Pages

Kamis, April 25, 2013

Pasukan Khusus TNI AU Ambil Bagian Dalam Latgab TNI 2013

PENTAK PASKHAS/"PRLM"
SOREANG-(IDB) : Para prajurit Korpaskhas ikut terlibat dalam latihan Gabungan TNI tahun 2013. Dalam latihan nanti para prajurit tidak hanya sekadar mengikuti dan memenuhi kewajiban semata, namun yang lebih penting adalah para prajurit Paskhas mulai perwira, bintara dan tamtama mampu tampil maksimal demi menjaga nama baik serta harga diri Paskhas khususnya dan TNI Angkatan Udara.

Hal tersebut disampaikan Komandan Korpaskhas Marsekal Muda TNI Amarullah dalam dalam rilisnya ke "PRLM", Kamis (25/4/2013). "Dalam Latihan Gabungan TNI, kita merupakan salah satu pasukan terdepan sekaligus sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan operasi pendahuluan. Korpaskhas merupakan pasukan yang pertama masuk untuk menyusup ke daerah yang dikuasai musuh yang selanjutnya merebut suatu sasaran," katanya.


Apabila operasi yang menjadi tanggungjawab Korpaskhas mampu dilaksanakan akan membuat keberhasilan operasi berikutnya. "Namun bila gagal maka operasi selanjutnya dipastikan gagal secara menyeluruh," ujarnya.


Amarullah meminta kepada seluruh prajurit Paskhas yang terlibat dalam kegiatan latihan, agar melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik serta sungguh-sungguh. Sehingga program latihan yang diselenggarakan dapat berjalan dengan baik, sukses dan lancar sesuai tujuan dan maksud dari kegiatan latihan.


Kepercayaan pimpinan TNI kepada organisasi Korpaskhas, kata Amarullah, dalam pelibatannya pada Latihan Gabungan TNI jangan sampai di sia-siakan atau setengah hati. Nanti akan menimbulkan ketidak percayaan maupun timbulnya anggapan bahwa Korpaskhas tidak mampu untuk melaksanakan tugas dengan baik.




Sumber : PikiranRakyat

TNI AU Latihan Penembakan Rudal Maverick Untuk Persiapan latgab TNI 2013

KARIMUN JAWA-(IDB) : Dengan menggunakan pesawat tempur Hawk MK-53 Skadron Udara 15, Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna, S.E., memantau langsung latihan penembakan dan pengeboman dengan menggunakan bom MK-82 dan rudal maverick oleh pesawat tempur F-16 Fighting Falcon di Pulau Gundul, kepulauan Karimun Jawa, Kamis (25/4).

Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna, S.E., bersama dengan Kastandeval Wing 3 Lanud Iswahjudi Letkol Pnb M. Satriyo Utomo dengan menggunakan pesawat tempur Hawk MK-53 melihat langsung proses penghancuran sasaran dan pengeboman yang dilaksanakan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi.


Hal tersebut untuk memastikan sampai sejauh mana perkenaan sasaran, serta mengetahui betul kemampuan, kemahiran serta naluri tempur, penerbang tempur TNI Angkatan Udara khususnya Skadron Udara 3, yang menjadi tanggung jawab Danlanud Iswahjudi.


Dalam Latihan Umum (Latum) dan Latihan Gabungan (Latgab) TNI tahun 2013, pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, melaksanakan penembakan dan pengeboman dari udara ke darat dengan bom dan rudal maverick, yang pelaksanaanya akan disaksikan langsung oleh Presiden RI, DR.H. Susilo Bambang Yudhoyono.

Letkol Pnb Setiawan Catat Rekor 2000 Jam Terbang Bersama F-16 Fighting Falcon

Komandan Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Letkol Pnb Setiawan "Gryphon", Kamis (25/4), mencatatkan rekor meraih 2000 jam terbang dengan menggunakan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon. Rekor 2000 jam terbang dibukukan Komandan Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Letkol Pnb Setiawan, pada saat melaksanakan misi penembakan misil rudal AGM-65 Maverick di Pulau Gandul kepulauan Karimun Jawa, dalam rangka persiapan latihan umum dan latihan gabungan TNI tahun 2013 mendatang.

