Selasa, Agustus 26, 2014
0
Koarmatim Siaga 5 Kapal Perang di Perairan Bali

DENPASAR-(IDB) : Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) menyiagakan lima Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) di perairan Bali, guna mengamankan Konferensi Global Forum United Nations Alliance of Civilizations (UNAOC) ke-6 tahun 2014.

Kelima kapal perang yang disiagakan itu, yaitu KRI Ahmad Yani-351, KRI Makasar-590, KRI Pulau Rimau-724, KRI Weling-822, dan KRI Soputan-923, yang saat ini telah berada di perairan Bali, Selasa (26/08)


Unsur kapal perang tersebut tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Laut (Satgasla) dibawah kendali Operasi Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmatim. Tugas khusus yang diemban oleh unsur kapal perang tersebut antara lain, mengamankan wilayah perairan melalui penyekatan, mengamankan seluruh wilayah pantai dan sekitar perairan tempat konferensi tersebut berlangsung. Unsur kapal perang juga disiapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti evakuasi terhadap tamu penting Very Very Important Person (VVIP), melalui aspek laut.


Selain mengerahkan lima kapal perang Koarmatim juga menyiagakan pasukan dengan kekuatan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar. Pasukan tersebut tergabung dalam Subsatgas Pengamanan Pelabuhan dengan Posko berada di Dermaga Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali.
 

Kesiapan unsur KRI dan pangkalan tersebut, ditinjau langsung oleh Pangarmatim Laksamana Muda TNI Sri Mohamad Darojatim didampingi Komandan Guspurla Koarmatim Laksamana Pertama TNI Mintoro Yulianto, Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (S) Julius Widjojonobeserta.


Pada kesempatan tersebut, Pangarmatim mengatakan agar seluruh pelaksana tugas pengamanan berupaya semaksimal mungkin untuk mengantisipasi segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu kelancaran penyelenggaraan dan rangkaian konferensi yang akan digelar. “Operasional KRI maupun pasukan dikendalikan secara terintegrasi sehingga dapat melakukan aksi penanggulangan terhadap segala bentuk ancaman secara cepat dan tepat”, tegas Pangarmatim.


Sebelumnya Pangarmatim telah meninjau kondisi perumahan anggota Lanal Denpasar serta meninjau situasi gedung Mako Lanal Denpasar dan melanjutkan inspeksi ke Posko Subsatgas Pam Pelabuhan yang berada di area pelabuhan Benoa Bali.


Pelaksanaan konferensi UNAOC akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 29 dan 30 Agustus 2014. Konferensi ke-6 UNAOC keanggotaannya tidak tersekat oleh batas-batas negara atau politik.


Tema yang diambil dalam Global Forum UNAOC tahun 2014 yakni “Unity in Diversity” yang bermakna “Bhinneka Tunggal Ika” berarti yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Tema tersebut persis dengan semboyan negara Republik Indonesia..


Hal itu sangat cocok dijadikan sebagai sarana untuk berbagai pengalaman mengenai pluralisme dan berbagai negara. Pluralisme tidak menjadikan sebuah perbedaan, melainkan sebaliknya sebagai sarana mewujudkan perdamaian.


PenyelenggaranKonferensi UNAOC (United Nations Alliance of Civilizations) yang ke-6 akan dibuka secara resmi oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, dan direncanakan dihadiri oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon.


Pengamanan KTT UNAOC melibat sekitar 5000 personel gabungan TNI/Polri dan Pengamanan Swakarsa dari masyarakat Bali yaitu para Pecalang, yang tergabung dalam SatuanTugas Pengamanan VVIP.


Bertindak selaku Panglima Komando Pengamanan VVIP Konferensi UNAOC 2014 Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Wisnu BawaTenaya. Seluruh kekuatan personel pengamanan telah melaksanakan Apel Gelar Pasukan Pengamanan VVIP di Lapangan Lagoon Nusa Dua Bali, Senin (25/08/2014).

TNI Kerahkan 4.956 Personel Amankan Konferensi UNAOC

Sebanyak 4.956 personel yang terdiri dari Koopspam 46 orang, Kosatgaspam (Mabes TNI) 150 orang, Satgas Intel 100 orang, Satgaspam VVIP 804 orang, Satgaspamwil 1.345 orang, Satgas Hanud 225 orang, Satgasla 400 orang, Subsatgas Pelabuhan 50 orang, Satgasud 225 orang, Subsatgas Bandara 125 orang, Satgas VIP 1.195 orang, Satgas Komlek 61 orang, Satgas Pen/Humas 5 orang, dan Kodam IX/Brawijaya 225 orang, akan dilibatkan dalam rangka pengamanan VVIP Konferensi UNAOC ke-6 tahun 2014 di Bali.

Komando Operasi Pengamanan (Koopspam) VVIP merupakan badan bentukan Mabes TNI yang ditujukan guna mendukung kesukseskan penyelenggaraan forum global UNAOC yang akan dihadiri oleh Sekjen PBB Ban Ki-Moon, Presiden RI Dr. Susilo Bambang Yudhoyono dan delegasi pemuda internasional. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya dipercayakan bertindak sebagai Pangkoopspam VVIP dan Kapolda Bali Irjen Pol Drs. A.J. Benny Mokalu, S.H. sebagai Wapangkoopspam VVIP.

