Jumat, Juni 27, 2014
8
JAKARTA-(IDB) : Bila banyak pelabuhan besar dan kekuatan angkatan laut yang memadai, Indonesia akan menjadi Negara Maritim besar, mengulang kejayaan Sriwijaya dan Majapahit. Hal itu disampaikan Kasubdispenum Dispenal Mabesal, Kolonel Laut Suradi AS, di kantornya, saat ditemui JMOL beberapa waktu lalu.

“(Sejumlah) 80 persen distribusi barang di dunia melalui lautan sebagai sarananya, dan 60 persennya ada di Indonesia,” ucap Suradi.


Dengan potensi tersebut, hampir satu abad terakhir telah menjadikan Singapura sebagai negara kecil yang memiliki jasa pelabuhan terbesar dan kuat perekonomiannya.


Menurut Suradi, sambil menunjuk peta ASEAN dan Indonesia yang ada di ruangannya, Singapura akan surut apabila Indonesia memiliki pelabuhan-pelabuhan besar, tempat kapal-kapal dagang dunia bersandar.


“Wilayah barat Sumatera, selatan Jawa, dan membentang sampai Indonesia Timur cukup potensial untuk dibangun beberapa pelabuhan besar maupun pelabuhan perantara, sehingga kapal-kapal tidak perlu lagi singgah di Singapura,” tegasnya.


Banyaknya pelabuhan dan kapal yang bersandar akan membawa dampak perekonomian setempat, dan tentunya akan membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.


“Potensi tersebut juga diiringi dengan pembangunan angkatan laut kita yang berkelas dunia, yang akan mengamankan jalur pelayaran,” tambahnya.


Pasalnya, berdasarkan Undang-Undang TNI, TNI AL merupakan matra yang bertugas untuk bidang pertahanan di laut, penegakan hukum dan keamanan di wilayah laut, melaksanakan tugas diplomasi, dan melaksanakan pemberdayaan wilayah laut.


“Salah satu ukuran besarnya angkatan laut adalah dengan adanya alutsista yang memadai, dan dalam TNI AL dikenal istilah senjata yang diawaki manusia bukan manusia yang dipersenjatai,” pungkasnya.




Sumber : JurnalMariitm

8 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Indonesia bangsa yang besar tindak dan pemikiranya harus besar untuk melindungi jumlah penduduk dan wilayah yang besar. Pelabuhan besar jangan jadi wacana langsung wujudkan. banyak manfaat yang bisa didapat terutama dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan penggunaan teknologi tinggi dan sebagai penggerak perekonomian.

    BalasHapus
  3. percuma ada pelabuhan besar kalau manusianya dan para pejabatnya pro singapura..petinggi pertamina aja uda dibeli hrga dirinya ma singapura.. mpe rela impor besar2ran minyak dri singapura..krn di dlm pertamina ada mafia minyak..sama halnya di pelabuhan ada mafianya. tetap aja yg di untngkan singapura..percuma bnyk pelabuhan besar kalau para pejabat yg memegan kepentingan gak sadar.. mereka ini cm memperkaya dri.gk mikirin kepentingan bngsa..

    BalasHapus
  4. Semoga aj ini dapat terealisasi ga cm jd mimpi dan wacana, sy stuju dgn bung ahmad yang terpenting membenahi mental dari para pejabat2 negri ini agar tercipta rasa cinta tanah air,Semoga..

    BalasHapus
  5. Pejabat Indonesia ndak mungkin bisa membangun pelabuhan besar, kalau masih menerima upeti dr singapura dan kelincahan singapura utk memberi upeti sangat lihai sama dg kelihaian bisnis singapura. Kita ndak usah perang dg singapura, melalui bisnis aja pejabat,militer akan goyah bila sdh menerima uang upeti dan berarti kita kalah serta masih ada rakyat NKRI

    BalasHapus