Dalam catatan sejarah Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, selama lebih dari dua dasawarsa mengawaki pesawat buatan negeri Paman Sam yang menjadi salah satu kekuatan TNI AU dalam menjaga NKRI, Letkol Pnb Setiawan merupakan orang ke enam (6) yang berhasil menorehkan prestasi meraih 2000 jam terbang dengan menggunakan pesawat tempur F-16.


Ayah dari Rafi Ahmad Fachrezi tersebut, merupakan alumnus AAU tahun 1995, dan ditahun itu pula awal karir suami drg. Citra Anggitia, di TNI Angkatan Udara. Begitu lulus sekolah penerbang angkatan 54, Letkol Pnb Setiawan yang lahir di Magelang 40 tahun silam, langsung menjadi penerbang tempur di Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi.


Letkol Pnb Setiawan, dilantik menjadi Komandan Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi yang mengawaki pesawat F-16 merupakan pesawat multi role fighter pada tahun 2012, baginya masalah bukan sebagai masalah yang harus dihindari, tetapi sebagai kesempatan untuk mendewasakan dirinya untuk lebih matang dan bijak.


Begitu sang "Naga" (julukan bagi penerbang Skadud 3) turun dari cockpit pesawat F-16 Fighting Falcon, langsung disambut dan mendapat ucapan selamat oleh seluruh anggota Skadron Udara 3, mengingat prestasi 2000 jam terbang merupakan prestasi yang jarang didapat.
Sumber : TNI AU

Indonesia Pefancis Gelar Dialog Kerjasama Pertahanan

JAKARTA-(IDB) : Untuk kali pertamanya Kementerian Pertahanan RI bersama Kementerian Pertahanan Republik Perancis menyelenggarakan Forum Dialog Pertahanan. Dialog Pertahanan yang di beri tema The 1st Indonesia-France Defence Dialogue Strategic Affairs Sub-Committee tersebut di buka langsung oleh Sekjen Kemhan RI Letjen TNI Budiman.
 
Delegasi Kementerian Pertahanan Republik Perancis yang di ketuai oleh Direktur Pengembangan Internasional Kementerian Pertahanan Republik Prancis Letjen Stephane Reb beserta Duta Besar Perancis untuk Indonesia Corrine Breuze, bersama Delegasi Kemhan RI selama dua hari kedepan akan berdiskusi membahas isu-isu keamanan yang terjadi di wilayah regional dan global serta kerjasama pertahanan.


Dalam sambutannya, Sekjen Kemhan Letjen TNI Budiman mengatakan dialog pertahanan yang untuk pertama kali diadakan RI dan Republik Perancis merupakan wujud dalam meningkatkan hubungan bilateral kedua negara di bidang Pertahanan.


Lebih lanjut Sekjen menjelaskan, semenjak ditandatangani Join Statement antara Perancis dan Indonesia pada bulan Desember 2009 yang dilakukan oleh Presiden, kedua negara telah sepakat bergerak untuk mengembangkan kerjasama pertahanan. Disamping itu hubungan bilateral kedua negara juga telah ditandatangani pengaturan teknis tentang aktivitas kerjasama di bidang pertahanan pada bulan Febuari 2012 lalu di Paris, Perancis. Oleh karena itu, Sekjen menekankan bahwa moment tersebut dapat menjadi hal yang mampu memotivasi kedua negara untuk bersama-sama meningkatkan bilateral pertahanan melalui proses yang lebih konkrit.


