Artinya, untuk MEF tahap 1, kini tinggal menunggu kedatangan berbagai macam alutsista yang sebelumnya telah dipesan. Akan tetapi, dari dokumen yang diperoleh ARC, masih ada upaya pengadaan yang boleh dibilang lumayan besar.
Di tahun 2014, TNI-AD ternyata berupaya menambah pesanan Tank Marder. Jumlahnya pun tidak tanggung-tanggung, yaitu sebanyak 80 unit.
Total dana yang dialokasikan untuk pengadaan ini adalah sekitar 338 milyar rupiah. Jika menggunakan kurs Rp 10.000 nilai penggadaan sekitar 33,8 Juta dollar. Dengan demikian jatuhnya nilai per ranpur sekitar 400 ribu Dollar. Maka bisa diduga jenis Marder yang diperoleh bukanlah tipe Marder Revolution atau Marder dengan senjata utama kanon 105mm.
Disisi lain, dalam dokumen yang sama, bisa kita lihat pengadaan Heli Serang Fennec sudah mendapat penetapan anggaran. Dalam anggaran 2011 dan 2012, Heli buatan Perancis itu total mendapat anggaran sebanyak 90 Juta Dollar, untuk pengadaan helinya sendiri lengkap dengan persenjataan dan suku cadang.
Sumber : ARC
Lanjutkannnnnnnnn komandan
BalasHapusmantab.. nieehh
BalasHapusini sih kayaknya rencana pembelian tahun 2012 dan 2013 yang telah dittd kontraknya dibayar dengan menggunakan anggaran tahun 2014 atau bisa juga "baru" rencana ajuan 2014 yg blm tentu disetujui DPR
BalasHapusIyaa nambah Marder nambah anoanya bagus deh ... tapi jangan cuma buat jadi pasukan pengamanan PBB doang ...
BalasHapusLebih dasyat lg kalo turret nya Marder dipasangin 90 mm crockrill....hehehe
HapusAduhh coba elus-elus tuh Jerman siapa tau mau ngeluarin PUMA nya jgn Marder yg generasinya dibwh PUMA. Jerman baik ko sm Indonesia. Maju terus Indonesia ku utamakan produk dalam negeri kalo dah bisa bikinnya. Hahayde...
BalasHapusLebih baik Indonesia membeli tank T-72, T-90, atau Black Eagle. Atau memodifikasi tank amfibi menjadi type amfibi + MBT.
BalasHapusClick to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.