Related Posts
Mewujudkan Mimpi Indonesia Jadi Poros Maritim Dunia
JAKARTA-(IDB) : Salah satu prioritas pemerintahan Presiden Indonesia Joko Widodo dan wakil Presiden Yusuf Kalla adalah meningkatkan sektor kelau...Read more
Putin Dan Jokowi Diharapkan Segera Bertemu
JAKARTA-(IDB) : Dalam lawatannya ke Indonesia (20/10/2014), Denis Manturov? selaku Menteri Perdagangan dan Industri Rusia hadir dalam pengucapan ...Read more
Indonesia ingin Beli Banyak Kapal Selam Kilo
JKGR-(IDB) : Mengapa Indonesia ingin membeli kapal selam pada saat ini?. Presiden baru Indonesia Joko Widodo sedang mempertimbangkan melanjutkan ...Read more
Rusia Siap Pasok Kapal Selam Ke Indonesia
JAKARTA-(IDB) : Rusia dan Indonesia sedang mempertimbangkan kemungkinan perluasan kerjasama militer dan teknis, termasuk pasokan kapal selam dari...Read more
Jokowi Ingatkan Abbot Agar Australia Tidak Sembrono Di Perbatasan
JAKARTA-(IDB) : Tadi malam, Senin (20/10), Presiden Joko Widodo bertemu Perdana Menteri Australia Tony Abbott di Istana Merdeka, Jakarta. Itu ada...Read more
SBY selamat jalan selamat menikmati masa pensiun sbg Presiden RI..sumbangsihmu luar biasa untuk negeri ini...
BalasHapussby dan anak ente dicari KPK utk jadi saksi kasus Korupsi Anas Urbaningrum. Sebagai presiden yg baik harusnya jantan dan memberikan contoh berani datang ke KPK seperti yg dicontohkan JK dan Boediono berani datang.
BalasHapusCoba kamu dulu. Datangi sendiri rumah Pak SBY , suruh Pak SBY ke KPK, berani nggak. Kamu harus berani, Pak JK sj berani ke rumah Pak SBY.
Hapusberani, kalau gua jadi ketua kpk, krn itu sudah jadi tanggungjawab sebagai ketua. Kalau lu berani ga? suruh sby suruh sby ke kpk?
HapusLah kok balik nanya. Anda kan yg berkoar nyiruh SBY ke KPK, buktikan dulu trriakan anda. Kalo cuma ngomong ddini mah basi. Hehehe..
HapusHarus dipahami SBY dipilih Anas untuk jadi saksi ''Yang meringankan '' jadi untuk apa SBY datang.Biarlah pengadilan yang menentukan ..Lebih baik eksekutif (presiden )tidak ditarik tarik untuk ikut campur dalam masalah hukum.biasanya pertanyaan yang di ajukan hakim untuk saksi yang meringankan tak menyentuh kedalam substansi .Paling yang ditanya apakah terdakwa orangnya sering bohong ,atau punya sifat jelek atau hal hal yang sedikit bisa mengusik rasa kemanusian.Terdakwa penting bagi keluarga dan lain lain.Untuk sedikit meringankan terdakwa.Tak hadir pun saksi yang meringankan pun tak masalah.Yang rugi malah tetdakwa.
HapusSBY kan dipanggil bukan sebagai kapasitas eksekutif, tetapi SBY diduga selaku petinggi Partai Demokrat dan Presiden RI diajukan sebagai saksi untuk kasus Anas karena dia sebagai pemberi uang 250 juta Dollar AS ke Anas, yang uangnya digunakan oleh Anas sebagai uang muka pembelian Toyota Harrier. Pemberian uang ini diduga atas rasa terima kasih sby kepada anas, atas suksesnya SBY menang dlm pemilu dan anas sbg anggota KPU.
HapusSementara, putra bungsu SBY yang juga Sekjen PD, Ibas dianggap penting dihadirkan sebagai saksi meringankan karena dia sebagai Ketua Steering Committee (SC) atau panita pengarah Kongres Partai Demokrat di Bandung, Jawa Barat pada Mei 2010.
Sebab, selama ini diduga ada dana terkait proyek Hambalang dan proyek lainnya mengalir, termasuk pembiayaan dalam kongres yang dimenangkan oleh Anas sebagai Ketua Umum PD itu.
Saya menyarankan SBY datang sebagai saksi, kalau tidak, jangan salahkan isu bahwa pemilu kemarin penuh dgn kecurangan dimulai dari century sampai pemberian uang ke anas. Kalau sby tdk hadir, malah yg rugi sby sendiri krn dia melewatkan kesempatan atas tuduhan2 dari pihak anas.
fajar dw, otak ente dimana? kapasitas ane ape? kalau ane ketua kpk boleh bilang ente basi. tapi kalau hanya rakyat sipil biasa mana bisa, baru ke rumah sby mau nyeret ke kpk, pas sampai di halaman sudah di usir paspanpres. ane bukan asal teriak, tapi pantang kalau penyelewengan diam saja. Yang bisa ane lakukan adalah menyerukan lewat dunia web. Ente sendiri gak berani berbuat apa2, krn ente pendukung partai koruptor kan.
Hapusah g nyambung yg coment g jelas
BalasHapusMoga2 juga-lah kapasitas dan kinerjanya akan semakin bertambah, dgn adanya fasilitas yg lbh komfortabel, bagi RI-1 mendatang....
BalasHapusPercayakan saja sama KPK,siapapun yang salah bakal di kejar oleh KPK.Cuma masalah waktu,KPK itu punya stategi dengan memainkan tempo .Kapan tepatnya seseorang pejabat negara yang bersalah tepatnya di hukum? tentu KPK punya pertimbangan.Jadi kontra produktif nanti seandainya seorang pejabat negara berurusan dengan hukum sementara dia harus bekerja ngurus pemerintahan,konsentrasinya terpecah ,negara jadi amburadul yang rugi kita semua.Apalagi cuma jadi saksi.Tunggulah pensiun baru tepat waktunya.Ingat korupsi DAMKAR dari mendagri yang melibatkan banyak kepala daerah masuk penjarra.Prosesnya panjang bahkan setelah lama pensiun baru aktor utamanya di tahan .Kasus kasus besar yang belum tuntas sekarang ini bakal tuntas setelah pelaku nya pensiun.Jangan seperti thailand pemerintahan selalu tidak stabil,jadi sulit punya program pembangunan.Hati hati sekarang ini karena masa politik banyak yang memainkan isu hukum ,bahkan kasus kasus lama dikorek lagi dari tong sampah dikemas baru.Ya politik memang.....
BalasHapusClick to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.