Sementara itu Sekjen menuturkan jika menganalisis perkembangan jaman sekarang, dunia telah memperlihatkan beberapa tantangan-tantangan yang besar bagi setiap negara. Didalam tantangan keamanan tersebut terdapat bentuk tantangan tradisional ataupun non tradisional yang semakin kompleks dan semakin tinggi bentuk eskalasinya.


Sekjen berpendapat, tidak ada suatu negara manapun yang dapat menghadapi tantangan ini sendirian. Untuk itu Sekjen menambahkan perkembangan situasi ini juga dapat membawa semangat untuk bekerjasama diantara kedua negara didalam menangani tantangan tersebut dalam rangka melindungi dan memilihara stabilitas perdamaian dunia.


Sehubungan dengan hal tersebut, Sekjen juga berpendapat forum Dialog Pertahanan ini memberikan kesempatan, selain digunakan untuk saling bertukar pandangan didalam isu keamanan di lingkup regional dan global, juga dapat membahas bagaimana kedua negara bisa bekerjasama melalui cara-cara yang lebih konkrit. “ Hubungan Indonesia dengan Perancis merupakan hal yang penting dan memegang peranan yang sangat krusial didalam promosi perdamaian dan stabilitas di dunia internasional.” Ungkap Sekjen.





Sumber : Dephan

CyberDefence Menjadi Perhatian Kemhan

JAKARTA-(IDB) : Serang melalui internet atau dunia cyber rupanya sudah tidak bisa dianggap enteng.  Sebuah serangan pada infrastruktur kritis seperti perbankan dan pembangkit tenaga listrik, dapat mengganggu bahkan melumpuhkan sebuah negara. 

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dalam acara Cyber Defence Contest di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2013).  Jika serangan itu gangguannya tidak mengganggu kedaulatan kita, maka kita serahan kepada kepolisian untuk menangani.  Tapi jika sampai mengganggu kedaulatan maka Kementrian Pertahanan akan masuk untuk menangani.  Kita akan melakukan baik pertahanan maupun serang balik jika diperlukan.



Menurut Pak Purnomo, Akhir tahun 2013 ini bekerjasama dengan Kementrian Informatika dan Komunikasi akan menyusun regulasi yang terkait dengan keamanan dunia cyber ini.  Di Kementerian Pertahanan dan Keamanan, saat ini sedang membangun siskohaneg yang merupakan sistem yang dibangun untuk pertahanan negara. 

Sementara itu Wakil Ketua ID-SIRTII, Muhammad Salahuddien dalam konperensi pers tersebut memberikan gambaran betapa serangan-serangan yang terjadi dalam dunia cyber berlangsung setiap saat dan membuat para pemangku kepentingan tidak bisa lengah dalam menghadapinya.
Cyber Defence Contest yang dilaksanakan di Balai Kartini Jakarta adalah bagian dari perhelatan iCross 2013 





Sumber : ARC

Ikuti Jejak Akmil TNI AD, AAL Dan AAU Tahun Ini Perdana Terima Taruni

JAKARTA-(IDB) : Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Agum Gumelar meminta peningkatan jumlah partisipasi wanita dalam dunia militer. Wanita belum mendapatkan porsi dalam pendidikan elite militer seperti di akademi militer.

"Saya sudah bicara dan minta pada Menteri Pertahanan agar ada taruni dalam akademi militer. Kami berhasil. Tahun ini sejarah, karena ada 34 taruni yang tersebar di Akademi Militer, Akademi Angkatan Laut dan Akademi Angkatan Udara," katanya saat berdiskusi di Lembaga Pertahanan Nasional, Kamis 5 April 2013.

Selama ini akademi militer seperti Akmil, AAL dan AAU merupakan pendidikan perwira muda paling bergengsi di Indonesia. Dan selama ini hanya untuk anak laki-laki saja. Para calon perwira muda ini disebut Taruna.

Mulai tahun ini, akademi yang selama puluhan tahun tertutup bagi kaum hawa mulai terbuka. "Para perwira muda wanita ini disebut taruni. Jumlah mereka masih sedikit. Kami minta jumlahnya ditambah tiap tahun," ujarnya.

