Rabu, September 10, 2014
0
BANDUNG-(IDB) : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) berhasil mengembangkan N219 buatan sendiri. Ini dibuktikan, dengan First Cutting Detail Part Manufacturing N219 yang dilakukan hari ini, Selasa 9 September 2014, di Bandung.

Menurut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Lapan, Jasyanto, kegiatan ini merupakan pemotongan pertama Detail Part Manufacturing (DPM), pertanda dimulainya pembuatan komponen airframe N219.

"Saat ini, N219 telah mencapai tahap produksi komponen. Proses DPM ini merupakan satu tahapan penting dalam pembuatan pesawat," kata Jasyanto, dalam keterangan resminya.

N219 disebut-sebut sebagai pesawat perintis berpenumpang 19 orang yang mampu mendarat di landasan pendek di ketinggian ekstrem.

"Lapan melalui Pusat Teknologi Penerbangan siap membangkitkan kembali industri penerbangan nasional. Setelah seluruh proses pengembangan prototipe N219 selesai, pesawat ini akan diproduksi massal oleh BUMN Penerbangan, PT DI (Dirgantara Indonesia)," ujar Jasyanto.

Program N219 dimulai sejak 2006, dengan melakukan kajian pasar dan kelayakannya. Lapan telah mengalokasikan anggaran dan melibatkan engineer di bidang aerodinamika, struktur, propulsi, navigasi, dan avionik pesawat untuk mengembangan N219.

"Tahun 2008 hingga 2012, dilanjutkan dengan membuat desain konsep dan melakukan uji wind tunnel (terowongan angin). Saat ini, N-219 berada pada fase detail design dan tooling design yang akan selesai pada Oktober 2014," katanya.

Diharapkan, kata Jasyanto, Lapan akan menyelesaikan pembangunan pesawat ini sepenuhnya dan menunjukkannya kepada publik pada 10 Agustus 2015. Sementara itu, pesawat ini direncanakan terbang untuk pertama kali pada Desember 2015. Kemudian, pesawat akan memasuki proses sertifikasi yang akan selesai pada Oktober 2016.

Selain untuk membangkitkan industri penerbangan nasional, N219 dibangun juga sebagai pengembangan pesawat perintis di Indonesia timur dan pulau-pulau kecil.

Pengembangan pesawat ini optimistis dapat meningkatkan industri penerbangan dalam negeri. Hal ini, disebabkan potensi pasar bagi N219 sangat besar karena tingginya kebutuhan pesawat dalam negeri, diiringi pertumbuhan penumpang transportasi udara Indonesia terus meningkat setiap tahun.

Bukti tingginya kebutuhan transportasi udara di dalam negeri terlihat, dari banyaknya pihak yang memesan pesawat ini. Bahkan, saat ini, sudah ada pesanan sebanyak 150 pesawat dari berbagai maskapai penerbangan dan industri.




Sumber : Vivanews

0 komentar:

Poskan Komentar