Related Posts
Yonkav-13 Satya Lembuswana Diresmikan
BALIKPAPAN-(IDB) : Denkav-1/Mtc yang berkedudukan di Jl Soekarno-Hatta Km 28 Kabupaten Kutai Kartanegara mulai Kamis (23/10) berubah status menja...Read more
Yonif 413/Bremoro Jadi Batalyon Mekanis
SUKOHARJO-(IDB) : Sebanyak 13 Tank Marder buatan Jerman mulai memperkuat Kompi A Batalyon Infanteri (Yonif) 413/Bremoro, yang resmi menjadi Bataly...Read more
Pembentukan Satuan Ranger TNI AD
MAGELANG-(IDB) : Pagi ini sampai tengah hari nanti, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan berada di Akademi Militer (Akmil) Magelang dalam...Read more
KH 179, Meriam Tarik Armed TNI AD
JAKARTA-(IDB) : Meriam 155/KH 179 diterima TNI AD sejak tahun 2014. Alat utama sistem persenjataan (alutsista) pabrikan Korea Selatan ini ...Read more
Caesar, Howitzer Andalan Artileri TNI AD
SURABAYA-(IDB) : Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki sejumlah alat tempur baru guna memperkuat pertahanan dan kemanan negara. Salah satunya ...Read more
Militer AS Di Jepang Pasang Radar Canggih X-Band
TOKYO-(IDB) : Menghadapi serangan tak terduga--terutama peluru kendali dari negara luar--melalui bantuan militer AS, Jepang berjaga-jaga dengan mu...Read more
Integrasi Radar KRI Berkemampuan Hanud
JAKARTA-(IDB) : Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsda TNI Hadiyan Sumintaatmadja memimpin Rapat Koordinasi Integrasi ...Read more
System Hanudnas Sebagai Kekuatan Penangkal RI
PELITA-(IDB) : Pada masa sekarang kita sendiri menghadapi ancaman bagi kedaulatan dan penegakan hukum berupa aneka pelanggaran oleh pesawat atau k...Read more
Bravo Arhanud Kostrad, giatlah berlatih dengan sistim senjata baru yang canggih dan sangat modern "Giant Bow".
BalasHapusItu senjata sangat mematikan bagi pesawat terbang musuh yg mencoba melanggar wilayah udara kita.
"Giant Bow" dikenal sebagai senjata dengan hit probability tinggi dan kita harus bangga dapat meiliki senjata modren tsb.
Maaf ini senjata "Giant Bow" buatan China yg pernah gagal berfungsi waktu di coba di Bontang, Kalimantan Timur.
BalasHapusNamanya saja Giant padahal cuma 23 mm double laras contekan dari Rusia dan di lengkapi dg Qiwi atau Strela Rusia serta dilengkapi dg 57 mm meriam menjadi satu sistim composit.
Baru beberapa kali nembak ini senjata larasnya sudah merah membara dan melengkung ke bawah.
Ano 08.50 kalau sinyalemen ano begitu siapa yg memprogramkan senjata abal-abal kayak begitu? Mesti di usut ..........tapi siapa yg berani ngusut masalah pengadaan senjata kayak begini??? Nggak jadi usul deh untuk ngusut senjata abal-abal begini. Ngeri duluan sudah banyak contohnya gan....he.....he.....he... Biarin saja pakai senjata abal-abal bukan urusan wa.
BalasHapusClick to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.