Peran wanita dalam militer hingga saat ini masih sangat minim. Para tentara perempuan ini hanya disiapkan di wilayah dan jabatan yang sifatnya administrasi. "Kami ingin ada perempuan juga yang menjadi unit khusus di kesatuan elite setiap matra: darat, laut dan udara. Perempuan pasti bisa bila diberi kesempatan," katanya.

Pada momen Hari Kartini ini ia meminta Lemhannas bersedia membuka diri pada kaum wanita. Keinginan ini disambut langsung Gubernur Lemhannas, Prof DR Ir Budi Susilo Supanji, DEA. "Kami membuka pintu selebar lebarnya," kata Budi Susilo.





Sumber : Vivanews

Berita Foto : Peluncuran 2 Kapal PC-43 TNI AL, KRI Pari 849 Dan KRI Sembilang 850

BATAM-(IDB) : Tanpa banyak gembar-gembor serta publikasi, PT. Palindo Marine Shipyard ternyata telah membangun berbagai jenis kapal pesanan Pemerintah serta TNI-AL.



Mereka telah mengejar target menyelesaikan 2 buah kapal patroli milik TNI AL dari jenis PC-43, kapal patroli 48 meter pesanan Bakorkamla serta Catamaran pesanan BASARNAS.






Sumber : Kaskus

KRI Teluk Semangka-512 Akhiri Pengabdiannya

SURABAYA-(IDB) : Setelah mengemban tugas dalam menjaga kedaulatan NKRI selama kurang lebih 31 tahun, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Semangka yang memiliki nomor lambung 512 hari ini resmi mengakhiri pengabdiannya.  

 Akhir pengabdian tersebut ditandai dengan penurunan Ular-ular Perang yang merupakan tanda bahwa kapal tersebut merupakan kapal perang dan tanda itu berlaku secara internasional. Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M. Hum bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam  penurunan Ular-ular Perang KRI Teluk Semangka-512 di Dermaga Penjelajah Koarmatim, Ujung, Surabaya, Rabu (24/4).

KRI Teluk Semangka-512 dibuat digalangan Tacoma Marine Industries Ltd (KTMI), Korea Selatan pada tahun 1980, kemudian diluncurkan pada 3 Mei 1980. Diserahkan kepada pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 28 Februari 1982. Berdasarkan Keputusan Pangab No Skep/ 1716 / VIII/1982 tanggal 8 Agustus 1982 KRI Teluk Semangka -512 resmi bergabung dalam jajaran TNI Angkatan Laut dengan komandan pertama kalinya Letkol Laut (P) Poedjiono.

Nama KRI Teluk Semangka-512 diambil dari nama sebuah teluk yang terletak di ujung pantai selatan Pulau Sumatera yang terletak pada posisi 5 derajad 40 menit Lintang Selatan- 104 derajad 43 menit Bujur Timur yang merupakan Teluk terbesar berbentuk corong, menghadap ke arah tenggara dengan lebar mulut teluk kurang lebih 50 Km.


Sejak diresmikan menjadi Kapal Perang Republik Indonesia (KRI). KRI Teluk Semangka-512 telah mengalami pergantian kepemimpinan atau Komandan sebanyak 26 kali dan selama pengabdiannya di jajaran TNI Angkatan Laut telah melakukan tugas-tugas operasi sebanyak 128 kali operasi, diantarannya mendukung Angkutan Laut (Duk Angla ) Kontingen Garuda, Bantuan Bencana alam, Latsitarda / KJK / Jalasesya, mendukung latihan Armada Jaya, Latihan Gabungan TNI, Operasi Surya Bhaskara Jaya, pergeseran pasukan TNI maupun Polri, operasi Trisila, Pengamanan Laut hingga Pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (Pam ALKI). Komandan terakhir adalah Letkol Laut (P) I Komang Teguh Ardana.

