Kamis, Januari 10, 2013
16
AMBON-(IDB) : Kesulitan memobilisasi pasukan di Maluku karena daerahnya yang terdiri dari banyak pulau kerap menjadi masalah, terutama saat di satu daerah sedang tertimpa musibah atau terjadi bentrokan. Karena itu, personel TNI AD di Maluku akan ditopang oleh kapal dan helikopter.

"Mudah-mudahan tahun ini bisa direalisasikan kapal dan helikopter untuk prajurit TNI AD di Maluku," ujar Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo saat kunjungan kerja di Ambon, Maluku, Rabu (1/9/2013) malam .

Kapal yang dimaksud berupa kapal yang bisa mengangkut hingga 30 orang. Sementara helikopter yang dimaksud yang bisa mengangkut sampai 40 orang.

"Dengan adanya kapal dan helikopter, mobilisasi pasukan di daerah kepulauan seperti Maluku ini bisa lebih cepat. Tidak seperti yang terjadi selama ini, untuk menyeberang ke pulau lain saat pulau itu tertimpa musibah atau lagi ada bentrokan, harus meminjam kapal Gubernur Maluku," ujar Pramono.

Lebih cepatnya mobilisasi pasukan diharapkan bisa segera membantu masyarakat yang tertimpa bencana di daerah terpencil atau pulau-pulau di Maluku. Begitu pula saat ada bentrokan antar warga yang membutuhkan pemulihan keamanan secara cepat. 




Sumber : Kompas

16 komentar:

  1. heli 40orng???
    jadi toh beli heli 2 rotor

    si cihonok

    BalasHapus
  2. Chinook sudah kalau specnya begitu......

    BalasHapus
  3. yeah CHINOOK !!!
    Welcome to Indonesia !

    BalasHapus
  4. Ini Langkah yang sungguh tepattt...
    CHINOOK sudah pasti masuk daftar donggg

    BalasHapus
  5. CH 47 Chinook atau CH 53 saja???? Sama2 bagus

    BalasHapus
  6. Tuku maning, tuku maning, yang sudah ada saja kayaknya tidak optimal penggunaannya, tapi ya monggo saja wong sugih duit.
    Mau kontan atau kredit itu dpt diatur nanti, sing penting mbayar, ngerti.!!!

    BalasHapus
  7. Mudah mudahan pembelian alulsista dpt kita pergunakan untuk menjaga kesatuan dan kedaulatan bangsa,jgn karena ada kepentingan asing kita dpt ditekan dgn embargo.....kita harus belajar dr pengalaman yg lalu.

    BalasHapus
  8. katanya pada takut embargo amrik. kenapa pada welcome cihonok? kalo mau heli-tranpor gede tanpa embargo yaitu: MI-26 dari Russia. Dijamin bebas embargo.

    BalasHapus
  9. Senang'a yg amrik2, bgtu kena embargo lg baru deh ngamuk2. Kok ga kapok2 ya, pinter ato kelewatan pinter sih.

    BalasHapus
  10. Tp tentunya TNI ada pertimbangan khusus pilihnya...kalau MI 26 memang punya daya angkut paling gedhe, tp itu belum tentu cocok buat kebutuhan TNI, mungkin malah terlalu besar sehingga tidak efisien....ingat produk C 17 amerika, negara2 eropa tetap pilih airbuss A400, meski kalah daya angkut dari C 17

    BalasHapus
  11. Walah, komennya kaya sudah sangat mengerti mengenai Alutsista melebihi TNI sendiri. Tapi gpp, yg jelas adminblognya sueeneng buaaanget karena blognya laris. Mantabs.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar loe sepa' banget boleroes ... Emang loe siape sih tengil pisan.

      Hapus
  12. Beloroes: emang komentar ente yang lalu-lalu kayak apa?

    BalasHapus
  13. Kalau beli dari rusia biaya perwatannya lebih mahal dibanding buatan barat

    BalasHapus
  14. Yang penting, kalo beli alutsista, harus paten dan punya deterrent factor.
    Kemudian harus ingat dijaga readiness factor'nya.

    Jadi ingat dulu di tahun 50/60'an dimana TNI AU kalo nda salah namanya masih AURI, fly pass ke Indonesia Timur.
    Australia ketakutan sampai cepat2 pesan F111 Aardvark.
    Betapa hebatnya dulu TNI AU kita sampai ditakuti negara tetangga.
    Tapi kini? Masa sampai diolok2 : "Kalau perang ma Indonesia nda usa repot2 buang2 peluru nembak pesawatnya. Diemin aja jatuh sendiri...".

    BalasHapus
  15. mi 17 kan ada
    kenapa malah di kirim buat pasukan PBB
    kita itu BODOH apa KELEWAT PINTER??

    BalasHapus