Pangkoopspam VVIP Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya diwakili Wapangkoopspam VVIP Irjen Pol Drs. A.J. Benny Mokalu, S.H. bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Apel Gelar Pasukan Pengamanan Koopspam VVIP di Lapangan Lagoon Nusa Dua – Badung, Bali. Apel kesiapan tersebut bertujuan untuk mengecek tingkat kesiapan penyelenggaraan pengamanan VVIP konferensi UNAOC ke-6 Tahun 2014 baik secara perorangan maupun satuan sesuai dengan Prosedur Tetap (Protap) Pengamanan VVIP yang berlaku dan menghindari terjadinya tumpah tindih tugas maupun kesalahan prosedur penanganan.

Dalam amanatnya Pangkoopspam VVIP menegaskan bahwa, apel gelar pasukan ini juga sebagai sarana para Komandan Satuan untuk melaksanakan koordinasi antar unsur di lapangan dalam mengantisipasi kemungkinan berbagai kendala yang dapat terjadi sehingga mampu meminimalkan potensi ancaman yang mengganggu kelancaran penyelenggaraan forum internasional UNAOC.

Diperlukan kejelasan tugas, tanggung jawab dan rantai komando yang efektif dan efisien agar tujuan maupun sasaran pengamanan baik personel, obyek, rute serta tempat pelaksanaan konferensi dapat tercapai secara optimal.

Indonesia merupakan negara pertama di Asia yang dipilih sebagai tuan rumah pada forum internasional the 6 th United Nations Alliance of Civilization (UNAOC) yang berlangsung selama dua hari yakni tanggal 29 dan 30 Agustus 2014, mengangkat tema Unity in Diversity : Celebrating Diversity for Common and Shared Values. Tema yang diambil dari semboyan negara Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika” ini sangat sesuai dijadikan sebagai sarana untuk berbagi pengalaman dalam membahas plularisme di berbagai negara, tambah Irup dalam pembacaan amanat Pangkoopspam.

Dalam apel tersebut juga digelar Alutsista TNI yang digunakan, antara lain : TNI AD. Heli Bell-412: 2 unit, Heli MI-17 V5: 1 unit, Ran Cuvss/UVIS 3 unit, X-Ray Mobile MB 800: 1 unit, Ran Mercy Z-BV 2 unit, Ransus Jihandak 2 unit, Ransus Lidik Nubika 2 unit, Ran Kawal 8 unit, SPM Kawal 10 unit, SPM Matan 5 unit, SPM Pom (Walping) 10 unit, SPM Pom Kawal Spouse 3 unit, Rantis Anoa 4 unit, Sea Raider 2 unit, dan Jetski 3 unit.

TNI AL. KRI 6 unit, Helli Bell U-417: 1 unit, Paska 4 unit, Tanjung Pandangan 1 Kal, Combat Boat Catamaran 1 unit, Rubber Boat 2 unit, Patkamla 2 unit, Jet Ski 2 unit, Truck 2 unit, Bus 2 unit, Mobil Kawal 2 unit, Motor Kawal 2 unit, Ambulance 1 unit, Sea Raider 4 unit, dan Perahu Karet 2 unit. TNI AU. Heli MI-35: 1 unit, Pesawat F-16: 4 unit, Pesawat Sukoy 2 unit, dan 1 Satbak Rudal QW 3 Paskhas.

Di akhir amanatnya Pangkoopspam VVIP menekankan hal-hal yang harus dipedomani seluruh peserta apel : Pertama, pahami dan kuasai Prosedur Tetap Pengamanan VVIP sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Kedua, pegang teguh disiplin dengan memahami rantai komando yang efektif dan efisien agar tugas pengamanan dapat terlaksana dengan baik.

Ketiga, cegah terjadinya kelengahan dengan meningkatkan kepekaan terhadap segala kemungkinan yang dapat dimanfaatkan orang lain. Keempat, jangan ragu dalam bertindak dan tingkatkan koordinasi secara optimal dengan seluruh unsur yang terkait dalam tugas pengamanan ini. Kelima, cermati dan ikuti perkembangan situasi secara terus menerus dan laporkan dengan segera bila terdapat kejanggalan dalam pelaksanaan tugas.

Hadir dalam pelaksanaan apel gelar pasukan Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Ruslian Hariadi, para Komandan Satuan Tugas yang terlibat dari ketiga Angkatan dan Polri yakni Satgas Pamwil (Kodam IX/Udy), Satgas Pam VVIP (Paspampres), Satgas Pam VIP (Polda Bali), Satgas Laut (Guspurlatim), Satgas Udara (Koopsau II), Satgas Hanud (Kosek Hanudnas II), Satgas Intel (Bais TNI), Satgas Komlek (Satkomlek TNI), Satgas Penerangan (Puspen TNI), jajaran Polda Bali dan Pemerintah Daerah setempat serta unsur pengamanan masyarakat tradisional Bali (Pencalang).



Sumber : Poskota

0 komentar:

Poskan Komentar