KRI Teluk Semangka-512 mengahiri masa pengadiannya di TNI Angkatan Laut  dibawah pembinaan Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmatim merupakan alat tempur TNI AL kategori kapal pendarat tank (Landing Ship Tank/LST),  yang memiliki panjang 100 meter, lebar 15,4 meter, dan berat 3,770 ton itu dilengkapi Helly Deck di buritan untuk operasi udara. Sedangkan persenjataan kapal yang ter­bilang tua ini tidak dapat di­pan­dang sebelah mata. Sebab, kapal ini dilengkapi pe­r­sen­ja­ta­an berupa 3 meriam 40 mm, 2 senjata mesin 20 mm, dan 2 senjata mesin 12,7 mm.

Pangarmatim dalam sambutannya mengatakan, bahwa semua prestasi yang telah dicapai oleh KRI Teluk Semangka-512 hanya dapat dicapai dengan kerja keras, dedikasi, loyalitas serta tanggung jawab dan profesionalisme seluruh Anak Buah Kapal (ABK). Kinerja ABK tersebut  merupakan hasil pembinaan yang panjang sejak kapal ini  pertama kali masuk jajaran TNI Angkatan Laut hingga saat ini. “ Untuk itu, kepada seluruh mantan komandan, mantan ABK, maupun para prajurit yang saat ini masih bertugas di KRI tersebut, atas nama pemimpin TNI AL dan seluruh jajaran, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya”, tegas Pangarmatim.  






Sumber : Koarmatim

Produk-Produk Unggulan PT. Pindad

Ranpur Dan Rantis Unggulan Pindad

BANDUNG-(IDB) : Kemampuan industri militer dalam negeri terbukti telah mampu menghasilkan produk unggulan. Dengan berkiblat ke Eropa dan NATO (North Atlantic Treaty Organization), Indonesia telah mampu menghasilkan amunisi, senapan bahkan mobil atau kendaraan perang.

Di Indonesia, kemampuan ini hanya dimiliki oleh PT Pindad (Persero). Diproduksi di Bandung Jawa Barat, BUMN senjata ini, telah memproduksi hampir 200 unit panser jenis Anoa 6x6 dan mobil perang lainnya.

Bahkan yang terbaru, Pindad mampu memproduksi Humvee dan akan meluncurkan tank versi Indonesia.  

Berikut produk unggulan tersebut :

Rantis Komodo 


Pindad sejak tahun 2010 telah mengembangkan mobil tempur versi ringan yang bernama Komodo. Desain dan konsep Komodo, mengacu pada mobil perang ringan jenis Humvee buatan Amerika Serikat dan Sherpa buatan Prancis.

Pada 2012, mobil tempur versi ringan ini, mulai diperkenalkan kepada publik. Dibandrol mulai harga Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar, mobil perang ini, telah diproduksi 5 unit dan digunakan oleh kesatuan Kopassus dan Brimob.


Salah satu variannya ialah Battering Ram atau varian Pendobrak. Jenis ini, digunakan untuk pertempuran khusus dan aktivitas anti teror. Mobil yang dipesan secara khusus oleh Kopassus ini, mampu menabrak betok setebal 30cm dan dikendarai saat gelap karena menggunakan sistem kamera night vision.

Kendaraan ini juga, dilengkapi dengan peralatan elektronik dan komunikasi super canggih mendukung operasi khusus. Varian Komodo 4X4 antara lain: APC, Command, Recon, Ambulance, Battering Ram, Cannon Towing dan Rocket Launcher.

Panser Anoa 


Anoa 6X6 merupakan panser buatan Pindad yang telah diproduksi hampir 200 unit. Kendaraan tempur yang didesain 6 varian ini, mengadopsi panser VAB buatan Prancis. Kendaraan yang awalnya diragukan kehandalannya ini, kini telah menjadi idola bagi militer di Indonesia.

Bahkan militer negara tetangga, Malaysia dan Singapura mulai melirik panser yang dibuat dan dirancang oleh tenaga ahli Pindad di Bandung. Dibandrol mulai harga Rp 8 miliar per unit, Anoa telah dirancang sebanyak 7 varian yakni varian ambulance, angkut personel (APC), komando, logistik BBM, logistik munisi, mortir 80 carrier.

Police Water Canon 


Pindad juga telah memproduksi mobil perang tipe water cannon. Dengan kosep mobil penyemprot air untuk tujuan menangani kerusahan atau huru-hara, Pindad memproduksi dan merancang kendaraan water canon untuk kepolisian.

Mobil yang bisa diawaki oleh 4 orang ini, mampu menembakkan air hingga jarak 70 meter. Dilengkapi dengan kamera khusus, water canon buatan Pindad mampu menyemprotkan busa anti api (bom molotov) dan gas air mata.

Mobil perang khusus ini, sekarang sudah digunakan oleh Kepolisian RI, bahkan Timor Leste juga membeli water canon dari Pindad.

Tank Tempur 


Meskipun belum diluncurkan secara resmi, Pindad telah mampu menghasilkan prototype tank varian light (ringan). Mengacu pada tank jenis Scorpion, Pindad siap memproduksi panser dengan model roda rantai ini.

Pindad juga sedang merancang tank tipe medium. Tank ini, mengadopsi pada tank Marder buatan Jerman. 

Meskipun hanya akan memproduksi tank tipe ringan dan medium, namun Pindad mampu melengkapi mobil perangnya dengan meriam untuk tank tipe berat (heavy) seperti Leopard.


Senjata Unggulan PT. Pindad

PT Pindad (Persero) telah mampu memproduksi produk militer kelas dunia. Mengadopsi teknologi dan ilmu dari Eropa dan NATO (North Atlantic Treaty Organization), Pindad telah memproduksi puluhan senapan tipe ringan hingga berat.

Bahkan Pindad memiliki kemampuan memproduksi hingga 40.000 senjata berbagai tipe per tahun. Dari senjata yang diproduksi, setidaknya ada produk senapan Pindad yang telah menjadi andalan.


Salah satunya, senapan serbu tipe SS2. Senapan ini, dirancang dengan konsep keandalan dan keakuratan yang bisa bersaing dengan M16 atau AK 47. Juga ada senapan sniper ala film Rambo, yang bisa menembak hingga jarak 2 km. Mau tahu apa saja senapan-senapan unggulan Pindad?


Senapan Serbu SS1


SS1 merupakan senapan serbu yang mengadopsi dan mengikuti lisensi senapan FN FNC dari perusahaan senjata Fabrique Nationale (FN), Belgia. Senapan yang telah diproduksi sejak 1988 ini sekarang telah banyak digunakan oleh kesatuan di TNI dan Polri.

Bahkan telah diekspor ke mancanegara. Dengan 150 komponen dan mengadopsi teknologi Belgia, Pindad membantah senjata SS1 produksinya, mudah rusak. Pindad telah merancang dan mengembangkan SS1 sebanyak 6 varian. Varian SS1 tersebut, antara lain: SS1-V1, SS1-V2, SS1-V4, SS1-V5, SS1-M1, SS1-RM.

Senapan Serbu SS2 


Pindad telah memproduksi senapan serbu SS2 sejak 2006. Kesatuan yang pertama kali menggunakan senjata hasil pengembangan SS1 ini adalah Kopassus TNI AD.

Senapan ini, dirancang dengan tingkat kehandalan dan keakuratan tinggi. Bahkan mampu bersaing dengan senapan serbu tipe M16 buatan Amerika Serikat atau AK47 buatan Rusia.

Dijual mulai harga Rp 8 juta per unit, SS2 dirancang dalam 4 varian, yakni: SS2-V1, SS2-V2, SS2-V4, SS2-V5.



