indonesia merupakan kali kedua setelah pada 1996 dia bertandang dalam kapasitasnya sebagai Menteri Telekomunikasi Prancis.

Dalam kunjungan kali ini, Fillon dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menandatangani kerja sama kemitraan strategis. Adapun kerja sama itu meliputi, antara lain pelatihan militer kedua negara. Soal hubungan militer, sejumlah perusahaan Prancis tertarik berinvestasi di Indonesia, contohnya TCNS yang membuat kapal selam, Thales selaku produsen radar dan peralatan komunikasi militer, serta Panhard yang membuat kendaraan lapis baja.

Tujuan kedua kedatangan Fillon adalah meningkatkan hubungan dagang kedua negara. Apalagi sejak krisis 1998, volume perdagangan Indonesia-Prancis cenderung menurun. Melihat celah pasar di Indonesia, Prancis tertarik untuk menaikkan investasi. Sejauh ini, terdapat 110 perusahaan asal Prancis di Indonesia yang memperkerjakan sedikitnya 40 ribu karyawan.

Adapun bidang-bidang yang bakal dijajaki, antara lain energi, listrik, air, dan transportasi. Khusus untuk transportasi, sejumlah perusahaan Prancis ingin berinvestasi di sektor kereta api dan keamanan pesawat terbang.

Soal nilai investasi, Fabien Fieschi selaku penasehat teknis urusan strategis di kantor perdana menteri Prancis mengaku tidak ada target dalam bentuk angka.

"Tujuan utama adalah mencapai nilai ekspor sebelum krisis 1998. Tapi tentu saja ada kontrak-kontrak perdagangan yang penting, contohnya pembelian 20 pesawat Airbus A320 oleh maskapai Citilink," jelasnya saat ditemui Media Indonesia di Paris, kemarin.

Lepas dari bidang politik dan ekonomi, kunjungan Fillon menekankan pentingnya hubungan pendidikan dan kebudayaan kedua negara. Menurut Fieschi, Prancis akan berupaya meningkatkan kerja sama antaruniversitas, riset, hingga pengenalan bahasa Prancis di Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar