Kamis, Desember 12, 2013
15
JAKARTA-(IDB) : Kepala Staf Angkatan Laut Republik Islam Iran Laksamana Muda (Rear Admiral) Dr Habibollah Sayyari mengharapkan AL Iran dan TNI AL dapat mencapai kesepakatan di masa depan sebagai langkah pertama untuk meningkatkan kerja sama kedua pihak.

"Kami senang dan terima kasih kepada TNI AL atas undangan untuk dapat mengikuti simposium ini (yang diadakan oleh TNI AL)," kata Sayyari dalam wawancara dengan Antara di Jakarta, Rabu.

Sayyari bertemu dengan Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Marsetio di sela mengikuti simposium internasional keamanan maritim yang digagas TNI AL pada Selasa.

Kedua kepala staf itu saling bertukar pandangan dan menjajaki kesepakatan yang dapat dilakukan pada masa depan.

"Kami dapat saling mengenal secara dekat dari pertemuan ini," kata Sayyari yang disertai beberapa perwira AL Iran lainnya.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki perairan luas, sumberdaya melimpah dan pengaruh besar di kawasan, kata dia.

Menurut dia, TNI AL memiliki kemampuan sangat baik dalam memelihara keamanan di wilayah kedaulatannya.

Sayyari mengatakan dia juga telah bertemu dengan sejumlah kepala staf angkatan laut dari berbagai negara peserta simposium, antara lain dari China, Jepang, India, Malaysia, Bangladesh, Prancis, dan Qatar.

Dia mengatakan kerja sama diperlukan secara maksimal di kawasan untuk memelihara dan menciptakan keamanan di kawasan sendiri.

Pada bagian lain dia menceritakan strategi Iran dalam pertahanan dan keamanan di laut dan bagaimana AL Iran memproduksi sendiri peralatannya termasuk membangun kapal-kapal untuk keperluan di dalam negeri.

Sayyari memandang simposium ini sangat penting dan memanfaatkan kehadirannya untuk mempererat hubungan dengan angkatan laut dari negara-negara lain.

Indonesia menyelenggarakan simposium maritim internasional pada 9-11 Desember 2013 guna membahas masalah terkini terkait keamanan dan kegiatan kemanusiaan di kawasan dan mengundang peserta dari 55 negara termasuk seluruh negara yang tergabung dalam Simposium Angkatan Laut Samudera Hindia (IONS) dan Simposium Angkatan Laut Wilayah Pasifik Barat (WPNS).

Sayyari termasuk kepala staf angkatan laut di wilayah tersebut yang diundang dan memberikan paparan pada Selasa.

Berbagai sumber yang diperoleh Antara menyebutkan dalam beberapa tahun terakhir AL Iran telah meningkatkan kehadirannya di perairan internasional, termasuk di kawasan paling ujung di bagian utara Samudera Hindia, Selat Bab el-Mandeb dan Laut Merah, untuk melindungi rute-rute laut dan menyediakan keamanan bagi kapal-kapal niaga dan tanker.

Sesuai dengan usaha-usaha internasional terhadap perompakan, AL Iran juga berpatroli di Teluk Aden sejak November 2008 untuk mengawal kapal-kapal peti kemas niaga atau tanker minyak yang disewa Iran atau negara-negara lain.

AL Iran telah berhasil menggagalkan beberapa serangan atas tanker-tanker Iran atau negara lain selama misinya di perairan internasional.



Sumber : Antara

15 komentar:

  1. Bagus bila kita bekerja sama militer dg Iran,China,Russia dan Korut propaganda media barat atas negeri2 tsb abaikan saja...barat bertampang malaikat tetapi sejatinya iblis

    BalasHapus
  2. Iran mempunyai Industri Pertahanan yang sudah maju dalam berbagai jenis baik darat,laut, udara maupun angkasa luar,Indonesia bisa belajar banyak dari Iran,bagaimana cara mengembangkan Industri Pertahanan yang handal dan disegani.

    BalasHapus
  3. Kenapa Tidak kerja sama dengan Israel saja, Sekalian...? Mengingatkan....kedua Negara ini sama jahat Dan brengseknya....Dan itu kenyataan....bukan gossip atau propaganda USA.... Kejam sekali Iran ini....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahay kebarakan jenggot antek barat satu ini...

      Hapus
    2. Terserah Mau kamu bilang apa...tapi yang pasti...kamu dungu sekali Dan Tidak mengerti masalah fatal ini....dasar dungu.......

      Hapus
    3. Domba dungu tersesat jgn tinggal di NKRI klo lu ga mencintai negara ini,...pindah lu ke holland biar jadi antek dan jongos meneer,

      Hapus
    4. Orang ini belum sadar klo indonesia itu sebenarnya bukan dianggap sahabat dengan amrik dan sekutunya. Liat sikap australia yg notabene sekutu dekat amrik. Org2 seperti ini perlu disadarkan, supaya bisa hidup di dunia realita, bukan angan2 kosong. Kita tetap rangkul mrk dgn beri pengaruh yg baik untuk bersama2 menghadapi dan mewaspadai musuh2 negara.

      Hapus
  4. Bener nih Indonesia mau kerjasama dengan Iran??? nanti diprotes lagiiiiiiiii karena mereka Shiah,,,,, coba dipikirkan lagiiiiiii ,,,, Iran bukan tidak tahu masalah Shiah di Madura ,,,, hati-hati deh ,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. pilih mana mendekati ke shi'a apa mendekati ke yahudi ??..

      Hapus
    2. Pemikiran terkotak kotak pemikiran sempit dan suka adu domba

      Hapus
  5. Buat belajar ks aja lah..mau syiah kek yg penting dpt ilmu.....

    BalasHapus
  6. hadew..., kerja sama kok sama Iran...; mau jadi proyek GEJE lagi.., lah wong skill perkapalan kita ini lebih unggul dari Iran kok. owalah.. tambah gak karu-karuan..., kerja sama itu sama negara yang sudah jelas kualitas produknya, misalnya Rusia, Jerman, atau Belanda yang saat ini sudah dilakukan waluapun sm londo sedikit makan ati. Cobalah sama Rusia mereka siap membantu lho, bahkan mereka pernah menawarkan pembuatan dan penyediaan material / komponennya untuk dirakit di Indonesia. Wis karepmu mbah...!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama chino juga boleh bror..., myanmar joint product sama chino udah bisa bikin pregat.
      tul gak bror...? :d

      Hapus
  7. Perlahan dan pasti kejayaan barat sdh mulai pudar dan tenggelam,...digantikan dg budaya yg saling menghargai tulus,dan berdiri sejajar dg kesetaraan tdk menganggap ras putih yg terhebat yg selama ini mereka anggapkan,semoga dg ini akan tercipta keharmonisan sesama mahluk ciptaan Tuhan。..

    BalasHapus