Selasa, September 10, 2013
39
Satelit A2 Lapan yang akan diluncurkan tahun 2014. Tahun 2019 Lapan siap Luncurkan satelit yang jauh lebih modern (photo:Lapan)
Satelit A2 Lapan yang akan diluncurkan tahun 2014. Tahun 2019 Lapan siap Luncurkan satelit yang jauh lebih modern


JKGR-(IDB) : Indonesia terus mengembangkan satelit buatan dalam negeri dan berencana mengembangkan satelit senilai Rp 2 triliun. Satelit ini akan siap tahun 2019, ujar Kepala Lapan, Bambang S Tejasukmana dalam konferensi internasional “Integrated Technology Application to Climate Change”, di Jakarta.


Satelit Lapan itu akan memiliki berat 1 ton, melibatkan berbagai pihak dan jauh lebih baik  dari satelit-satelit Lapan saat ini. Untuk itu dananya pun mencapai Rp 2 triliun, sementara satelit  yang  ada saat ini berbiaya Rp 500 miliar.


“Nanti yang memproduksi adalah industri, yang potensial adalah PT LEN,” ujar Bambang.


Pengembangan satelit saat ini masih pada tahap sangat awal, yakni mission requirement. Direncanakan, satelit mampu mendukung program ketahanan pangan, energi, serta dampak perubahan iklim. Lapan nantinya akan berperan dalam memberikan dasar pengetahuan pengembangan satelit.

lapan-satelit
Pengembangan satelit ini juga dimaksudkan untuk menguatkan peran serta Indonesia dalam keanggotaan Global Earth Observation System of Systems. Saat ini hanya ada beberapa negara yang memiliki satelit canggih pemantau perubahan iklim, antara lain Amerika Serikat, Jepang, Cina, India, Brasil, dan Korea Selatan.


Indonesia terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi perubahan iklim, termasuk pengembangan satelit penginderaan jarak jauh.


Deputi Penginderaan Jauh LAPAN Taufik Maulana mengatakan, Indonesia tengah mengembangkan satelit LAPAN A-2 dan LAPAN A-3. Untuk satelit LAPAN A-2 sudah selesai dibuat dan akan segera diluncurkan tahun depan. Peluncurannya akan bekerja sama dengan India karena roket yang dimiliki Indonesia belum sanggup meluncur jarak jauh.


“Ini kan jaraknya 600 kilometer. Diluncurkan sekitar Januari-Juni tahun depan,” kata Taufik. Satelit LAPAN A-2 berbobot 75-100 kilogram.


Sementara itu, satelit LAPAN A-3 sedang dirancang oleh LAPAN bersama IPB. Sama seperti pendahulunya, satelit LAPAN A-3 juga akan diluncurkan dengan menumpang roket peluncuran satelit lain milik negara lain yang lebih besar.





 Sumber : JKGR

39 komentar:

  1. Kalau baca berita kayak gini jadi sedih sdh puluhan tahun mbuat bahan baku roket saja blm sanggup.
    Apalagi satelit yg penempatan orbitnya msh nggantungin ke roket orang lain.
    Penginnya bangga, tapi kalo inget blaaas nggak jadi bangga deh, wong cuma ngabisin anggaran doang,!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. anggaran dari pmerintah itu pelit buat riset kalo buat subsidi energi gk bgtu pelit
      ku kuliah di teknik nuklir di bawah BATAN
      ngrbuat ionisasi partikel aja butuh 3 th karna anggarannya dikit
      akal punya akal di mark up dari anggaran yg ada buat biaya tuh riset
      mana mungkin pemrintah mau anggarin 50M cuma buat bikin ionisasi partikel pdhl ngebuat pelipat tgangan ke 300KV itu ngejelimet

      Hapus
    2. Kalo ente bisa bantu membuat roket dan satelit , pasti para engineer kita akan senang sekali...Jadi kapan ente mau terjun langsung??

      Hapus
  2. Buku roket hrg.nya brp ya?
    10T boleh Bos?

    BalasHapus
  3. Kalau Lapan beserta PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad bisa membuat Roket yang bisa menggendong satelit itu ke Luar angkasa akan lebih bagus, jadi kemandirian Indonesia di Luar Angkasa tidak diragukan lagi.....semoga.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masalahnya kapan? Duit sdh banyak keluar, waktunya sdh puluhan tahun, yg ngerjain juga orang pinter mosok ngene - ngene ae.!!!!
      Nggak usah banyak alasan dan ngeles, buktikan gitu ajah.!!!

      Hapus
  4. Perlu KPK dgn kerjasama BPK mengaudit semua BUMN untuk menghambat terjadinya korupsi.
    Hasil sitaan KPK dijadikan modal pengembangan satelit militer,jangan diblg tdk ada modal

    BalasHapus
  5. Semoga pemerintah dan DPR bisa membuktikan, jangan yg negatif melulu yg keluar di TV. Meski kurang yakin juga kita dibiarkan maju oleh negara-negara yg menginginkan kita tetap tertinggal. Byk yg ketakutan bila Indonesia menjadi negara besar.
    Liat aja semua juara Olimpiade Internasional dari Indonesia setelah dapet Medali Emas ndak tahu pada didukung nggak sama negara. Mereka para einstein muda Indonesia pasti menjadi incaran negara-negara maju.
    maju terus NKRI

    BalasHapus
  6. HEBATTTT...

    BISA KIRIM SATELITE KE LUAR ANGKASA MELALUI ROKET SAMA DENGAN SUDAH BISA BUAT RUDAL BALISTIK ANTAR BENUA

    SEMANGAT UNTUK PARA INSINYUR DAN PROFESOR INDONESIA !!!!!

    BalasHapus
  7. Satelite Mainan InDON...

    BalasHapus
    Balasan
    1. malon malon kau dengki ke.kecik-kecik tak mau mampos udah besar nyusahkan orang

      Hapus
    2. bersama kita teriakan MALON ANJInG.... MALoN BABI....MALON SETAN.....ke laut aje loh......

      Hapus
    3. Malon iri tanda tak mampu....

      Hapus
  8. indog lgi mimpi disiang bolong..kekekeke...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di malon kalau soal alutsista gk ada yg bisa di banggakan...mkanya komenya ikut di sini

      Hapus
  9. Indon bohong besar belon bisa buat roket, Indon baru bisa buat kroket.
    Indon pake roket India untuk ngantar satelit abal-abalnya, Indon baru pinter buat kroket bukan roket, Indon masih bodoh baru bisa bikin mercun, kah,kah,kah....

    BalasHapus
    Balasan
    1. nyet.... tau produk alutsista indonesia ga, g kasih tau nih, ss1,2,
      panser anoa
      roket rhan
      kapal perang
      produk alutsista malon :
      1. dr. azahary
      2. malingsia (manusia maling)

      malon...malon....baru bisa ciptain teroris aja bangga.

      Hapus
  10. Apalagi malon..petasan aja kalau g beli dari china gak bakalan malon tau apa itu petasan..horee...hatiku senang 1000x

    BalasHapus
  11. malaysia jago bikin roket broo... dia bisa bikin roket yg bisa tembus burit...
    kaya roket PM nya dulu anwar ibrahim yang sodomi jantan....
    wkwkwkwkwkwk.........
    hidup malon... bentar lagi MNLF bakal nyodom kalian dr sabah... wkwkwkwkwk....
    indon emang suka bohong kok... bohong kalau indon tidak akan menyerang kalian...
    hihihihihihihi.....
    malon iri tanda tak mampu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju...kalau MNLF jadi nyerang ..sekalian aja indo ikut nyerang..gk perlu TNI..TKI saja sudah cukup untuk menghajar malon dari dalam..kwkwkwk

      Hapus
  12. gak mungkin semua proyek negara diungkap ke publik detailnya, tunggu aja kejutan kejutan selanjutnya dari pemerintah kita, gak usah dibalas komen komen miring tentang kemajuan bangsa kita. karena yang komen miring cuma orang yang berhati dengki! dan gak semua orang malaysia seperti itu, cuma orang malaysia yang ber- IQ jongkok yang komen gitu ( yakinlah nilai pendidikannya pun ancur) jadi gak usah ditanggapi yang penting kita support terus kemajuan bangsa kita menuju kebangkitan bangsa yang didam idamkan oleh seluruh anak bangsa Indonesia!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orang macam begini yg tidak mau melihat kenyataan.
      Kejutan kalau sdh ada di KPK.
      Nggak ada proyek apapun yang di "sembunyikan" karena anggarannya harus di setujui DPR.
      Jadi komen yg realistis saja, semua juga sdh tahu, bgm anggaran yang tersedia habis untuk belanja pegawai dan belanja modal yang tinggal sedikit masih di "sunat" lagi untuk memenuhi kantong pejabat yg berwenang melalui kontrak - kontrak yang diadakan sesuai aturan yang berlaku.
      Akui saja, management dan birokrasi pemerintahan kita termasuk yg paling buruk di dunia.
      Aturan dan undang - undangnya paling "top" di dunia tapi paling jelek implementasinya.
      Maka jangan harap kita maju secepatnya, yang maju para pejabatnya yang gemar korupt.
      Termasuk ente yg mencoba menutupi hal ini. Bah!!!!!

      Hapus
    2. Makanya bro.,pilih pemimpin yang bisa mendobrak itu semua di tahun 2014.Birokrasi (administrasi ) di buat buat semua teratur lancar.Tapi di indonesia terbalik,adm di buat tujuannya supaya makin ruwet,makin banyak meja,biar rakyat pusing mengurus segala sesuatu yang ahirnya nyerah...suap pejabat buat ngurus.pejabat senang dapat duit.Atasan juga bingung karena sistim semrawut ,jadinya nggak bisa ngecek salahnya dimana.Sangat sedikit pemimpin kita yang punya kemampuan trouble shooter (mencari dan menyelesaikannya). Contoh yang berhasil sedikit seperti Jusuf kalla,jokowi,Dahlan Iskan,Ahok.JK mampu dengan cepat mengambil putusan contoh konversi minyak tanah ke gas,dia mampu menggagas dan menjalankannya dengan menghilangkan segala rintangannya.Bikin ANOA ,banyak yang nggak yakin awalnya tapi dia maju terus dan berhasil.

      Hapus
    3. Dulu Jk waktu masih wapres ,saat mengunjungi lembaga lembaga penelitian kita marah bahkan ngancam akan mencabut dana yang di gelontorkan bila lembaga lembaga itu tak menghasilkan apa apa ..Dia bilang kalau ada rencana yang jelas dia akan usahakan dananya ,tapi kalau cuma menghamburkan uang lebih baik ditutup saja.Itulah awal geliat penelitian lembaga sekelas Lipi dan lainnya.SBY tanpa JK ibarat punya mulut tapi tidak punya tangan.Jokowi tanpa Ahok juga sama.Jokowi mencari salahnya dimana kemudian dilempar ke Ahok buat di urai satu satu.Dahlan Iskan yang lebih istimewa single fighter ,sudah berapa bayak persoalan BUMN yang dia selesaikan.Ratusan BUMN yang yang harus dia tanggani.Waktu masih dirut pln,Diaa berani rugi asal listrik tidak mati .Tengok sekarang Listrik sering mati karena kemarau di riau,sumbar.Tiap hari mati 6 jam.Pimpinan pln tak berani kayak Dahlan dulu yang mau nyewa ginset swasta agar suplai terpenuhi.Ayo yang cerdas pilih pemimpin.

      Hapus
    4. DI berani resiko karena dia orang kaya, jadi dia mesti jaim dong.
      Sama dg JK, pedagang besar, maka uang mengalir untuk "Anoa", uang keluar dari saku kiri masuk lagi ke saku kanan mengapa? Karena komponen penting "Anoa" yaitu mesin dan rangka "Anoa" merknya Renault dimana agennya di pegang anaknya.
      Kalau pejabat yg lain mana berani resiko, karena lahir dan di besarkan dari birokrat, jadi g akan berani yg jelas pasti safety player. Pilih aman saja, tapi dapat duit banyak, begitu pensiun duit yg banyak akhirnya habis juga untuk biaya berobat atau habis di tipu orang atau di embat anaknya.
      He....he....he..........

      Hapus
  13. Dan smp skrg perilaku itu sami mawon, dan alasan klasiknya dana penelitian kurang.
    Karena lembaga penelitian di Indonesia cukup banyak jadi rebutan "kue" dan masing - masing Lembaga Penelitian selalu mengedepankan ego sektoral. Maka sampai kiamat, mungkin Indonesia g bakal maju, yg maju ya pejabatnya.

    BalasHapus
  14. @anonim 05.50 saya rasa anda orang yang cerdas tapi kurang teliti. sehingga anda salah memahami pendapat orang lain sehingga menggiring yang lainnya kearah yang keluar dari tema, walaupun yang anda sampaikan itu betul dan pendapat2/komen2 selanjutnya. seharusnya anda memahami dulu apa yang saya sampaikan, yang harus disembunyikan dari publik adalah DETAIL dari proyeknya bukan proyeknya. ada yang harus menjadi konsumsi publik ada yang tidak. jadi TIDAK SEMUA DETAIL dari suatu proyek dibuka ke publik,itu untuk menjaga agar proyek tersebut berjalan dgn aman. itulah mengapa setiap negara punya badan intelejen, yaitu untuk mengetahui detail detail dari proyek yang dikerjakan oleh suatu negara dan tugas badan intelen negara yang bersangkutan adalah menjaga kerahasiaannya. sebaiknya kita berpikir jernih, memang tidak mudah mengurus negara yang sangat luas dengan penduduk yang ratusan juta. apalagi ada banyak agen agen asing yang ditengarai berjumlah puluhan ribu orang butuh komitmen bersama untuk membangunnya, bukan menghakiminya seakan akan kita orang yang paling benar dan pandai serta merasa bisa menyelesaikan semua persoalan bangsa ini. saya setuju dgn komen setelah anda yaitu mengajak lebih teliti lagi dalam memilih pemimpin. bukan berkeluh kesah dan megumpat sana sini, itu tidak menyelesaikan masalah, dan hanya menjadikan kita di anggota "barisan sakit hati".
    masalah sunat menyunat anggaran, kongkalingkong , itu sudah menjadi rahasia umum dan sudah ada lembaga yang mengurusinya (KPK), kita gak usah lagi repot repot apalagi mikirin sampe emosi trus sakit kepala akhirnya kena stroke, padahal kita bukan siapa siapa. cukup kita apresiasi setiap langkah maju bangsa kita dan mensupportnya agar semakin maju lagi, daripada ngedumel sendiri. kalo anda mengetahui ada penyimpangan dalam anggaran suatu proyek, ya anda laporkan! jangan berkeluh kesah disini.
    Ayo maju terus NKRI, tunjukkan pada dunia KITA MAMPU menguasai teknologi tinggi!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Detil dirahasiakan? Seluruh komponen untuk membuat satelit masih tergantung sumber dari luar, tidak satupun produk dalam negeri, sehingga setiap pembelian komponen yg jual pasti tahu dan ngerti untuk apa material itu diperlukan.
      Nggak usah ngaitkan dg intel, intel juga g tahu dan ngerti maslah itu, justru intel asing yang tahu dan ngerti. Jadi kita harus sadar bahwa selama kebijakan masih seperti sekarang ini ya g bakal maju negara kita. Riset boleh tapi harus ada hasil dan pengembangannya, tapi kalau riset terus hanya sebatas prototype mosok nggak bosen - bosen. Bah!!!

      Hapus
  15. sy setuju dg coment bung Pusara hati... Tp ma'af sy tdk setuju dg coment org yg d atas'y lg yg meng agung2 kn org yg jd orbitan media (spt artis),, ''SETAN PUN BS JD MALAIKAT DLM PANDANGAN MASYARAKAT JIKA SETIAP HARI DI JEJALI INFORMASI KEBAIKAN TANPA DI BERITAKAN KEBURUKAN'Y OLEH MEDIA.... bgt jg MALAIKAT AKAN DIPANDANG SETAN JIKA MEDIA2 TERUS MENERUS MEMBUAT OPINI BURUK TENTANG DIA...''
    LIHAT OBAMA : ''PRESIDEN ORBITAN MEDIA, BISA APA DI AMERIKA...???''

    **** BACK TO TOPICK, N ABAIKAN COMENT INI ****

    BalasHapus
  16. Kita hendaknya memisahkan Lapan sebagai sebuah lembaga penelitian dengan ke inginan pemerintah dalam memproduksi roket/satelit buat pertahanan.Hal itu akan memudahkan Lapan dalam bekerjasama dengan lenbaga penelitian asing.Taroklah dengan lembaga penelitian negara lain yang sudah mampu atau universitas asing.Jadi sama sama untuk penelitian yang tujuannya buat kemajuan ilmu pengetahuan dalam pemanfaatan antariksa untuk kwalitas hidup lebih baik.Kalau Lapan kita bebankan juga buat roket untuk pertahanan atau satelit militer tentu lembaga lembaga dunia takut bekerjasama dengan kita.Jadi sangat disarankan pengembangan roket/sateli/rudal untuk pertahanan dicari wadah lain.Dalam artian terpisah dari Lapan baik managementnya,dananya ,orangnya,.Dibikin BUMN baru di bawah departemen pertahanan.Semoga dengan demikian lebih gampang lapan dapat tehnologi buat roket kendali pelontar satelit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Usulan yang bagus, daripada LAPAN nanti di obok - obok MTCR .
      Dengan syarat kita sdh mampu membuat bahan baku propelant, kalau bahan baku propelantnya masih 100 prosen tergantung dari sumber luar ya sami mawon, sampai kapanpun kita jangan mimpi bisa mandiri di bidang peroketan apalagi rudal dsbnya, maka informasi jangan lebay kita sdh mampu membuat roket dsbnya, itu mah sama saja dengan onani. Bah.!!!!

      Hapus
  17. semoga ini langkah awal mengirim orang indonesia pertama ke luar angkasa tanpa harus beli parfum

    BalasHapus
  18. Tahun lalu pejabat pejabat kita katanya mau men test launcing roket rx 550 tapi menurut berita terbaru tahun depan jadinya. Ada yang tau kenapa?? Apa tempat peluncuran di Indonesia timur belum siap???? atau anggarannya udah habis atau apa yah.... mohon di share untuk yang tahu.

    BalasHapus
  19. Katanya....katanya......

    BalasHapus
  20. woy bodoh jangan di tanggapi sebagian dari mereka itu orang indonesia bkn malon..klwpun ada cm satu dua..cuekin aja
    ini blog militer berargument masalah alutsista & teknologi bukan caci maki yg ga penting..tempatnya share,debat topiknya + belajar teknologi alutsista.
    jadi banyak pengacau gini IDB

    BalasHapus
  21. ya setuju dengan anonim 15.10, cape juga diskusi sama orang yang sudah antipati dengan kemajuan bangsanya sendiri. sehingga apapun yang disampaikan akan dibantah oleh argumen2-nya sendiri yang emosional.
    tapi menurut saya, semua ada prosesnya. dan kita harus memahaminya. kita dituntut untuk menguasai teknologi dengan cepat yaitu dengan cara "alih teknologi", dimana pada awalnya semua komponen didatangkan dari luar negeri, lalu dipelajari dan ditingkatkan kandungan lokalnya dan pada akhirnya seluruhnya dibuat didalam negeri dengan pengembangan pengembangan selanjutnya. itulah yang disebut "prototipe" dan akhirnya baru diproduksi massal. jadi butuh proses yang sangat panjang, memakan waktu, biaya dan tenaga yang tidak sedikit serta butuh kesabaran. jadi kita sebagai golongan "akar rumput" hanya bisa mendorong dan mensupport sambil menunggu hasil maksimal dari ilmuwan2 kita.
    memang tidak dipungkiri didalam generasi muda di negeri ini banyak yang sukanya serba instan, sehingga mencela kelambatan kemajuan teknologi kita, wajarlah karena mereka membandingkannya dengan negara yang sudah maju. ibarat sepeda ontel disuruh balapan sama motor ducati. mereka termasuk orang orang yang kurang realistis.
    generasi instan inilah yang gampang diprovokasi. karena hanya mengutamakan logika pendek dan emosional yang tinggi. dan mereka bisa dimanfaatkan dengan mengadu domba dengan yang lain oleh pihak pihak yang berkepentingan.
    makanya kepala harus tetap dingin dalam menyikapi suatu persoalan sehingga pikiran jernih kita tetap terjaga.
    dan terima kasih buat Admin blog ini yang sudah mengumpulkan informasi dan membaginya dengan kita semua, jadi kita yang hanya tinggal duduk manis sambil membacanya sudah selayaknya kita memberikan komen komen yang positif dan saling melengkapi agar wawasan kita bertambah, tunjukkan kita bangsa yang berpendidikan dan moral yang baik. karena blog ini bisa diakses oleh siapa saja.
    oke, selamat berkarya buat semuanya!
    maju terus NKRI!

    BalasHapus
  22. kelamaan broo, tahun 2016 must ready.

    BalasHapus