Senapan Sniper 


Pindad juga mampu memproduksi senapan untuk keperluan khusus seperti untuk pasukan penembak jitu atau sniper. Bahkan, senapan sniper tipe SPR-2, mampu menembak hingga jarak 2 KM. Senapan tipe ini, pernah muncul pada film Rambo.

Selain SPR-2, pindad juga memproduksi senapan tipe SPR-1 dan SPR-2.

Khusus senapan SPR-2 dan SPR-3, senjata ini telah digunakan oleh kesatuan elit TNI seperti Kopassus.

 
Senapan Anti Teror PM2 


PM2 merupakan senapan anti teror yang mengadopsi atau menyerupai senjata H&K MP5 kaliber 9mm. Senapan ini, biasa digunakan oleh pasukan anti teror SWAT asal Amerika Serikat (AS) atau Densus Anti Teror 88 Kepolisian Indonesia dan Kopassus TNI AD.

Dengan konsep, hand machine gun, pindad telah memproduksi senjata yang mampu menembak hingga jarak 75 meter. Pindad memproduksi senapan anti teror ini, sebanyak 2 jenis, yakni: tipe PM2-V1 Dan PM2-V2.
Senapan Mesin 


imgPindad terbukti menghasilkan berbagai tipe senjata. salah satunya, senapan mesin.

Setidaknya Pindad telah memproduksi 3 tipe senapan mesin yakni SM2-V1. Senapan ini, mampu menembak hingga jarak 1,5 km.

Kemudian ada SM-3 yang mampu menembak hingga jarak 1 km atau SM2-V2 yang mampu menembak hingga jarak 1,5 km.

 
  

Meriam 

Pindad juga mampu memproduksi senjata kelas berat. Seperti Meriam tipe ME-105 mm Howitzer. Meriam ini mampu menembakkan amunisi hingga jarak 10,5 km.

Selain senjata berat sekelas Howitzer, Pindad telah memproduksi 3 senjata penembak mortir keperluan operasi khusus. Seperti Mo-1 60 mm Commando, Mo-2 60mm LR dan Mo-3 81mm SB. 









Sumber : Detik

PT. DI Kerjakan Berbagai Pesanan Kemhan

BANDUNG-(IDB) : Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso, menyatakan PTDI selama lebih dari 36 tahun memiliki komitmen secara maksimal mendukung alat utama sistem persenjataan dalam negeri.

Budi Santoso, Rabu, 24 April 2013, menjelaskan PTDI selama ini selalu menyatakan kesiapannya untuk mendukung setiap upaya Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan target di bidang pertahanan. 

"Pada 2012 lalu, PTDI membukukan nilai kontrak sebesar Rp7,9 triliun dari pemerintah, terbesar dalam sejarah PTDI," katanya dalam keterangan tertulis.

Saat ini Kementerian Pertahanan dan TNI sedang berusaha untuk mengembangkan kemampuan “minimal essential force”.  PTDI sebagai  produsen alut sista berupaya keras membuktikan komitmennya untuk memenuhi pesanan sesuai jadwal yang sudah direncanakan dan disepakati bersama.

PTDI menyadari bahwa kekuatan alutsista Republik Indonesia lima puluh tahun lalu sangat disegani di kawasan Asia Tenggara. Kini saatnya kekuatan dirgantara Republik Indonesia bangkit kembali. Bagi PTDI ini merupakan peluang besar untuk menunjukkan hasil karya anak bangsa dalam melengkapi alut sista dalam negeri.

Untuk memenuhi kebutuhan TNI AU akan pesawat transportasi jarak menengah, PTDI telah menyerahkan dua unit pesawat CN 295 Oktober tahun lalu. Tahun ini, tiga unit pesawat sejenis akan diserahkan lagi. Sementara pada 2014 akan diserahkan dua unit pesawat dan pada 2015 mendatang akan diserahkan dua unit CN 295 lagi.

