Rabu, September 10, 2014
0
BOGOR-(IDB) : Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mendampingi Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono meninjau empat institusi atau lembaga yang ada di kawasan Indonesia Peace and Security Center (Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia), Senin (8/9) di Sentul, Desa Sukahati, Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Peninjauan diawali ke Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (PPSDB Kemendikbud). Dalam peninjauan ini, Presiden RI mendapat penjelasan salah satu fasilitas yang tersedia di PPSDB dari Mendikbud Mohammad Nuh.


Usai peninjauan PPSDB Kemendikbud,  selanjutnya Presiden meninjau Pusat Pelatihan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), peninjauan Pasukan Siaga Operasi TNI dan diakhiri peninjauan ke Pusat Pendidikan dan Latihan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdiklat BNPB).


Dalam peninjauan di Pusat Latihan BNPT, Presiden diperlihatkan sebuah maket kompleks BNPT yang sudah dibangun. Kompleks itu terdiri dari pusat latihan simulasi penanggulangan teroris, seperti pembajakan pesawat hingga kereta api dan pusat perundingan damai sebagai fasilitas upaya deradikalisasi.


Sementara itu di Pusdiklat BNPB, Presiden berkesempatan meninjau berbagai kegiatan yang dilakukan BNPB, seperti latihan pengkajian kebutuhan pasca bencana dan latihan peningkatan kapasitas komunikasi data dan informasi bencana.


Setelah itu, Presiden meninjau satuan reaksi cepat, peralatan-peralatan BNPB, dan Pusdiklat Indonesia Disaster Relief Training Ground. Di sela-sela peninjauan, Presiden juga menyempatkan diri untuk menanam pohon Damar di halaman Pusdiklat.


Empat institusi yang ditinjau oleh Presiden ini merupakan bagian dari konsep seven in one yang ada di kawasan IPSC. Sedangkan, tiga institusi lainnya adalah Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Universitas Pertahanan dan Pusat Olahraga Militer.


Kawasan IPSC ini telah beroperasi dan diremikan oleh Presiden pada tanggal 7 April 2014. Pembangunan IPSC di atas tanah seluas 261 Ha tersebut dimulai pada tahun 2010 dan selesai sesuai dengan target pada akhir Pemerintahan KIB II.


Selain Menhan, turut mendampingi Presiden dalam peninjauan ini Seskab Dipo Alam, Kepala BIN Marciano Norman, Panglima TNI Jenderal Moedolko, Kapolri Jenderal Sutarman dan Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin.



Sumber : DMC

0 komentar:

Poskan Komentar