Sabtu, Desember 01, 2012
13
WASHINGTON-(IDB) : Amerika Serikat tengah mengembangkan pesawat nirawak (drone) robot pintar yang dikendalikan dengan kecerdasarn artifisial (artificial intelligence). Pesawat ini dapat berpikir dan menentukan target sendiri, dengan sedikit sekali campur tangan manusia.

Diberitakan Daily Mail, Kamis 29 November 2012, drone tipe X-47B ini tengah diuji di tengah laut. Jika drone ini mampu melewati seluruh ujian yang dilakukan, maka alat pembunuh ini bisa secara mandiri mendarat dan bertugas di kapal induk AS.

Dikembangkan selama lima tahun, drone X-47B dirancang untuk bisa mengudara dan terbang dengan hanya beberapa kali klik pada mouse. Tidak seperti drone model sebelumnya, X-47B tidak akan dikendalikan dengan pengendali oleh manusia.

Drone ini memiliki unit pengendali canggih yang mampu berpikir secara independen, melakukan tugas dengan benar dan menentukan sendiri target selanjutnya. Walaupun X-47B mampu menentukan target sendiri, namun Pentagon menjamin bahwa yang menekan pelatuk untuk menembak adalah manusia.

Pengujian pesawat ini dilakukan di Chesapeake Bay dekat Sungai Patuxent, Maryland, Senin lalu. Dalam pengujian, dilakukan beberapa manuver operasi yang diluncurkan dari kapal induk USS Harry S. Truman.

Pesawat ini dirancang oleh perusahaan Northrop Grumman yang bekerja sama dengan beberapa perusahaan aviasi militer terkemuka AS, seperti Pratt & Whitney dan Lockheed Martin.
Drone menjadi andalan AS dalam menghancurkan musuh, terutama di wilayah-wilayah terpencil di Pakistan atau Afganistan. Menurut data New American Foundation, dalam 337 serangan drone sejak tahun 2004, lebih dari 3.000 orang tewas.
Banyak juga warga sipil dan anak-anak yang menjadi korban serangan drone. Warga Pakistan harus hidup dalam ketakutan karena setiap saat mereka bisa dihantam roket drone AS.




Sumber : Vivanews

13 komentar:

  1. Tapi kebanyakan yg jadi korban adalah warga sipil tuch....
    #bettay2011#

    BalasHapus
  2. mudah"an otak drone nya kacau dan nembak kapal induknya sendiri...wkwkwk

    BalasHapus
  3. tinggal di hack gak perlu repot2 bikin ,blajar systemx saja, kaya uav us yg di hack iran. . . .wakakakaka

    BalasHapus
  4. Hidup Iran....Hidup Iran....Hidup Iran...Hidup Iran....Iran junjunganku....Iran yang terbaik....Iran paling benar...hahahahahaha

    BalasHapus
  5. Hidup Indonesia dong.masa iran.negara org.swt..suram lo pade

    BalasHapus
  6. Balasan
    1. Ga lama lagi...
      Optimis mode on..
      (©_©)

      Hapus
  7. Mulai dah tampak virus skynet... Kelak artificial intelligence mereka memutuskan bahwa ancaman sesungguhnya adalah manusia dan mulai menyerang fasilitas nuklir Iran, rusia, Dan semua akan memicu perang nuklir, mampus dah kita semua (maaf Gan, ane kebanyakan nonton Terminator, wakakaka)

    BalasHapus
  8. 3000 orangg di hitung sedikit ? Bisa lebih !tapi media barat diam dan gak banyak wakwak anehh dunia ini !”Cuma gayaa arogansi nya gak berenti gak sampek lima tahun bangkrut usa ,spending ,perang ,koerban perang biyayanya sudah di ambang batas ke mampuan, ketolong mata uang dolar 80%jadi mata uang dunia ,sekarang lagi ribut di usa demokrat vs repuplikcan salik tarik ,caci maki sepending 1 trilion dolar lebihh !! Mau di naikkan pajak di tentang oposisi repuplikan ,pajak orang kayaa !!!

    BalasHapus
  9. pesawat2 canggih tapi cuma berani sama negara2 cengkeremeh macam libia,afganistan yg ujung2...
    cari donk lawan yg imbang....
    dasar Amerika Pengecut

    BalasHapus
  10. promosi senjata terbaru amerika cm buat menderita yg lain aja.

    BalasHapus
  11. AS Siap Kirim Pasukan untuk Memerdekakan Papua

    Asing akan tetap melibatkan diri dengan urusan Papua. Itulah yang menjadi perhatian Hariyadi Wirawan ketika diwawancarai itoday, Senin (20/2).

    Asing terlibat karena persoalan Papua tidak pernah selesai, tutur pengamat hubungan internasional Universitas Indonesia ini.


    Bendera Bintang Kejora
    (Foto: Istimewa / itoday.co.id)

    Menurutnya, apa yang terjadi di Papua sekarang, jelas mengikuti skenario kemerdekaan Kosovo, yang berhasil memerdekakan dirinya dengan bantuan lembaga internasional. Hal ini terlihat dengan didaftarkannya kemerdekaan Papua Barat ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) minggu lalu.

    Jika asing melihat masalah Papua sebagai sebuah isu internasional yang hangat, dan menganggap Indonesia tidak peduli. Maka kesempatan Papua untuk merdeka akan semakin besar, jelasnya.

    Hariyadi mengingatkan, keberadaan AS di Darwin, Australia, walau sebenarnya adalah untuk membendung Cina, tetapi jika masalah Papua semakin memanas, dan memperoleh pengakuan lembaga internasional sebagai sebuah negara merdeka, maka pangkalan AS di Darwin akan menjadi pangkalan yang bersifat multifungsi.

    AS akan mengerahkan pasukannya di Darwin guna melindungi Papua, jika Indonesia nantinya menolak kemerdekaan Papua yang disahkan PBB secara sepihak, kata Hariyadi.

    Apa yang dikatakan Hariyadi mengenai ancaman pangkalan AS di Darwin memang tidak bisa dianggap enteng. Sebab posisi Darwin sangat untuk mendukung posisi AS di ASEAN dan Laut Cina Selatan, atas Cina dan Rusia.

    Tidak hanya itu, posisi Darwin juga memudahkan AS untuk mengirimkan pasukannya dengan menggunakan kapal selam dan kapal induk, ke berbagai belahan dunia, khususnya Asia Pasifik.

    Bagi Hariyadi, alasan mengapa masalah Papua tidak pernah selesai, karena pemerintah selalu menggunakan cara represif dengan menggunakan kekuatan bersenjata. Sedangkan cara pendekatan lainnya kurang maksimal, sebab tim yang dibentuk selalu saja tidak bekerja dengan semestinya.

    BalasHapus
  12. Anjing lo amerika dasar sampah kapitalis kami rakyat indonesia siap perang jika brani ikut campur masalah papua. Liat aja nanti pt freeport kita usir dari tanah papua emas yg ada di untuk mensenjataterakan rakyat papua, yg buat rakyat papua miskin kau anjing amerika

    BalasHapus