"Jadi total pesanan Kemhan untuk TNI AU sebanyak sembilan unit pesawat akan berakhir pada tahun 2015. Seluruh pesawat CN 295 yang diserahkan lengkap dengan initial spare partnya," katanya.

Sementara itu untuk pesawat NC 212-200, PTDI tahun ini juga akan menyerahkan satu unit kepada TNI AU. Semua itu lengkap dengan initial spare partnya. Selain untuk TNI-AU, PTDI juga membuat tiga unit CN 235 PATMAR yang akan diserahkan kepada Kementerian Pertahanan untuk TNI AL pada 2013.

Disamping pesawat sayap tetap, PTDI telah dan akan menyerahkan sejumlah helikopter. Pada 2012 lalu, PTDI telah menyerahkan masing-masing empat unit Bell 412 EP untuk TNI AD dan tiga unit untuk TNI AL.

Pada tahun ini telah diserahkan enam unit Bell 412 EP kepada TNI AD, dan satu unit lagi menyusul. Sementara itu telah terkontrak pula 16 unit helikopter yang sama untuk TNI AD yang akan diserahkan pada tahun ini dan tahun depan.

Untuk helikopter Super Puma NAS 332, PTDI akan menyerahkan satu unit kepada TNI AU pada tahun ini dan satu unit lagi pada 2014 mendatang. Sementara, untuk enam helikopter Cougar EC 725 yang dipesan TNI AU, PTDI akan menyerahkannya dua unit pada 2014 dan empat unit pada 2015 mendatang.

PTDI menjamin kelaikan terbang seluruh pesawat yang diserahkan kepada Kementerian Pertahanan ataupun TNI sesuai dengan persyaratan pengguna dan regulasi pemerintah untuk pesawat militer (IMAA). 

PT. DI Siap Kirim 10 Helikopter & 7 Pesawat Pesanan TNI

PT Dirgantara Indonesia (DI) menyelesaikan produksi belasan pesawat dan helikopter pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI untuk kebutuhan alutsista tiga satuan TNI. Jumlah transportasi udara yang diracik PT DI terdiri dari 10 helikopter dan 7 pesawat.

Juru Bicara PT DI Sonny S Ibrahim mengatakan pesanan yang akan diserahkan pada 2013 ini masing-masing tiga unit pesawat CN 295 untuk TNI AU, tiga unit pesawat CN 235 PATMAR untuk TNI AL, satu unit pesawat jenis NC 212 untuk TNI AU, dan satu unit helikopter jenis Super Puma NAS 332 untuk TNI AU.

"Untuk 2013 sudah enam unit helikopter Bell 412 EP diserahkan kepada TNI AD. Satu lagi di tahun ini segera menyusul," jelas Sonny kepada wartawan di kantor PT DI, Bandung, Rabu (24/4/2013).

Sonny menambahkan, alat transportasi udara itu diproduksi sejak 2011-2012. Ia menegaskan, seluruh pesawat dan helikoter tersebut dilengkapi intial spare part.

"Semua pesawat yang diserahkan Kemhan untuk TNI, PT DI menjamin kelaikan terbangnya sesuai dengan persyaratan pengguna dan regulasi pemerintah untuk pesawat militer. Intinya, PT DI siap mendukung alutsista dalam negeri," tutur Sonny.

Pada 2014-2015, sambung Sonny, PT DI sudah siap menyelesaikan pesawat dan helikopter pesanan Kemhan.

Rencananya guna memenuhi kebutuhan TNI AU, 2014 diserahkan dua unit CN 295, dan dua unit pesawat sejenis diserahkan 2015. Di 2014 satu unit Super Puma NAS 332 diserahkan ke TNI AU. Sementara enam unit helikopter Cougar EC 725 dipesan TNI AU, PT DI akan menyerahkan dua unit pada 2014 dan empat unit pada 2015 mendatang.
 




Sumber : Vivanews