Kapten Laut (KH) Kemas M Yusri, penanggung jawab pameran, menjelaskan, kegiatan ini digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-50 Kopaska.
"Ini juga sebagai bukti dan petunjuk eksistensi Kopaska sebagai salah satu unit kekuatan di TNI Angkatan Laut," ujarnya kepada wartawan, Jumat.

"Senjata-senjata yang dibawa Pasukan Garuda 23/D ketika bertugas Lebanon juga ada. Pengunjung kami perbolehkan memegang, tapi tidak dicoba atau ditenteng," papar dia.
Mayoritas senjata yang dipamerkan memang buatan luar negeri, seperti Jerman, Inggris, Austria, dan beberapa negara lainnya. Namun tidak sedikit juga buatan dalam negeri dari PT Pindad, yakni Senjata Serbu (SS) V1-V4 kaliber 5,56 mm.

"Ada juga berbagai macam medali serta sejumlah penghargaan dari partisipasi Kopaska dalam misi perdamaian," kata Kemas M. Yusri.
Salah seorang pengunjung, Prasetyo, mengaku kagum dengan peralatan perang dan senjata yang dimiliki TNI. Ia berharap pameran seperti ini tidak hanya sekali saja diadakan, namun digelar rutin di sejumlah tempat.
Sementara itu, di sela pameran juga digelar berbagai kegiatan lomba seperti lomba fashion busana militer, lomba foto, lomba penyamaran muka serta ada juga simulasi pembebasan sandera.
Sebenarnya masyarakat tdk takut kok ama tentara yg membawa persenjataan lengkap dan bertubuh kekar, emang profil tentara hrs spt itu kan...lucu aja klo tentara cm pake kopelrim ama pisau dapur hehehe....yg kita takutkan itu adalah sikap tentara itu sendiri yg suka semena-mena ditengah masyarakat seperti yg kita lihat selama ini...
BalasHapusKapan ya di jogja di adakan? Pengen bgt bisa iat senjata2nya TNI, TNI sahabat rakyat, TNI Berwibawa dgn senjata mutakhir, maju terus,!!!
BalasHapusClick to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.