BATAM-(IDB) : Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio melakukan
peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya Pembangunan Yonif- 10
Marinir di Pulau Setokok Batam Kepulauan Riau, Rabu (05/6/2013).
Kasal
mengatakan peletakan batu pertama Yonif-10 Marinir ini merupakan bentuk
perealisasian Rencana Strategis (Renstra) TNI AL untuk Sistem Senjata
Terpadu (SSAT) guna mewujudkan TNI AL yang handal dan disegani berkelas
dunia.
Kasal
juga menegaskan pembangunan kekuatan Marinir di wilayah ini merupakan
jawaban bahwa Korps Marinir siap hadir di setiap tempat di seluruh
wilayah nusantara, guna menciptakan dan menjaga stabilitas nasional demi
keutuhan NKRI.
Hadir dalam acara peletakan batu pertama tersebut Asrenum Panglima TNI Laksdya TNI Among Pratomo, Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal
TNI (Mar) A. Faridz Washington, Para Pangkotama TNI AL, Gubernur
Kepulauan Riau Drs. Muhammad Sani, Staf Kemhan Brigjen TNI Wahyu Agung,
Ketua DPD Kepri Ir. Syafriadi, Wakil Walikota Batam H. Rudi, Kepala BP
Batam Mustofa, Anggota Komisi I DPR I Ibu Nani, serta sejumlah pejabat
Pemerintahan Kepri, Tokoh Adat Agama dan Pemuda.
Kegiatan
ini juga ditandai dengan penandatanganan Prasasti Yonif-10 Marinir,
penyampaian tali asih dari Kasal kepada Prajurit Marinir yang bertugas
dalam pembangunan Yonif-10 Marinir. Kegiatan juga dimeriahkan tarian
daerah sekapur sirihsebagai tanda sambutan yang positip masyarakat
Setokok terhadap pembangunan Yonif-10 Marinir. dan demo ketrampilan
prajurit Marinir terjun payung.
Peletakan batu pertama ini disamping sebagai simbol dimulainya pembangunan Markas Yonif-10 Marinir di Setokok, sekaligus
juga sebagai momentum memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dalam
pembangunan ini dapat diberi kelancaran dan aman sampai dengan selesai.
Tahun Ini Marinir Diperkuat 37 Tank BMP-3F
37 unit tank BMP-3F asal Rusia untuk Korps Marinir akan tiba tahun ini selain kapal perang buatan dalam dan luar negeri.
"Marinir sudah mendapatkan 17 unit tank BMP-3F dan akhir tahun ini akan ditambah lagi 37 unit. Tahun depan, sejumlah pesanan alat utama sistem senjata (alutsista) akan terus datang lagi," kata Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio.
Marsetio mengemukakan hal itu usai peletakan batu pertama Pembangunan Batalyon Marinir 10 di Pulau Setokok Kota Batam, Rabu.
"....akan datang secara bertahap, baik itu kapal perang, pesawat, helikopter maupun tank," kata
Marsetio.
Ia mengatakan, Markas Besar TNI AL telah memesan sejumlah peralatan tempur dari industri strategis di dalam dan luar negeri, antara lain tiga kapal selam dari Korea Selatan, empat "LST" (Landing Ship Tank) dari PAL, KRC (Kapal Cepat Rudal) dari Palindo Marine Batam dan kapal fregat dari Inggris.
"Selain itu, masih ada kapal hidrografi, 11 helikopter antikapal selam, dan kapal latih Kadet AAL pengganti KRI Dewaruci," papar Marsetio.
"Marinir sudah mendapatkan 17 unit tank BMP-3F dan akhir tahun ini akan ditambah lagi 37 unit. Tahun depan, sejumlah pesanan alat utama sistem senjata (alutsista) akan terus datang lagi," kata Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio.
Marsetio mengemukakan hal itu usai peletakan batu pertama Pembangunan Batalyon Marinir 10 di Pulau Setokok Kota Batam, Rabu.
"....akan datang secara bertahap, baik itu kapal perang, pesawat, helikopter maupun tank," kata
Marsetio.
Ia mengatakan, Markas Besar TNI AL telah memesan sejumlah peralatan tempur dari industri strategis di dalam dan luar negeri, antara lain tiga kapal selam dari Korea Selatan, empat "LST" (Landing Ship Tank) dari PAL, KRC (Kapal Cepat Rudal) dari Palindo Marine Batam dan kapal fregat dari Inggris.
"Selain itu, masih ada kapal hidrografi, 11 helikopter antikapal selam, dan kapal latih Kadet AAL pengganti KRI Dewaruci," papar Marsetio.
Sumber : Kormar
Sdh waktunya prajurit Marinir yg sangat aku cintai ini dilengkapi dg Camera Locator yg terintegrasi dg alkom siskom secara real time dan terincryp yg di TX /RX lwt VSAT ke Puskodalops, Mako Marinir atau Mabesal atau bahkan ke Mabes TNi yg dpt di monitor lewat layar Barco yg mampu bekerja 24 jam selama bertahun -tahun.
BalasHapusDiharapkan gerak dan posisi prajurit dlm kondisi siaga dg kelengkapan Camera Locator dpt diikuti apalagi kalau ada kemampuan untuk memasang "chip" di bagian tubuh prajurit spt yg dipasang di prajurit Marinir US Marine Corps akan lebih canggih.
Sehingga peristiwa hilangnya prajurit Marinir di Aceh akan mudah di deteksi posisi keberadaannya.
Sedang akurasi data dpt menggunakan computer rudigized yg terprogram dg peta digital dan dioperasikan oleh prajurit lainnya.
Semua yg saya utarakan sdh mampu dibuat oleh SDM kita dg penguasaan sofware sedang hardware banyak pilihan di pasar Glodok.!!!!!
maju terus Marinir bangun satu yonif lagi Pak di kupang...
BalasHapus